
Seorang laki laki gagah berumur 30 tahun sedang berbicara via telepon
walaupun pembicaraan nya biasa saja di telepon tapi jelas kelihatan wajah sedihnya
Siapa lagi kalo bukan Sumarto pamannya Arya
barusan di telepon oleh ibu mertuanya
Entah sudah berapa kali mungkin puluhan kali ibu mertuanya bertanya tentang keadaan Serly istrinya
Topiknya cuma satu "kapan mereka menimang cucu"
Sumarto mematikan handphone nya dan meletakkan begitu saja di atas meja
lalu duduk termenung mengingat kisah sedih beberapa tahun yang lalu
Saat ini Sumarto berada di kamar hotel di daerah bekasi
Sumarto berniat menjemput pulang Serly karna hari ini terakhir acara teman nya selesai
biar tidak capek Sumarto nginap di hotel malam ini jadi besok pagi langsung pulang ke Jakarta bersama Serly
*****
"Sayang sudah siap? kalo sudah siap kita berangkat sekarang" Sumarto berkata lembut penuh cinta kepada istri nya Serly
Pernikahan Sumarto dan Serly sudah enam bulan karna kesibukan kerja baru sekarang Sumarto punya waktu untuk berbulan madu
"Sudah sayang, ayo kita berangkat" ucap Serly sambil memeluk suami nya dan sempat mengecup pelan bibir suaminya
__ADS_1
setelah itu langsung masuk ke mobil
Sumarto juga nyusul masuk ke mobil duduk di depan stir
Setelah menyalakan mesin mereka langsung keluar dari halaman rumah besar mereka.
Rencana mereka akan berlibur ke puncak selama seminggu disana
di perjalan mereka selalu tertawa bahagia
maklum masih pengantin baru
Jalanan yg tidak begitu macet membuat Sumarto bisa mengemudikan mobilnya lebih laju
Sudah dua jam lebih perjalanan dan mobil sudah mulai menanjak karna tidak lama lagi akan sampai di tujuan
Belum sampai di tujuan tiba tiba hujan deras mengguyur wilayah itu
"Sebentar lagi sampai tanggung jika berhenti" pikir Sumarto
Pas disebuah tikungan tajam sebuah mobil melaju kencang
"awaass!!" teriak Serly
"ciiittt" terdengar suara ban saat Sumarto menginjak pedal rem dengan cepat
"Brukk"
terlambat, mobil yg dari depan hilang kendali dan menabrak sisi kanan mobil mereka
__ADS_1
Tabrakan ini cukup parah Serly banyak mendapat luka dan yg lebih parah Sumarto yg langsung tak sadarkan diri
Sedangkan pengemudi yg menabrak nya langsung meninggal di tempat
Tak lama setelah itu banyak mobil berhenti dan cepat menolong mereka
Dua bulan lebih Sumarto di rawat di Rumah sakit
Kalo Serly hanya semingu di rumah sakit karna keadaan nya tidak terlalu parah
Akibat kecelakaan ini Sumarto yg dulu bisa membuat istrinya bahagia setiap malam sekarang tidak bisa lagi efek dari kecelakaan itu.
****
Sumarto yg lagi bersedih mengingat kejadian tragis itu tiba tiba tersadar saat merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang
Dia tidak menoleh karna tau yg datang itu istrinya
"Jangan bersedih mas, aku tau perasaan mas apapun yg terjadi aku akan tetap selamanya di samping mu" Terdengar suara merdu dari bibir Serly
"hemm" hanya deheman halus yg keluar dari mulut sumarto
walaupun merasa sedih tapi sumarto beruntung mendapatkan istri yg setia seperti Serly
Itulah yg membuat Sumarto sangat sayang sama istrinya yg setia
Bahkan sumarto sudah berapa kali menyarankan Serly untuk mencari pengganti dirinya agar Serly bisa mendapatkan kebahagian lahir dan batin
Tapi Serly tetap tidak mau berpisah dengan Suami yg sangat di cintainya
__ADS_1
Memang Serly sangat ingin merasakan kebahagian yg pernah dia rasakan saat enam bulan di awal pernikahan mereka
tapi Serly tidak sanggup meninggalkan suaminya.