Assalamualaikum Calon Suami

Assalamualaikum Calon Suami
kenapa?


__ADS_3

pagi ini gibran terlihat kelimpungan mondar mandir di rumah mengambil ini itu dan masih banyak lagi.


Dari pukul 2 malam tadi hingga sekarang zaza terus merasa perutnya sakit dan rasanya seperti ditusuk tusuk.


"perutnya udah lega?"tanya gibran pada zaza


"beyummmm"jawab zaza dengan nada yang di imut imutkan


"sakit apa sih za?" tanya gibran


"kayak nya mau menstruasi deh" ucap zaza


"apa?mensutuasi?"tanya gibran karena dirinya tidak terlalu jelas mendengar kata kata zaza


"iihhh.... mas gibran loh... orang aku bilang nya menstruasi kok malah mensutuasi"ucap zaza kesal


"oohhh" ucap gibran


"loh... kok cuman oh doang?" tanya zaza


"ya emang harus gimana za?"tanya gibran pada zaza


" ih ih Mas Gibran nya mah gitu" ucap Zaza sebal pada gibran. dan ia tidur membalikkan badan. yah... memunggungi gibran.

__ADS_1


"za..." panggil gibran


"gak usah panggil panggil" ucap zaza


"za..." ucap Gibran sambil mencolek lengan Zaza


" nggak usah colek-colek" ucapnya pada Gibran


" kamu marah za?" tanya Gibran. memang ya Gibran itu tidak peka. udah tahu cewek lagi menstruasi. ibarat singa tidur. kalau kata pepatah mah jangan membangunkan singa yang tidur. lah ini Gibran malah kebalikannya. mungkin tanpa sadar Gibran telah membangunkan singa yang sedang tidur


" sentuh-sentuh Sekali lagi colek-colek sekali lagi panggil panggil sekali lagi dan tidur di luar" ucap zaza lagi kepada Gibran


" Lah kok kamu malah marah-marah gitu sih" Ucapkan pada ZAza. memang sama Azam mengaduh kesakitan perutnya pada Gibran. Zaza lebih sering marah-marah kepada Gibran


" Kamunya aja yang kepekaan sama aku"


" dasar ya kamu ini"


"" udah tahu istrinya menstruasi malah pakai ditanyain di jalan cuekin kayak gitu Ya jelas marah lah"


" Kamu tuh ya kalau diomongin itu ya dijawab malah diam aja"


"za..." Panggil Gibran pada ZAza

__ADS_1


" apa! kenapa? Emangnya kalau aku kasih tahu ke kamu kalau cewek itu juga gampang sensitif. apalagi pas waktu menstruasi" ucap Zaza menggebu-gebu


"z-" ucapan Gibran terpotong oleh Zaza lagi


" diomongin malah ngejawab. kalau diomongin itu didengerin jangan malah ngejawab terus" akhirnya Gibran pun menghela nafas .sabar... memang kalau perempuan lagi libur itu sensitifnya tingkat dewa. ngomong dikit salah. ngomong banyak salah. nggak ngomong salah. tadi aja disuruh ngasih pendapat. giliran Gibran ngasih pendapat eh malah diomelin.


"iya deh za...." ucap Gibran pada zaza tersenyum. Zaza merasa bangga dan merasa menang dan Gibran ia memilih mengalah karena ia tidak ingin hanya karena masalah kecil rumah tangga menjadi hancur


" Ya udah deh tidur sana di sofa Mas" ucap Zaza dengan entengnya


" kamu nih ya za... tega banget... saya suami kamu disuruh tidur sofa" ucap Gibran dengan wajah yang memelas


" tapi mas Gibran Kalau Mas tidur dan tidur di kasur Emangnya mau Mas Gibran berenang di kolam warna merah" ucap saja pada Gibran dan Gibran pun menyerengitkan dahi.


" kolam warna merah?" tanya Gibran


" Iya Mas Gibran emangnya mas Gibran mau berenang di kolam warna merah maksud aku tuh ya kayak kalau seandainya aku bocor terus mas Gibran mau gitu kena noda merahnya?"


" ya biar nggak bocor pakai No Drop aja lah za..." saran Gibran sangat tidak membantu



hai teman teman aku ada novel baru nih. you just mampir ke novel baru aku ya.....

__ADS_1


__ADS_2