Assalamualaikum Calon Suami

Assalamualaikum Calon Suami
Durin?


__ADS_3

Sekarang pukul jam 2 malam. seperti biasa zaza ingin mengambil minum. akan tetapi saat dirinya hendak menuju ke dapur bunyi notifikasi dari ponsel Gibran mengalihkan perhatiannya.


di ponselnya tertera nama Durin


sebuah pesan yang mengejutkan Zaza. pesan itu bertuliskan' kalau lo emang mau nyerah Jangan nyerah sekarang. Kenapa karena lo itu kasih kesempatan satu kali sama Tuhan. download sekarang juga udah punya istri lo juga harus bisa Bangkit dari keterpurukan itu. banyak orang yang sayang sama lu dan Lu harus tahu itu' seperti itulah pesan yang dikirim atas nama durin itu


" durin siapa ya? Kok kayaknya dia berusaha nyemangatin Mas Gibran ya? tapi keterpurukan Apa yang dimaksud? Kenapa Mas Gibran gak cerita sama aku sih? padahal kan aku istrinya" ucap saja kesal sendiri


lalu tiba-tiba Gibran bangun dan Gibran melihat sang istri sedang membuka isi handphonenya. lalu Gibran menghampiri Zaza


" Za kamu lihat apa?" tanya Gibran kepada Zaza


" durin siapa sih Mas?" tanya Zaza


"du-durin?" tanya Gibran sedikit terbata


" Mas kamu Ternyata tega ya diam-diam kamu selingkuh sama si duren ijo. ternyata kamu tega ya Mas! Aku selama ini berusaha mencintai kamu ngertiin. kamu. kenapa sekarang? kenapa sekarang saat aku mulai cinta sama kamu Kamu malah menghianati aku" ucap Zaza


" gak gitu... za .. coba kamu dengerin dulu-" ucapan Gibran terpotong karena Zaza menyambar ucapannya

__ADS_1


" udahlah Mas Capek aku sama kamu" ucap saja lalu selesai berlari ke kamar. Gibran pun mengejar sang istri. akan tetapi pintu kamar sudah dikunci rapat rapat rapat


" coba kamu dengerin aku dulu"


" aku nggak ada apa-apa sama durin"


" aku mohon sama kamu"


" kamu jangan pernah lelah sama aku"


" aku menikahi kamu sudah pasti aku mengucap janji suci pernikahan kita. bawa aku tidak akan meninggalkan mu. sayang kamu satu-satunya wanita yang ada di hati dan selamanya takkan pernah terganti." foto Gibran dari balik pintu akan tetapi hanya isakan yang terdengar


sudah malam akan tetapi Zaza belum juga keluar dari kamarnya. sebenarnya Gibran sangat mengkhawatirkan keadaan Zaza. Untung saja Gibran ingat jika Gibran mempunyai kunci cadangan kamar-kamar yang ada di rumah. lalu perlahan Gibran pun membuka knop pintu kamar Zaza


" ZA..." Panggil Gibran membangunkan Zaza.


" ngapain Di Sini?" tanya Zaza pada Gibran


" Aku khawatir sama kamu" ucap Gibran melirih

__ADS_1


" ngapain pakai khawatir khawatir an segala?" tanya Za dengan nada dingin


" Za Aku mau jelas-" ucapan Gibran pun terpotong oleh ucapan Zaza


" Cepet jelasin" potong saja terlebih dahulu


" duren itu sahabat aku za... sahabat aku saat aku belum mondok dulu ZA... kita juga sering bareng-bareng kok" ucap Gibran mengenang masa lalunya


hadits Azza seperti ditusuk ribuan jarum mendengar perkataan sang suami. ternyata duren itu adalah sahabat sang suami. Mungkin saja kan mereka dulu pernah suka.


" Jadi benar kamu sama durin itu ada hubungan?" tanya saja dan kemudian setetes air mata pun berhasil mengalir di pipi putihnya


" nggak gitu ZA... Aku dulu juga punya dua teman cowok ZA.. aku durin serta kedua cowok itu itu kami bersahabat. kami Dulu sering menghabiskan waktu bersama. sampai sebuah tragedi memisahkan persahabatan kami." jawab Gibran lalu mimik wajah Gibran menjadi sedih


" tragedi apa Mas?" tanya Za karena tiba-tiba saja saja melihat kondisi muka Gibran yang berubah drastis


" sebuah tragedi yang lama kelamaan akan terungkap Akan tetapi tidak boleh terungkap sekarang karena sekarang bukanlah waktunya" ucap gibran


" tapi kamu mau maafin aku kan?" tanya Gibran

__ADS_1


" Iya kali ini aku maafin" ucap zaza lalu ZAza dan Gibran berpelukan


__ADS_2