
tok
tok
tok*
di pagi-pagi buta ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Gibran dan Zaza. dengan sangat terpaksa zaza meninggalkan alam mimpi. padahal lagi mimpi Lucas .
"iya siapa?" tanya zaza masih di selimuti rasa kantuk
" saya Papanya Guhan" ucap seseorang lelaki yang mungkin berumuran 40 tahunan. ucapan lelaki tersebut membuat mata Zaza spontan langsung membuka lebar 40 cm. eh nggak bercanda maksudnya membuka lebar
' Ini lagi lakik nya sapa sih' ucap Zaza di dalam hati
" kamu bukan Papanya Gibran. kamu bukan Papa mertua" ucap Zaza
" saya ayah kandung Guhan!!" bentak seseorang itu tadi membuat Zaza menunduk takut
" di mana Guhan?" tanya seseorang laki-laki itu sambil berteriak di dalam rumahnya
" Om Jangan teriak-teriak dong. kasihan tetangga saya masih pada tidur om jam segini" ucap Zaza agar seseorang laki-laki yang mengaku sebagai ayahnya Gibran ini mau mengecilkan sedikit volumenya.
kalian tahu kenapa? Pak Mamat tukang sate di sebelah rumahnya Gibran dan Zaza itu lagi sakit gigi. apalagi Pak Mamat itu orang Madura. jadi logatnya itu kental banget. dan kalau marah-marah tuh bisa nyelekit banget ke hati.
di dalam kamar~
"dimana Guhan?" teriak seseorang dari lantai bawah membuat Gibran terusik Dari Mimpi indahnya. pasalnya sekarang masih pukul 03.30
Sebenarnya tadi Gibran itu sedang bermimpi berpelukan bersama Zaza dan seorang anak kecil yang mungkin calon anaknya. anak itu sangat tampan. Ya maklum mawarisi ketampanan sang ayah gitu loh......
" siapa sih ZA?" tanya Gibran yang menuruni tangga Dengan mengucek matanya
" anu mas ada yang ngaku-ngaku jadi papa kamu" ucap zaza dari lantai bawah yang membuat Gibran langsung membelalakkan mata tak percaya.
" udah za, jangan diladenin" ucap Gibran dari tangga lantai 2 menuju lantai 1
Sesampainya di lantai 1 Gibran terkejut akan kehadiran sang ayah kandung. Gibran tidak menyangka jika sang ayah bisa sampai ke rumahnya.
" Guhan...." Panggil Papah kepada Guhan
__ADS_1
" saya bukan Guhan " tentang Gibran kepada sang papa
" Na kamu harus tahu keadaan Mama kamu" ucap sang Papa membuat Gibran menyerengit kan dahi yang seolah-olah menanyakan 'APA'
" Mama kamu butuh donor darah yang sama" ucap Papa membuat Gibran me roll eyes malas
" Emangnya Mama sakit apa?" tanya Gibran
" Mama kecelakaan dan sekarang kritis" ucap papa sambil menunduk dalam
" tapi gol darah aku nggak sama kayak Mama" ucap Gibran menampakan kecuekan di wajahnya. walaupun di dalam hati Gibran berdoa kepada Tuhan agar Tuhan memberikan keselamatan untuk mamahnya
" Om ,Emang gol darahnya Mama mertua apa?" tanya Zaza yang membuat Gibran dan sang Papa menoleh serempak ke arah Zaza
" gol darah mamahnya Gibran AB" jawab Papanya Gibran yang membuat zaza tersenyum
" Om gol Darah saya juga AB. berarti saya bisa kan jadi pendonornya?" tanya Zaza
"bo-" belum sempat Papa Gibran menjawab lebih dulu dipotong oleh Gibran
" kamu nggak usah ikut-ikutan za... Saya takut nanti ada apa-apa sama kamu gimana?" ucap Gibran mencegah agar Zaza tidak mendonorkan darahnya kepada sang mama. Bukannya tidak sayang ataupun tidak peduli kepada sang mama. akan tetapi, bagi Gibran Zaza itu juga penting.
