Asmara Arya

Asmara Arya
Milyoner Muda


__ADS_3

Jam sembilan pagi Elisya menjemput Arya di rumah Serly


Elisya rencana mengajak Arya ke Rumah Sakit untuk tes DNA


Arya yg duluan terbangun saat mendengar suara klakson mobil di luar pintu gerbang


Serly dan Rina masih tertidur saling memeluk tubuh Arya


Arya lekas bangun dan mengambil pakaian nya lalu turun membuka pintu


"Kakak baru bangun ya?" Elisya bertanya saat melihat wajah Arya yg masih keliatan mengantuk dan rambut yg kusut


"Ada apa pagi pagi?" Arya bukannya menjawab malah balik bertanya


"Papa minta kakak pergi tes" kata Elisya


"ya udah, masuk dulu" Arya berkata sambil berjalan masuk ke dalam rumah


Arya langsung masuk ke kamar nya dan Elisya pun ikut masuk karna baginya gak masalah masuk kamar saudara sendiri


Arya pun segera masuk ke kamar mandi dan Elisya hanya duduk disamping ranjang Arya dan membuka handphone yg baru di belinya karna handphone lamanya hilang saat dirinya di culik


Arya mandi dengan cepat dan segera berpakaian rapi


Elisya sudah turun kebawah menunggu di mobil saat Arya mau berpakaian


Sebelum turun ke bawah Arya terlebih dahulu ke kamar Serly untuk pamitan


Serly dan Rina masih tertidur dengan tubuh polos hanya ditutupi selembar selimut


Arya mengecup kening mereka berdua lalu membangunkan Serly untuk memberitahu kalo dia mau ke rumah sakit bersama Elisya


Setelah pamitan Arya langsung turun dan masuk ke mobil duduk di samping Serly yang siap menyetir

__ADS_1


Tak butuh lama mereka sampai di rumah sakit


Arya pun menjalankan prosedur tes nya dengan baik dan lancar gak sampai satu jam karna Elisya sudah membuat janji pihak rumah sakit sebelum menjemput Arya


Hasil tes bisa di ambil besok atau bisa dikirim ke alamat rumah


Setelah itu mereka pulang kerumah Elisya untuk makan siang bersama


Karna sebelum nya Elisya memang sudah mengatur waktunya agar bisa pulang dari rumah sakit sebelum makan siang


Dirumah Pradipta dan Sundari sudah menunggu


Saat mobil sampai di halaman rumah


Sundari sudah langsung membuka pintu


Arya turun dari mobil langsung di sambut pelukan kasih sayang oleh Sundari


Sundari menggandeng tangan Arya mengajak masuk ke dalam rumah dan langsung menuju meja makan


Pradipta pun langsung mengajak makan setelah mereka duduk di kursi masing masing


Sambil makan mereka ngobrol ringan


Pradipta bertanya apa rencana Arya ke depan


Jika Arya mau bekerja tinggal datang aja ke kantor karna bagaimanapun Arya sudah termasuk anggota keluarga Pradipta Subianta


Dan Pradipta meminta Arya untuk kursus mengemudi jika sudah mendapatkan SIM baru Pradipta membelikan mobil yg disukai Arya


Akhirnya Arya menyetujui usul Pradipta untuk kursus mengemudi mobil


Dan Arya minta untuk sementara jati dirinya dirahasiakan dan ingin mulai masuk kantor untuk mengenal dunia kerja yg sudah lama di geluti keluarga Pradipta Subianta

__ADS_1


Dan Arya juga ingin mengambil kuliah sore agar cepat menguasai segala teori manajemen perusahaan


Dan yg paling utama Arya akan pulang kampung menemui kedua orang tua yg selama ini merawatnya


Pradipta setuju semua permintaan Arya dan merahasiakan jati dirinya walaupun Pradipta kurang menyetujui


Dalam hati Pradipta mungkin Arya belum terbiasa dan baru mulai beradaptasi masuk di keluarga Pradipta Subianta


Setelah selesai makan dan ngobrol bersama keluarga barunya


Arya pamit pulang ke rumah Serly


Sebelum pulang Pradipta memberikan sebuah kartu berwarna hitam ke emasan


"Ini kamu pegang untuk jajan dan pin nya 111111 dan jika kurang kamu tinggal bilang ke Papa"


Arya memandang sejenak kartu itu dan langsung berkata "terima kasih pa"


Arya salaman dan berpelukan sama Papa dan Mamanya sebelum masuk ke mobil


Arya pulang di antar oleh jack karna Elisya harus ke kantor ada urusan yg harus cepat di selesaikan


Di tengah jalan Arya minta berhenti karna pingin tau berapa isi kartu yg di kasih oleh Papanya


Arya kaget saat saldo muncul di layar karna uang yg katanya untuk jajan sangat banyak bagi Arya


menurut Arya saldo yg ada di kartunya bisa membeli beberapa mobil atau beberapa rumah yg setara dengan rumah paman nya


Arya berpikir sebanyak apa uang Papanya kalau untuk jajan aja sudah sebanyak ini


Arya pun hanya bisa geleng kepala memikirkan kekayaan Papanya


Arya merasa dirinya seperti seorang "milyoner muda" yg bisa membeli apa saja dengan uangnya.

__ADS_1


*UNTUK PARA READERS MOHON BANTU LIKE DAN SARAN DI KOLOM KOMENTAR KARNA MASIH BANYAK KEKURANGAN DI PENULISAN DLL*


__ADS_2