
Jam sembilan pagi Elisya menjemput Arya di rumah Serly
Elisya rencana mengajak Arya ke Rumah Sakit untuk tes DNA
Arya yg duluan terbangun saat mendengar suara klakson mobil di luar pintu gerbang
Serly dan Rina masih tertidur saling memeluk tubuh Arya
Arya lekas bangun dan mengambil pakaian nya lalu turun membuka pintu
"Kakak baru bangun ya?" Elisya bertanya saat melihat wajah Arya yg masih keliatan mengantuk dan rambut yg kusut
"Ada apa pagi pagi?" Arya bukannya menjawab malah balik bertanya
"Papa minta kakak pergi tes" kata Elisya
"ya udah, masuk dulu" Arya berkata sambil berjalan masuk ke dalam rumah
Arya langsung masuk ke kamar nya dan Elisya pun ikut masuk karna baginya gak masalah masuk kamar saudara sendiri
Arya pun segera masuk ke kamar mandi dan Elisya hanya duduk disamping ranjang Arya dan membuka handphone yg baru di belinya karna handphone lamanya hilang saat dirinya di culik
Arya mandi dengan cepat dan segera berpakaian rapi
Elisya sudah turun kebawah menunggu di mobil saat Arya mau berpakaian
Sebelum turun ke bawah Arya terlebih dahulu ke kamar Serly untuk pamitan
Serly dan Rina masih tertidur dengan tubuh polos hanya ditutupi selembar selimut
Arya mengecup kening mereka berdua lalu membangunkan Serly untuk memberitahu kalo dia mau ke rumah sakit bersama Elisya
Setelah pamitan Arya langsung turun dan masuk ke mobil duduk di samping Serly yang siap menyetir
__ADS_1
Tak butuh lama mereka sampai di rumah sakit
Arya pun menjalankan prosedur tes nya dengan baik dan lancar gak sampai satu jam karna Elisya sudah membuat janji pihak rumah sakit sebelum menjemput Arya
Hasil tes bisa di ambil besok atau bisa dikirim ke alamat rumah
Setelah itu mereka pulang kerumah Elisya untuk makan siang bersama
Karna sebelum nya Elisya memang sudah mengatur waktunya agar bisa pulang dari rumah sakit sebelum makan siang
Dirumah Pradipta dan Sundari sudah menunggu
Saat mobil sampai di halaman rumah
Sundari sudah langsung membuka pintu
Arya turun dari mobil langsung di sambut pelukan kasih sayang oleh Sundari
Sundari menggandeng tangan Arya mengajak masuk ke dalam rumah dan langsung menuju meja makan
Pradipta pun langsung mengajak makan setelah mereka duduk di kursi masing masing
Sambil makan mereka ngobrol ringan
Pradipta bertanya apa rencana Arya ke depan
Jika Arya mau bekerja tinggal datang aja ke kantor karna bagaimanapun Arya sudah termasuk anggota keluarga Pradipta Subianta
Dan Pradipta meminta Arya untuk kursus mengemudi jika sudah mendapatkan SIM baru Pradipta membelikan mobil yg disukai Arya
Akhirnya Arya menyetujui usul Pradipta untuk kursus mengemudi mobil
Dan Arya minta untuk sementara jati dirinya dirahasiakan dan ingin mulai masuk kantor untuk mengenal dunia kerja yg sudah lama di geluti keluarga Pradipta Subianta
__ADS_1
Dan Arya juga ingin mengambil kuliah sore agar cepat menguasai segala teori manajemen perusahaan
Dan yg paling utama Arya akan pulang kampung menemui kedua orang tua yg selama ini merawatnya
Pradipta setuju semua permintaan Arya dan merahasiakan jati dirinya walaupun Pradipta kurang menyetujui
Dalam hati Pradipta mungkin Arya belum terbiasa dan baru mulai beradaptasi masuk di keluarga Pradipta Subianta
Setelah selesai makan dan ngobrol bersama keluarga barunya
Arya pamit pulang ke rumah Serly
Sebelum pulang Pradipta memberikan sebuah kartu berwarna hitam ke emasan
"Ini kamu pegang untuk jajan dan pin nya 111111 dan jika kurang kamu tinggal bilang ke Papa"
Arya memandang sejenak kartu itu dan langsung berkata "terima kasih pa"
Arya salaman dan berpelukan sama Papa dan Mamanya sebelum masuk ke mobil
Arya pulang di antar oleh jack karna Elisya harus ke kantor ada urusan yg harus cepat di selesaikan
Di tengah jalan Arya minta berhenti karna pingin tau berapa isi kartu yg di kasih oleh Papanya
Arya kaget saat saldo muncul di layar karna uang yg katanya untuk jajan sangat banyak bagi Arya
menurut Arya saldo yg ada di kartunya bisa membeli beberapa mobil atau beberapa rumah yg setara dengan rumah paman nya
Arya berpikir sebanyak apa uang Papanya kalau untuk jajan aja sudah sebanyak ini
Arya pun hanya bisa geleng kepala memikirkan kekayaan Papanya
Arya merasa dirinya seperti seorang "milyoner muda" yg bisa membeli apa saja dengan uangnya.
__ADS_1
*UNTUK PARA READERS MOHON BANTU LIKE DAN SARAN DI KOLOM KOMENTAR KARNA MASIH BANYAK KEKURANGAN DI PENULISAN DLL*