" tenang aja Mas , donor darahnya juga nggak banyak kok" ucap saja berusaha meyakinkan
" udah lagi mau juga mama mertua itu lagi butuh pertolongan. Kan mas sendiri yang bilang kalau ada orang yang butuh pertolongan jika kita mampu maka kita harus membantu kan?" tanya Zaza membuat Gibran menghela nafas berat
" Ya udah deh kamu boleh kok donorin darah kamu" ucap Gibran membuat hati Sang Papa lega.
walaupun saat masuk rumah tadi Papanya sempat tidak suka melihat Zaza, akan tetapi Papa dari sosok Gibran itu terkagum-kagum dengan sang menantu. walaupun sang menantu baru pertama kali melihatnya datang di rumah ini, akan tetapi sang menantu tidak ragu-ragu untuk membantunya
" Makasih ya Nak zaza" ucap Papanya Gibran sambil mengelus Puncak kepala Zaza. dan endingnya langsung ditepis kasar oleh Gibran
" jangan memanfaatkan Kesempatan Dalam kesempitan" ucap Gibran datar
" jangan memanfaatkan Kesempatan dalam kesempatan kali mas?" tanya Zaza dan langsung mendapat cubitan pelan di lengannya
" yah yang bener jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan Zaza" ucap Gibran menggebu-gebu
" Ya udah deh iya iya Mas santai aja santai boy" ucap saja sambil menggandeng tangan Gibran
__ADS_1
isi hati papa mertua cek👇
' tenang kalau istri lo udah sadar lo mesra-mesraan di depan mantu lo'
' tapi apalah daya istri lagi terbaring lemah'
awok awok..... Eh tiba-tiba ada teman yang tidak Diundang. yaitu Aya
balik lagi ke cerita
*di rumah sakit~
setelah donor darah*~~~~
" Mas ternyata rasanya abis donor darah itu Lemes ya" ucap saja yang diangguki oleh Gibran.
" lemes bestiiihhhh" ucap zaza meng ALAY
" dengan Wali dari saudara melati?" tanya seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi Mama melati.
" saya dok. saya menantunya Mama mertua cantik Melati sama Papa mertua ganteng" ucap saja sambil menaikkan satu tangannya
" jadi begini keadaan saudara Sudah mendingan daripada hari yang kemarin. dan mohon karena memang saudara perlu dirawat di sini dengan Intens karena memang ada beberapa faktor. yang pertama adalah memang dari faktor kecelakaan. yang kedua memang dari faktor mental" ucap bu dokter yang langsung diberi pertanyaan oleh Zaza
"mental? mental itu bukannya melayang gitu ya gara-gara kena tinjuan gitu?" tanya Zaza yang membuat bu dokter dan orang-orang yang kebetulan lewat dan mendengar ucapan Zaza pun tertawa
" itu mental " ucap dokter
" lah tadi bu dokter bilang kan mama mertua saya yang paling cantik katanya yang kedua karena faktor mental. jadi Mama saya mental karena ditendang siapa?" tanya Zaza yang hanya mendapat gilingan dari orang-orang sekitar termasuk dokter cantik
" nggak usah dipikirin sekarang Jika kalian ingin menjenguk pasien silahkan dijenguk tapi tidak boleh melebihi dari 3 orang" ucap dokter dan dibalas anggukan oleh Zaza serta Gibran
" Makasih banyak bu dokter" ucap Zaza yang dibalas anggukan oleh bu dokter dan bu dokter pun melanggar pergi untuk mengurus pasien yang lainnya
yuk follow Akun AYA
*******: Mbahduki
noveltoon: sin_tia2501
__ADS_1
Tik Tok: Agustina sintia
Instagram: sin_tia 2501