
hari ini Zaza dan Gibran sudah tidak ada di penginapan lagi. karena Gibran dan Zaza akan pindah ke rumah yang sudah diberikan oleh ayah dan ibu Gibran. Gibran sudah menolaknya. akan tetapi kedua orang tuanya tetap bersikeras untuk memberikan rumah itu untuk Gibran dan Zaza. Katanya sih hadiah pernikahan.
"Mas gibran.... rumah nya kok gede?"tanya zaza. ya karena rumah ini lebih besar daripada rumah kedua orang tuanya. rumahnya dulu. rumah orang tua Zaza memiliki 3 tingkat. dan ini malah ada 4 tingkat. pikirnya hanya tinggal berdua kenapa rumahnya sebesar ini.
"hehehe.... kata Bunda sama Ayah biar gak mubazir Nanti anaknya bikin yang banyak." ucap Gibran polos.
lalu Zaza pun menggeplak lengan Gibran. Gibran ini tidak tahu atau pura-pura saja. dan berakhirlah sekarang pipinya memanas karena malu. seperti kepiting rebus.
"massss...... jangan gitu dong ngomong nya" ucap Zaza pada Gibran
lalu Gibran pun bertanya" emangnya kenapa? ada yang salah gitu dengan kata anak dan banyak?" ucap Gibran dengan otak yang belum connect
" Mas aku ini masih muda loh" ucap Zaza sambil membuat mimik wajah seperti orang yang sedang meminta ampun
" Lah emangnya kalau masih muda Kenapa?" tanya Gibran lagi
__ADS_1
"auk ah Mas Gibran mah gitu kok naikin dikit dong sama kata-katanya tadi" ucap Zaza dan Sedetik kemudian otak Gibran pun connect
"YA ALLAH.... ternyata Pipit kamu yang tadi kayak kepiting rebus itu gara-gara ucapan aku tadi?" tanya Gibran dan dijawab anggukan oleh zaza
" Oh ya tapi beneran deh emangnya mas Gibran mau punya anak berapa?" tanya Zaza pada Gibran. lalu Gibran pun mengetuk-ngetukkan jarinya pada dagu.
"hmm... kayaknya lima aja deh" ucap Gibran lalu mendapat depan tajam dari Zaza
skip mau sholat maghrib》》》》》
" kamu mau tanya apa?" tanya Gibran balik
" suami itu kan katanya kan pemimpin dalam rumah tangga" ucap Zaza dan dijawab oleh Gibran
" Emang iya tugas suami itu jagain keluarganya nafkahin keluarganya dan kalau keluarganya berbuat dosa pastinya seorang kepala keluarga itu akan dimintai pertanggung jawaban" ucap Gibran pada Zaza
__ADS_1
" Enggak maksud aku tuh kayak tugasnya itu ada nggak sih Yang gantiin pokoknya anak terus ngebilas eeknya anak" ucap Zaza
" Ya itu kan tugas istri ZA" mendengar kata eek saja sudah membuat Gibran jijik. walaupun di Benci Tapi Gibran tahu jika dirinya dan Zaza sudah dikaruniai seorang anak maka jika Za repot maka seharusnya Gibran sebagai suami yang siap siaga harus selalu setia dan membantu istrinya
" tapi Za kalau seandainya kamu repot aku akan gantiin tugas itu" jawab Gibran yang membuat wajah Zaza semakin sumringah
" Ya Allah adem banget deh Zaza punya suami kayak Mas Gibran " Uza membuat senyum tipis Terukir di wajah tampan Gibran
" Oh ya Za Kamu tahu nggak kalau seorang anak itu adalah titipan dari Allah?" tanya Gibran kepada ZAza. Kenza pun menjawabnya dengan anggukan
" iya tahu kok mas Gibran kalau anak itu adalah karunia dari Allah" jawab zaza
" berarti kalau seandainya kita punya anak dijaga baik-baik" ucap Gibran selalu mendapat keplakan kecil dari Zaza di kepalanya
" Ih Mas Gibran Ya jelaslah kalau punya anak Dijagain Mas gibran.masak di glundungin kayak telur gitu terus langsung duor pecah jadi 3" ucap Zaza dan tiba-tiba saja Gibran dan ketawa-ketiwi sendiri.
__ADS_1
menurut jaza yang dinamakan Hari Terindah adalah hari dimana ada senyum bahagia di keluarga. senyuman tulus dan hangat yang diberikan untuk men-support dan menjaga hati satu sama lain. zaza Tak Ingin masa lalunya terulang kembali.