Assalamualaikum Calon Suami

Assalamualaikum Calon Suami
Rumah Mbah


__ADS_3

"Uma......mbah mana?"tanya Aaron pada Zaza


"mbah?"tanya Zaza. Zaza sedikit kaget karena anaknya mengucapkan kata Mbah.


dari anak-anaknya zalzalahir sampai sekarang Zaza nggak pernah ngajarin mereka bahasa Jawa. tapi kenapa itu anak bisa tahu bahasa Jawanya nenek itu Mbah.


" Kamu nyari yang cewek apa cowok ?" tanya Fanan kepada Aaron


" ya Yang cewek lah. Kan aku tadi bilangnya Mbah" ucap Aaron


" Mbah itu sebutan untuk orang orang tua dari Ibu Ayah kita. ya kalau kamu panggilnya Embah itu yang lengkap. Mbah Uti ..., Mbah Kakong..., Jangan cuman mbah." ucap fanan menjelaskan apa itu kata mbah


" Oalah Ternyata begitu to....." -Aaron


" Uma mau nanya ke kalian" ucap Zaza sambil menatap tajam kedua anaknya. yang ditatap malah melayangkan tatapan tajam juga. anaknya Zaza dan Gibran itu sebenarnya kalau masih kecil-kecil begini harapannya bersikap lucu apa manja gitu ya......, itu sih pengennya Zaza. lah sekarang punya anak- astaghfirullahaladzim....., punya anak Kenapa pada cool semua.


Maksudnya aku di luar menjadi dalam begitu loh......


" kalian tahu bahasa Jawa dari mana?" tanya Zaza sambil meletakkan beberapa buah-buahan di meja ruang tamu


" teman kami yang namanya Jono yang ngajarin...., Uma" jawab Aaron mendahului fanan


" kamu itu Adik kenapa sih selalu ngedahuluin mulu" ucap fanan tidak terima


" ngambek ngambek ngambekan mulu deh. kan harusnya itu ada yang lebih banyak ngambek daripada kakaknya" ucap Aaron menyindir fanan


" kamu nyindir?" tanya fanan


" aku nggak pernah nyindir Kak fanan. tapi kalau kakak nan ngerasa sih ya Aron nggak masalah juga sih" ucap Aron yang membuat fanan semakin dongkol


" Gue laporin Abah lo" ancam fanan


" nganceman mulu lo" ucap Aaron

__ADS_1


Zaza mulai merasa jika hawa-hawa di sini sudah tidak enak. pasalnya anak jaza akan berbicara dengan bahasa gue lo hanya ketika mereka sudah sangat kesal. kalau mereka kesal terus ngambek mereka akan lama ngambeknya. kalau ngambek bukannya musuhin yang di ngambekin tapi serumah kena semua. makanya Zaza kalau udah ngerasa hawa-hawa nggak enak seperti situasi sekarang ini...., sebagai ibu yang baik harus mengeluarkan jurus singa mengamuk


" ayo terus berantem Ayo terus terus" ucap Zaza yang sudah Jengah dengan keadaan ini dan Zaza memilih untuk mengompori saja. eh malah keduanya diam.


Aaron sama fanan nggak seru ih:v


" Kenapa diam?" tanya Zaza yang tidak dijawab oleh kedua anak itu. lebih tepatnya kedua anak itu sudah takut jika umanya begini


" Kenapa nggak dilanjutin aja? nggak sekalian di tengah lapangan atau di tengah jalan sana? biar diliatin sama semua orang" ucap Zaza dan Aron serta fanan hanya bisa menunduk dan diam sambil menahan air mata


Aaron dan panan itu sebenarnya mempunyai jiwa-jiwa cengeng akan tetapi mereka itu seperti menjaga image. kan keturunannya Mbah Kakung


" Maaf Uma" ucap keduanya kompakan


fanan sempat menatap sengit kepada Aron dan Aaron juga menatap sengit kepada fanan. akan tetapi semua itu berhenti karena tiba-tiba Gibran masuk ke dalam rumah sambil membawa sebuah surprise


" Assalamualaikum......... Abah datang......" ucap Gibran dengan riang dan gembira tanpa ada beban sedikitpun


" Abah pelanin dikit dong suaranya" Gibran yang mendengar ucapan sang anak pun langsung melihat ke arah Zaza. dan ternyata benar saja sudah menjadi singa yang siap menerkam mangsanya


" kenapa? mau bilang apa Mas? sabar lagi?" tanya Zaza kepada Gibran dengan nada yang Ketus


" nggak jadi Za..., Cuma manggil aja" rawat Gibran karena Gibran juga sebenarnya tidak berani


" Kenapa pada diem semua?" tanya Zaza dan Aaron pun memberanikan diri untuk menjawab


" kan kata uma..... kalau orang tua lagi bicara nggak boleh dipotong" ucap Aron yang berhasil mendinginkan suasana hati Zaza


"uma..... kalau kita sedang dikuasai amarah, sebaiknya kita berwudhu untuk menenangkan hati dan pikiran" ucapanan yang membuat Zaza tersenyum


" happy birthday Aaron dan fanan" ucap Zaza dan Gibran bebarengan yang membuat Aaron dan fanan membelalakkan mata tak percaya


" surprise"- Gibran

__ADS_1


" yang tadi cuman prank kok...," ucap Zaza sambil mengangkat kedua jarinya menandakan peace


" yang bener uma?" tanya Aaron masih tidak percaya


" iya bener Yang tadi Uma Cuman nge-prank..., ini juga ide dari Abah" ucap Zaza lalu Gibran maju 3 langkah ke depan. jadi menyesuaikan tempatnya sejajar dengan Zaza gitulah.


" Abah punya kejutan buat kalian berdua" ucap Gibran yang membuat Aaron dan fanan penasaran. dan sangking penasarannya sampai mimik wajah mereka tuh berbinar-binar


" ini dia...." ucap Gibran menunjuk sebuah kotak besar yang ukurannya sekitar 1,6 meter


" Ya tapi ini isinya apa sih abah?" tanya keduanya kompak


" Coba deh kalian gunting pitanya" saran Gibran yang disetujui oleh Aaron dan fanan


" satu....."


" kaleh...."


" tilu....."


ckrik


seutas tali pita telah terpotong dan terbukalah kotak besar tadi.......


yang isinya adalah..........


nungguin ya........


.


" Mbah........" teriak keduanya menggelegar sampai ke depan kawangannya Pak Somat


" Mbah Kakung apa kabar?" tanya fanan sambil menyalimi tangan kakeknya

__ADS_1


" kalau mbah Uti apa kabar?" tanya Aron sambil menyalimi tangan sang nenek


" Alhamdulillah baik.... Aduh cucunya mbah udah pada gede ....." ucap sang nenek dan kakek sambil mengelus pucuk kepala Aron dan fanan secara bersamaan


__ADS_2