
"iya lah ini khusus buat istri tercinta" ucap gibran
"mwehehe....bagus banget boneka nya" ucap zaza. karena gibran memberi ia hadiah sebuah boneka mochi
"bilang apa...." ucap gibran seperti seorang ayah
" maacihhhhhhhhh bbbbbbuuuuuuuuuaaaaannnnnnnnyyyyyyuuuuuuuuaaaaaaaakkkkkkk" ucap zaza dengan riang dan gembira
"nggak kebanyakan tuh huruf nya za?" ucap gibran dengan tawa renyah di akhir kata
"nggak" ucap zaza dengan menggembung kan pipi
" ululululu.... zaza nya gibran ngambek nich?" tanya gibran sambil menguyel nguyel pipi zaza yang tekstur nya sama seperti boneka mochi
" siapa juga yang marah" ketus zaza pada gibran
" ulululu... iya iya.... lah terus kenapa itu pipi radk merah?" tanya gibran yang melihat pipi zaza memerah
" mau peyukkkkk" ucap zaza sambil bergelayutan di lengan gibran
"iyaaaaa" ucap gibran
" eh tapi mau bakso" ucap zaza
" kok tiba tiba?" tanya gibran
" enggak tau. kenapa ya kok tiba tiba?" tanya zaza dan mendapat sentilan di dahi nya
" ih kok di sentil" ucap zaza mempout kan bibir
__ADS_1
" yaudah ayok kita beli bakso" ajak gibran . ia mengadahkan tangan kananya untuk menggenggam tangan kiri zaza. akan tetapi zaza tak kunjung menerima uluran tanganya. membuat gibran menyrengit heran. dan balik menatap zaza
" kenapa?" tanya zaza
" kamu ..." ucap gibran menggantung
" Oh itu ya , 'kamu beli aja sendiri" ucap zaza dengan santai nya
" hmm... yaudah... ati ati ya... di rumah nya" ucap gibran
" iya mas....." ucap zaza
" yau dah ya ... mas mau beli bakso di tempat makanya pak Jainudin dulu ya..." ucap gibran
" iya mas...." ucap zaza . lalu gibran mengambil jacket dan langsung cap cus ke warung pak Jainudin
" pak saya pesen bakso ndower nya satu ya" ucap gibran
" yes" ucap pak Jainudin. gini nih efek efek ketularan virus bahasa inggris
" hihihi" tawa gibran yang nyaris tak terdengar
5 menit kemudian
" ini nih pesanan nya mas gibran" ucap pak Jainudin
" eh iya pak... berapa?" tanya gibran sambil menerima pesananya
" 40 ribu ya mas..." ucap pak Jainudin
__ADS_1
" ini pak uang nya ... ambil aja kembalianya" ucap gibran
" eh ini uang bener mas?" tanya pak Jainudin. pasal nya uang yang di bawa gibran nominal nya seratus ribu rupiah
" iya pak... saya permisi dulu ya..." pamit gibran lalu mengucap salam
" assalamualaikum pak..." pamit gibran
brukk
gibran tidak sengaja menabrak seorang
" eh maaf ya-" ucapan gibran terhenti saat ia melihat siapa yang di tabrak nya
" guhan... please... balik ya..." ucap sesoorang yang ia tabrak tadi
" sorry gw nggak bisa balik lagi" ucap gibran
" kapan pun mau balik kita selalu ada buat lo. mau nggak perlu takut karena kita selalu ada buat lo Disini" ucap sesoorang yang di tabrak nya tadi
" gue udah mutusin buat nggak mau balik lagi. dan Kenapa kalian masih maksa? gue bilang gue nggak mau ya nggak mau ngerti! gue sekarang udah punya istri dan kalian harus tahu posisi gue" ucap Gibran kepada orang yang ditabraknya tadi
" Iya gue tahu" ucap seseorang yang ditabraknya tadi
" dari mana lo tahu?" tanya Gibran Curiga dengan orang yang ditabrak nya tadi
" itu Enggak penting kita tahu dari mana. tetapi yang pasti Kapan mau balik lagi?" tanya orang yang Gibran tabrak tadi
" gue udah putusin gue nggak mau balik lagi" ucap Gibran lalu melenggang pergi
__ADS_1