Asmara Arya

Asmara Arya
Bertemu Kembali


__ADS_3

Mobil mereka berhenti di lokasi parkiran di restoran mewah tempat mereka makan dahulu


Setelah keluar dari mobil Serly segera menggandeng tangan Arya untuk masuk kedalam restoran


Arya berjalan cepat mengimbangi langkah Serly


memang mereka agak telat makan karna sudah jam satu lewat


mungkin karna Serly sudah merasa sangat lapar maka dia berjalan cepat


Arya yg tangannya di gandeng cuma tersenyum sendiri sambil melihat wajah cantik Serly di sebelah nya yg kelihatan sudah gak sabar pingin makan


"Brukk... aduh.."


Didepan Arya seorang ibu terjatuh karna menabrak Arya


Arya yg kaget melihat seorang wanita jatuh terduduk segera cepat membantunya berdiri dan seorang gadis cantik di samping ibu itu juga ikut membantu


Serly pun langsung melihat ke Arya karna tiba tiba mendengar suara ibu itu menjerit kecil


"Maaf bu, ibu tidak apa apa? tanya Arya dengan panik


"Ibu gak apa a..." tiba tiba suara nya terhenti saat melihat wajah orang yg menabraknya


gadis di sebelahnya juga ikut tertegun setelah melihat wajah Arya


"ketemu lagi" ucap gadis tersebut seperti berbicara sendiri


mereka berdua adalah Sundari Subianta dan Anaknya Elisya Subianta


Serly yg melihat mereka semua bengong akhirnya bersuara "Ibu gak apa apa kan?"


"iya.. ibu gak apa apa" jawab sundari subianta


"Sekali lagi maaf bu, saya benar benar gak sengaja" ucap Arya dengan wajah sedih

__ADS_1


entah mengapa Arya merasa hatinya sakit seperti ada jarum yg menusuknya melihat wajah ibu itu


"ibu gak apa apa tenang aja" balas ibu itu sambil tersenyum ramah


Sundari pun merasa sedih melihat kekuatiran terpancar di wajah pemuda yg menabrak nya.


"Kalo begitu kami masuk dulu" balas Serly sambil tersenyum melihat mereka dan segera menarik tangan Arya untuk masuk


"iya silahkan" balas ibu itu sambil tetap memandangi punggung Arya yg sudah melangkah masuk ke dalam restoran


"ayo ma, kita pulang" ajak Elisya menyadarkan Sundari yg masih bengong melihat Arya tadi


Serly dan Arya langsung duduk di meja yg kosong dan segera memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan


Setelah makanan terhidang di depan mereka


mereka langsung makan dengan lahap sehingga melupakan kejadian di depan pintu restoran tadi.


****


Elisya pun menceritakan kejadian saat berada di depan pintu restoran kepada papanya


Setelah mendengar cerita dari anaknya


Pradipta Subianta berkata "Papa sudah meminta jack untuk menyelidikinya"


Pradipta Subianta berjalan ke mejanya, membuka sebuah laci dan mengambil sebuah map


"coba lihat ini" kata Pradipta sambil menyerahkan map kepada Elisya anaknya


Elisya menerima map dari ayahnya dan segera membaca nya


"Tanggal lahir nya beda tapi bulan dan tahun sama" ucap Elisya keheranan sambil melihat wajah papanya


"papa juga heran maka papa suruh jack mencari informasi di kota asal pemuda itu" balas Pradipta lalu berjalan keluar ruangan karna ada hal yg ingin di kerjakan.

__ADS_1


Elisya mengangguk membenarkan tindakan yg di ambil oleh papanya


"Semoga dia memang kak Prawira" Elisya berkata dalam hati penuh harap


Mama pasti sangat bahagia jika memang pemuda itu Kak Prawira


Karna Elisya melihat sendiri tatapan mata mamanya saat melihat pemuda itu


"Jika benar pemuda itu Kak Prawira apakah papa dan mama masih menyayangi ku?" Tiba tiba ada rasa kuatir dalam diri Elisya


"Aku yakin papa dan mama tetap menyayangiku" pikir Elisya lagi untuk menghilangkan pikiran buruk dalam kepalanya


Putra Pradipta Subianta yg hilang dulu namanya Prawira Subianta


Setelah melahirkan Sundari masih harus di rawat di ruangan intensip beberapa hari


Baru tiga hari sejak Prawira di lahirkan tiba tiba menghilang di bawa kabur oleh Dua orang yg menyamar sebagai dokter dan perawat


Sejak itu sampai sekarang tiada lagi kabar mengenai si kecil Prawira


Pradipta dan istrinya sangat terpukul atas kehilangan putra nya


Dia telah berusaha meminta pertolongan pihak kepolisian bahkan detektif swasta ikut bekerja tapi tetap tiada hasil


Sejak kehilangan putranya Sundari menjadi pendiam dan selalu bersedih padahal kejadian itu sudah setahun berlalu


Dengan inisiatif Pradipta akhirnya mereka mengadopsi bayi dari panti asuhan


Setelah mendapat info dari kolega nya bahwa ada seorang bayi mungil di panti asuhan karna kedua orang tuanya meninggal Saat tabrakan di jalan raya


Maka Pradipta dan Sundari mengadopsi bayi itu dan di beri nama Elisya Subianta


Sejak mengadopsi Elisya perubahan terjadi pada Sundari


Sundari mulai melupakan kesedihannya berkat Elisya kecil yg selalu membuat nya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2