
setelah kemarin gibran menumui zaza, gibran cukup terkejut. keadaan sang istri jauh dari kata baik baik saja. istri nya selalu menangis, menangis dan menangis. Gibran pun merasa bersalah. seharusnya ia juga dapat menjaga sang buah hati.namun Tuhan berkehendak lain. ssng buah hati telah kembali .
"za...." panggil gibran dengan suara yang parau. walau gibran bersikap tegar saat dengan zaza, nyata nya gibran menangis sejadi jadinya di dalam mushola yang kala itu sepi karena pukul 03.00 malam
"hiks... hiks... in-ini gim-gimana mas..." isakan demi isakan yang zaza keluarkan membuat hati gibran tersayat sangat dalam. dan itu sangatlah sakit bagi gibran
"za... ini udah kehendak Allah.... KUNFAYAKUN . dan apapun yang di kehendaki NYA pasti akan terjadi" ucap gibran menasehati sang istri. karena sedih itu tidak boleh berlebihan
"za... kamu sama saya itu memang lagi di uji... kamu sedih boleh.... asalkan jangan berlebihan. karena apa?" tanya gibran
"karena ALLAH nggak suka orang yang berlebihan " jawab zaza sudah mulai agak tenang
"nah itu tau... jadi jangan sedih lagi ya... kita berjuang sama sama" ucap gibran membuat senyum manis mengembang di wajah sang istri
__ADS_1
" iya mas" jawab zaza .
skip pulang ke rumah~~~
" Ya Allah zaza gimana keadaan kamu?" tanya bubda gibran
" Alhamdulillah Bunda baik.... tapi..." ucapan zaza berhenti
" gak papa... Yang penting kamu sehat-sehat ya... Walaupun memang Gibran itu juga merasa kehilangan... tapi dia juga berusaha tabah karena ini memang ujian dari Allah... Dan suatu saat insya Allah akan diganti dengan yang lebih baik lagi" nasehat Bundanya Gibran
" Makasih ya Bunda sama Ayah udah mau ngedukung gue sedih saat saya lagi terpuruk kayak gini" punya saya berterima kasih karena masih banyak orang-orang yang sayang denganya
" Iya sama-sama kamu kan menantu kami jadi apapun yang terjadi sama kamu kami seharusnya support kamu" ucap Ibunda gibran
__ADS_1
" Oh ya Bun ya Gibran mau bawa saja ke kamar dulu ya supaya istirahat biar nggak terlalu ngedrop begitu keadaannya. soalnya tadi sama dokter disuruh tidur nggak istirahat deh istilahnya" ucapan pada sang ayah dan sang Bunda.
karena bunda dan ayah mengerti keadaan yang sedang terjadi saat ini yang situasi yang tidak memungkinkan..... Jadi mereka membiarkan Gibran dan Zaza mempunyai waktu tersendiri untuk menormalkan suasana hati mereka
" Jangan lupa berdoa sama Allah ya Supaya diberikan yang lebih baik lagi dan dihindarkan dari segala bala(bencana)" nasehat kedua orang tua Gibran kepada Gibran
" Ya udah ya Bunda sama Ayah juga mau pulang kebetulan nanti kakak sepupu kamu itu mau balik lagi ke sini" ucap Bunda kepada Gibran
" Iya Bun sampai ini ya salamnya Gibran buat Kak Yohan... bilang juga maaf nih nggak bisa nemenin Kak Yohan" ucap given sambil menyalimi tangan kedua orang tuanya
" Assalamualaikum Gibran" ucap kedua orang tua Gibran lalu pergi melesat di rumah Gibran menuju rumah mereka sendiri menggunakan mobil keluaran terbaru
" Iya waalaikumsalam. salamnya aja belum dijawab orang mereka langsung pergi huh" ucap Gibran geleng-geleng kepala dengan tingkah laku sang ayah yang kebiasaannya sebelum menjawab salam langsung Capcus pergi
__ADS_1
kata hati author: kalau bapaknya Gibran bersin berarti dia tahu kalau anaknya lagi ngegunjing di belakangnya