
"uma...,abah kan mau ke jawa tengah...,nah.."ucap Aaron menggantung
"nah apa?"tanya Zaza
" Nanti kita surat-suratan aja sama abah "-usul Aaron
" zaman sekarang udah ada handphone Nak Kenapa harus pakai surat-suratan" tanya Zaza yang heran dengan ide konyol sang anak
" ya nanti kalau uma rindu gimana sama abah hayo kalau nggak surat-suratan gimana?" tanya Aaron
" kan nanti bisa video call-an lewat aplikasi WhatsApp" jawab Zaza
" nanti kalau seandainya handphone nya Abah nggak punya pulsa gimana ?Habis pulsanya"-Aaron
" kan Abah kamu kan dari sononya Emang asli orang kaya. ya nanti kalau pulsanya habis kan tinggal beli" ucap Zaza
"iiihh...uma... pokoknya pengen surat-suratan" Aaron
" kan nanti yang ikut Abah ke sana kan kamu bukan Fanan " ucapan dari Zaza berhasil membuat Aaron melongo
__ADS_1
" kan Aaron Kan Adik..., Nanti kalau pipis ngompol di jalan gimana?" ucap Aaron meyakinkan Zaza supaya Fanan yang ikut dengan sang Abah
" kan kamu udah besar mana mungkin mau ngompol" Zaza tahu Cika putranya yang satu ini tidak bisa pisah dari Zaza alias lengket
" ya kan namanya di perjalanan pakai mobil nanti kalau tiba-tiba kebelet pipis nanti mau keluar tapi nggak ada toilet. jadinya gimana lagi kalau nggak ngompol?" ucap Aaron
" Ya udah nanti uma bawain Pampers" ucap Zaza lalu tertawa pelan
" kan Aaron udah gede Masa harus pakai pampers?" ucap Aaron yang menyangkal bahwa dirinya bukanlah anak kecil yang menggunakan Pampers
" Nah itu ngaku kalau udah gede" ucap Zaza yang membuat sang Putra memukul pelan bibirnya beberapa kali
" Makanya kalau emang kamu nggak mau ikut sama abah bilang sendiri sama Abahnya jangan malah bilang ke uma"-Zaza
" Iya dek Uma nanti Aaron bilang ke abah supaya Fanan yang ikut sama abah"-Aaron
" Assalamualaikum istriku tersayang" suara siapa itu wahai saudara? suara hantu. canda...
Gibran pun mengucap salam ketika ia membuka pintu rumah. baru saja melangkah kaki nya sudah diterjang oleh Aaron.
__ADS_1
" Ada apa anak abah yang satu ini?" tanya Gibran kepada anaknya yang paling bungsu ini
" Abah yang ikut Abah Kak fanan aja ya jangan aku..."-Aaron
" keleh kalau ada maunya aja bilang kakak kalau nggak ada maunya Hah bilangnya langsung pakai nama"-Fanan
" Emangnya nggak mau nemenin Abah?" tanya Gibran kepada anak bungsu nya
" Ya udah deh nanti fanan sama abah" ucap Gibran yang mengerti jika anaknya yang paling bungsu ini memang tidak bisa pisah dari sang istri.
Gibran sih maunya juga tidak ke luar kota. tapi apalah daya..., perusahaan juga yang nerusin Gibran. jadi mau nggak mau harus ngurusin banyak cabang dan mau nggak mau juga Gibran harus pindah-pindah tempat.
" tapi nanti kita surat-suratan ya?"-Aaron
" zaman dulu aja pengen ada kayak kalau telepon tuh bisa tatap-tatapan wajah. lah sekarang ada yang namanya video call malah pengen surat-suratan lagi balik ke zaman dahulu. ini si Aaron ada masalah apa sih? Oh yang ikut Abah kan Fanan bukan Aaron. Kenapa jadi dia yang ribet sih?"-Fanan
" Ya udah gini aja deh nanti kan Uma kan punya WhatsApp..., Nah nanti Aaron nulis di kertas terus difotoin terus dikirim ke abah"-Aaron
" Iyain ajalah"-Fanan
__ADS_1