
setelah perdebatan kecil dan sesi minta maaf sudah selesai Zaza akhirnya masuk ke kamar dan Gibran pun juga menyusul.
lalu Gibran membuka pembicaraan supaya tidak hening
" za... kenapa kamu nggak coba pakai No Drop aja" saran Gibran malah membuat emosi Zaza yang aslinya mereda 80% menjadi naik kembali 80%
" Mas Gibran Kalau Mas Gibran Emang niatnya mau mancing emosi sini ke dapur yuk mumpung pisaunya baru diasah lho Mas" ucap Zaza sambil menunjukkan wajah-wajah psikopat
" Astaghfirullahaladzim nggak deh nggak jadi maaf maaf" ucap Gibran pada ZAza
^^^skip malam hari~~~^^^
pukul 02.00
" Mas Gibran" ucap Zaza pada Gibran yang tengah terlelap di sampingnya.
"hmm" ucap Gibran menanggapi panggilan dari sang istri akan tetapi Gibran tidak membuka mata karena ada rasa kantuk yang menyerang
" Mas... bocor..." ucap Zaza memelankan suaranya saat Mengatakan kata bocor
__ADS_1
" Terus kenapa za kalau bocor?" tanya Gibran masih dengan mata tertutup
" nggak enak kasurnya warnanya merah baunya amis" ucap Zaza sambil meraih hampir menangis karena Zaza meratapi nasibnya yang telah mengotori kasur dan sprei putih milik kamar keduanya
" ini maksudnya bocor darah?" tanya Gibran kepada Zaza
"hiks.. i-iya.... hiks... s-sa-sakit...." ucap Zaza sambil menangis karena perutnya yang semakin sakit
Gibran yang mendengar sang istri merintih kesakitan pun akhirnya dia bangun membuka mata. lalu dilihatnya lah kasur yang penuh dengan darah. karena panik Gibran pun segera memanggil asisten rumah untuk membersihkan spreinya. dan Gibran mengajak Zaza untuk tidur di kamar tamu
" Ya udah kamu ganti dulu aja habis itu kita tidur di kamar tamu" ucap Gibran sambil mengelus pundak Zaza untuk memberikan ketenangan pada sang empu
" Nggak udah tenang aja Ya udah yuk ganti dulu yuk atau mau Aku gantiin aja nih?" candaan yang dilemparkan Gibran berhasil membuat pipi zaza merah merona seperti kepiting rebus
" Ih Mas Gibran mah begitu"
"jahat" ucap Zaza sambil memukul pelan paha sang suami
*skip di kamar tamu~~~~
__ADS_1
" ZA*... Kamu tahu nggak bedanya kamu sama awan?" tanya gibran kepada zaza
"hmm nggak tau. emang nya apa mas?" tanya Zaza balik
" kalau awan itu kan dipaduin sama matahari itu kan nyenengin kalau kamu itu ngangenin" gombal Gibran pada Zaza
" Ih dasar buaya belum buntung ya. basi" ucap Zaza
" katanya basi... digombalin gitu aja pipinya langsung bersemu semu-semu kemerahan tuh kayak kepiting rebus
" terserah deh kalau mau ngejek tidur aja di sofa TV sana" ucap Zaza lalu Gibran mengelus dada Sabar
" ya Allah za... tega banget deh. ini suami kamu yang paling tampan ini masak disuruh tidur disofa toh za.." ucap Gibran akan tetapi sudah terlebih dulu terlelap dan menuju ke alam dream
" Ya Allah itu tadi zaza udah Doa apa belum?" gumam Gibran tapi tidak didengar oleh Zaza karena sudah tidur duluan
" nggak papa deh kalau gitu saya bentar lagi salat aja deh.... mumpung mau pukul tiga pagi" ucap Gibran lalu dia bangkit dari kasur dan dia mengambil wudhu di dalam kamar mandi
Gibran itu walaupun di luarnya sangar tapi kalau udah sama yayang wife pasti itu mau dimanja nya keluar. ya Walaupun mungkin butuh proses yang agak lama. tapi seperti kata Gibran pada waktu akad nikah Jika cinta itu bisa datang kapan saja Seiring berjalannya waktu. dan menikah itu bukan harus karena cinta. menurut Gibran menikah itu karena memang itu ibadah dan diniati karena Allah subhanahu wa ta'ala.
__ADS_1