Asmara Arya

Asmara Arya
Kekurangan Raga ilusi


__ADS_3

Arya yg masih bersedih dalam lamunan nya langsung sadar saat merasakan jari halus mengusap bekas air mata di pipinya


Elisya yg melihat Arya bersedih secara refleks membantu membersihkan bekas air mata askar


lalu Elisya berkata "Cowok gak boleh nangis"


"Ahhh memalukan, kenapa aku bisa nangis di hadapan adik cantikku" Arya membatin dan langsung menepuk keningnya


"Kak, bagaimana cara kita keluar dari sini?" Elisya bertanya pelan kepada Arya takut penjaga di luar kamar mendengar


"Kamu tenang aja, kita pasti bisa keluar dengan selamat dari sini" Arya berkata dengan yakin sambil memegang bahu Elisya


"tapi bagaimana caranya?" tanya Elisya ragu


"Kakak punya cara, kamu yg penting tenang dan sabar" jawab Arya dan di balas anggukan dari Elisya


"Ingat jika kamu tiba tiba lihat kakak menghilang kamu harus tetap diam dan Jangan kaget itu bukan kakak pergi jauh tapi hanya memeriksa keadaan disini" lanjut Arya lagi


Elisya bingung mencerna ucapan Arya walaupun akhirnya dia mengangguk setuju


Baru saja Elisya mau bertanya lagi tiba tiba Arya sudah menghilang dari depan nya


"Ka..." Elisya hampir teriak memanggil Arya tapi tangan nya cepat menutup mulutnya mengingat apa yg Arya ucapkan tadi.


Dengan merapal ilmu Raga ilusi arya langsung keluar kamar dengan menembus pintu

__ADS_1


Arya melihat tangannya persis seperti air bening yg tembus pandang tapi jika orang lain tidak bisa melihat Arya sama sekali


Arya berjalan perlahan melihat di sekelilingnya


Rumah tempat Arya di sandra lumayan besar dan banyak kamar yg di lewatinya


"Rumah ini persis sebuah villa" pikir Arya sambil terus berjalan di sebuah lorong


Di penghujung lorong Arya melihat tiga orang berbadan tegap berkumpul di sofa


seorang sedang tidur dan dua lagi sedang ngobrol


Arya bisa mendengar obrolan mereka tentang hadiah yg akan mereka terima dari bos besar karna berhasil menjalankan misi dengan baik


"gawat" batin Arya karna Raga ilusinya mulai memudar kedua tangannya bisa terlihat dengan jelas


Arya segera mundur perlahan lahan kembali ke ruangan tempat Elisya di sandera


Arya melangkah kan kakinya ingin masuk tapi kakinya tersangkut tidak bisa menembus pintu lagi


Arya mencoba merapal ilmu raga ilusi lagi tapi tak berhasil


Tanpa pikir panjang Arya masuk ke sebuah kamar yg tidak terkunci lalu sembunyi disana


Arya berpikir keras kenapa ilmu raga ilusi nya tidak bekerja

__ADS_1


Arya mencoba lagi merapal mantranya sampai beberapa kali tapi tetap juga gak bisa


Akhirnya arya hanya bisa diam sambil berpikir bagaimana agar dia dan Elisya bisa selamat keluar dari sini


Satu jam lebih Arya sembunyi disitu dan mencoba merapal kembali mantra raga ilusi


"berhasil" batin Arya setelah melihat tangannya kembali transparan seperti air


Arya berjalan perlahan keluar dari kamar itu dan langsung masuk menembus pintu kamar tempat Elisya di sandera


Saat Arya sudah di dalam terlihat Elisya tertidur di lantai ubin yg dingin tanpa alas dan tanpa bantal


Arya duduk di samping Elisya memandang wajah cantik adiknya yg terlihat kelelahan sambil membelai rambut adiknya yg hitam legam


Tak lama kemudian Arya merasakan perubahan pada tubuhnya dan tangan Arya terlihat kembali seperti semula.


Lama Arya berpikir mengapa raga ilusi bisa cepat menghilang dan Arya mencoba lagi merapal mantranya tapi tidak berhasil


"Apa mungkin hanya bisa berfungsi selama beberapa menit dan berhasil kembali setelah beberpa jam" ucap Arya dalam hatinya.


Sekitar satu jam sejak raga ilusinya tadi memudar Arya coba merapal lagi mantranya dan langsung berhasil


Setelah lima menit tubuh Arya baru terlihat lagi


Akhirnya Arya mengambil kesimpulan Mantra Raga ilusi bisa bekerja hanya sekitar lima menit dan menggunakan ulang lagi butuh waktu minimal satu jam.

__ADS_1


__ADS_2