
"Tapi mas gibran itu jahat" ucap nya pada gibran
"ya maka dari itu, karena kamu bilang saya jahat, saya minta maaf sama kamu" ucap gibran
"tapi udah di maafin kok" ucap zaza
"b-beneran?" tanya gibran tak percaya
"iya emang udah dimaafin dan sekarang sana pulang" -zaza
"zaaa......"
"ekhem" dehem seorang dari belakang mereka
"e-eh bunda" ucap gibra sambil menyalimi tangan sang bunda mertua
"hmmm iya nak gibran.tumben nih baru malam pertama aja udah kabur dari rumah"ucap bunda sambil terkikik
__ADS_1
"bund...." kode zaza supaya bundanya tidak berkata yang lain lain
"zaza... nggak papa kan mamah minta penjelasanya nak gibran nih" ucap bunda
" jadi begini Bunda saja itu saya kira ngambek sama saya saya tanyain nggak dijawab Terus akhirnya saya inisiatif deh beli martabak soalnya saya tahu dari temannya zaza kalau jaga itu suka martabak tapi pas saya mau keluar jajan nyatanya Saya mau ke mana ya saya bilang mau beli martabak tapi karena sudah nyuekin saya terus saya gini deh Tante tadi aja nyuekin terus pas saya mau keluar beli martabak baru dia nanya Saya mau ke mana. martabak aja connect saya nya nggak." ada Gibran pada Bunda mertuanya
" oh jadi gitu ceritanya, cuman perkara martabak aja langsung pergi gitu... Emangnya Gibran anak bunda tuh baperan" ucap Bunda zaza menyindir dengan kata baperan.
" jadi itu tante ceritanya terus saya dari tadi itu buat ke sini tuh buat ngebujuk Zaza tante supaya Za balik lagi ke penginapan. sepi banget Tante kalau nggak ada ZaZa." ucap Gibran pada benda mertuanya
" Zaza kan udah jelas sekarang ternyata Gibran itu ngiranya kamu itu marah terus dia mau beliin kamu martabak tapi ya memang Mungkin kalian memang pengantin baru belum mengerti ya. Jadi sekarang gimana kamu mau ikut Gibran balik atau tetap disini . kalau tetap disini kamu harus bangun pagi-pagi loh.... jam 3 pagi Bunda masak ya buat masakin tamu lah klien lah dan lain lain" ucap Bunda mengompori supaya Za pulang bersama sang suami
" Zaza gini ya kamu tuh udah punya suami jadi yang nanggung kamu tuh suami kamu Ayah kamu udah nggak ada tanggungan karena tanggungan itu bakal ditanggung sama suami kamu" ucap Bunda menasehati sang putri tercinta
" Iya deh Bunda aku ikut Mas Gibran pulang lagi deh" ucap Zaza membuat Bunda dan Gibran menghela nafas lega
" Alhamdulillah zaza" ucap Bunda dan Gibran bersamaan
__ADS_1
" Tuh kan kalian kesannya tuh maksa Zaza buat bilangin iya" ucapnya sambil mengerucutkan bibir
" Enggak kok Zaza" ucap Gibran sambil memeluk Zaza
Zaza yang menerima perlakuan tiba-tiba dari sang suami pun kaget tapi Sedetik kemudian Zaza membalas pelukan Gibran
" Tapi ada syaratnya loh mas Gibran"
Gibran menyerngit heran syarat Apa yang dimaksud sang istri." Emang syaratnya apa za?" tanya Gibran pada zaza
" syaratnya adalah Mas Gibran harus beliin aku martabak. mulai dari yang varian coklat keju pokoknya semua deh" ucap Zaza dan diacungi jempol dua oleh Gibran
" Iya nanti pasti saya beliin deh 5 box nanti" ucap Gibran meyakinkan Zaza.
karena pada asal-usulnya Gibran itu adalah keturunan anak orang kaya jadi hartanya mungkin tidak akan habis 7 turunan. akan tetapi dia tidak pernah menyombongkan harta yang dia punya. dan karena dia itu tidak membedakan derajat makanya Gibran mempunyai banyak teman. tapi Gibran juga tahu batasan berteman.
" Iya deh nanti saya beliin satu toko deh" ucap Gibran membuat zaza tak percaya.
__ADS_1
" emang beneran Mas Gibran?" tanya zat dan Gibran orang tertawa
" bercanda ZA..." ucapnya tapi saya tidak marah karena sekarang ia sudah mulai menghangat dengan candaan kecil yang di lontarkan gibran