
Saat masuk ke dalam rumah Arya sangat kagum akan keindahan interior rumah pamannya
Arya langsung di ajak naik ke lantai dua
di lantai dua ada tiga kamar
kamar yg paling besar di tempati paman dan tante letaknya paling depan menghadap balkon
kamar ujung bagian belakang di tempati oleh sumi sedangkan Arya mendapat kamar bagian tengah yg memang sudah di siapkan oleh sumi
"Ini kamarmu Arya dan apabila ada sesuatu yg di butuhkan kamu tinggal minta sm sumi" tante Serly berkata sambil membuka pintu kamar bagian tengah
Arya pun mengangguk dan tak lupa mengucapkan terima kasih
setelah itu tante langsung masuk ke kamarnya yg paling besar di bagian depan
Arya pun langsung masuk ke kamarnya
melihat kamar yg besar dan bersih wajah arya tersenyum gembira
"semoga aku nyaman disini" guman Arya dalam hati
Setelah Arya memasukkan semua pakaian nya ke dalam lemari
__ADS_1
Arya pun langsung baring di ranjang nya
sambil memandang langit langit kamarnya
pikiran arya melayang jauh hingga tak sadar terlelap
Belum ada setengah jam Arya terlelap
Arya merasakan hidungnya di tarik tarik lembut
saat matanya terbuka keliatan wajah cantik tantenya yg lagi cekikikan sambil duduk di tepi ranjang yg tangan kirinya masih mencubit wajah arya dan di tangan kanannya lagi memegang sebuah majalah
"Ayo... makan dulu, Arya belum makan kan" ujar tante Serly
"hoaamm... sebntar lagi tante, ni masih ngantuk"
otomatis tubuh bagian depan arya bersentuhan sm bokong tante Serly tanpa sengaja
saat terjadi sentuhan itu Tante Serly biasa aja
mungkin karna baginya Arya masih anak kecil
beda dengan Arya, saat terjadi sentuhan itu pikiran nya langsung terganggu seperti ada aliran panas di rasakan bagian depan nya
__ADS_1
seperti ada magnet arya makin merapatkan bagian depan tubuhnya ke bokong tantenya sambil membuka sedikit matanya melihat wajah cantik tantenya takut dia marah tapi tiada respon dari tantenya dan masih asyik membaca majalah yg di pegang nya dan entah sengaja atau tidak tantenya malah memundurkan duduknya tapi wajahnya tetap fokus membaca majalah otomatis senjata terlarang arya siap siaga
seperti ada bisikan setan Arya mulai menggesek pelan pelan bagian depannya yg bersentuhan dengan bokong indah tantenya
sebuah sensasi yg tidak bisa di bayangkan di rasakan oleh Arya
setelah beberapa menit Arya membuka lagi sedikit matanya untuk melihat respon tantenya
Masih seperti tadi tantenya tetap membaca majalah seperti tidak terjadi sesuatu
Arya pun semakin berani yg awalnya hanya gesekan halus sekarang arya makin menekan dan menggesek nya lebih kuat
kejadian ini udah berlangsung belasan menit
tiba tiba tante serly berkata sambil mencubit pelan pipi kanan arya "Masih mengantuk?"
Arya hanya mengangguk kecil tapi matanya tetap tertutup
melihat arya mengangguk tante mengambil bantal di sebelah Arya dan menaruh di sebelah bantal arya lalu ikut berbaring memunggungi arya dan tetap fokus membaca majalah
Melihat keadaan tersebut Arya hanya bisa menahan napas sambil memandangi tubuh indah di sampingnya
Ingin rasanya Arya memeluk tubuh tantenye tapi dia takut kena marah dan di anggap sebagai ponakan kurang ajar
__ADS_1
Setelah dapat sedikit mereda gelora nafsunya
Arya bangun dari tidur nya dan langsung masuk ke kamar mandi.