Assalamualaikum Calon Suami

Assalamualaikum Calon Suami
keguguran?


__ADS_3

"za... kamu serius mau kuliah?" tanya Gibran kepada Zaza


" Iya Mas emangnya kenapa?" tanya zaza kepada Gibran


" kan kata dokter kan kandungan kamu kan masih belum kuat nanti kalau seandainya terbentur esuatu gimana za.." tanya Gibran pada Zaza mengutarakan kecemasan yang ada di hatinya


" Kan Dede bayinya kuat.... mana mungkin Dede bayinya bakal terluka... kan lagipun pula ada Bundanya yang selalu ngejagain" ucap Zaza berusaha meyakinkan Gibran


" yang bener kamu Za kamu bisa jaga kandungan kamu?" tanya Gibran masih ragu.


" Mas Gibran aku pasti bakal jaga. Insyaallah seandainya Allah melindungi aku dan Dede bayi maka aku dan dedek bayi akan selamat" ucap Zaza lagi pada Gibran


lalu Gibran pun mengangguk untuk mengiyakan. bukannya Gibran tidak mengizinkan untuk pergi kuliah. dan bukan juga Gibran tidak percaya Jika saja bisa menjaga kandungannya. akan tetapi Gibran takut jika nanti ada seseorang yang ingin berbuat jahat kepada sang istri dan calon anaknya Gibran takut terjadi sesuatu dengan keduanya.


" Ya udahlah Mas ayo kita berangkat. nanti kalau seandainya ada sesuatu yang mau nyelakain aku ataupun Dede bayinya nanti bakal aku laporin ke Mas Gibran biar sama Mas Gibran dijewer" ucap Zaza sedikit mencairkan suasana


" Iya iya ya udah nanti Dede bayinya tendang aja ya yang mau mukul Bunda kamu sama kamu atau yang mau nyelakain Bunda kamu sama kamu pokoknya tendang aja dedek bayi" ucap Gibran sambil mengelus-elus perut Zaza yang masih rata


" Ya udah kita berangkat" ucap Gibran sambil menggandeng tangan kanan Zaza pergi ke mobil


walaupun sebenarnya author yang nulis autornya ngarang cerita Tetapi entah kenapa author juga iri dengan kedekatan dan kemesraan mereka wahai saudara-saudara. sayang deh aku ntar aja belum Kuliah. pasti kalau mau nikah masih lama lagi. apalagi auto kan ngefans banget sama Gus Azmi.


" Mas Mas pasangin selt belt nya dong" ucap Zaza pada Gibran dengan nada yang manja. kalau menurut Gibran Zaza sekarang perasaan hatinya gampang berubah-ubah. kemarin malam aja pukul 2 saja minta dibeliin Topokki Untung aja ada persediaan Topokki di kulkas. eh baru makan satu suap aja katanya udah kenyang tapi katanya tadi pas belum buat Topokki Katanya gini^ bakal aku habisin itu satu wadah kalau perlu nanti aku habis lima mawaddah^


dan ternyata pretttt....


zonk..... katanya mau menghabiskan 5 wadah sekaligus ini apa baru satu suap aja katanya udah kenyang banget ganti pengen makan ketoprak


guys Maaf ya Kalau mungkin ada salah kata dari auto Soalnya ini aku ngetiknya sambil lihat shopee yang kebetulan ada nct Dream nya ya ampun.....

__ADS_1


Haenchaniii๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‚


" Za udah sampai ini kamu mau turun Apa mau di mobil?" tanya Gibran pada zat yang dari tadi malah memegangi selt belt


" Ya turun lah masa di sini terus nanti kalau si Pak Yanto udah dateng gimana kan Mampus aku Mas kalau dihukum nanti dede bayi kenapa-napa loh" ucap Zaza menyalahkan Pak Yanto


di ruangan lain~~~~


" hachimm~~~" suara bersin Pak Yanto terdengar menggelegar sampai ke garasi mobil khusus dosen


" ini siapa ini? Siapa ini yang berani-beraninya menggunjing saya di belakang saya" ucapkan Yanto di ruangannya


kembali ke zaza dan Gibran>>>>>>>


" Ya udah ya Mas Aku turun dulu assalamualaikum" ucap saja sambil menyalami tangan sang suami


" Mas Gibran Mah mentang-mentang sekarang aku lagi ngandung anaknya Mas Gibran aku enggak dipeduliin oleh anaknya yang dipeduliin" Omel zaza


" Ya udah iya udah istrinya Gibran jaga diri baik-baik juga ya Gibran sayang Lho ini" ucap Gibran lalu mencium pucuk kepala zaza


lalu Zaza masuk ke dalam kampus


" Eh itu tuh Zaza yang katanya nikah sama Gibran. Perasaan tuh ya Gibran itu pantasnya sama lo fel. bukan sama si zaza" fisik salah satu gadis berambut pirang dan sedikit ikal kepada gadis di tengah yang memiliki tinggi sekitar 163 cm


"cih.... gadis ingusan kayak gitu kok disukain sih sama si Gibran" ucap Gadis itu sambil mendecih


" jus kita samperin " ucap si bocah dengan tinggi 163 cm itu kepada seseorang yang bernama jusy


" Heh loh kan istrinya Gibran?" tanya sang gadis sambil mendorong bahu Zaza

__ADS_1


" apa yang kamu bicara in?" tanya Zaza karena ia tidak memberi tahu anak-anak kampus tentang pernikahannya dengan Gibran akan tetapi melainkan hanya sahabat-sahabatnya


"cih... cewek ingusan Kayak lu kok bisa ya disukai sama Gibran.... cewek yang cuman ngandelin pakai hijab doang aja pakai disukai sama si Gibran.. Bagusan juga gue... body gue body Goals... gue tinggi gue putih Hidung gue mancung mata gue juga nggak sipit gue kan perfect" sombong bocah itu kepada Za dan dia mendorong saja lagi yang sinyalnya menabrak meja dan perutnya terbentur sudut lancip meja


" sakit..." ucapkan saja yang membuat ketiganya langsung panik dan berlari berhamburan pergi dari tempat itu supaya mereka tidak dikerubungi dan dihakimi oleh para siswa siswi


" Zaza" teriak nisa dari kejauhan


" kok enggak papa Za ini gimana?" tanya Nisa pada Rihan


" kita mau ke rumah sakit aja yuk nanti biar gue hubungin si Gibran deh" usul Rihan yang dijawab anggukan lalu mereka bergegas pergi menggunakan mobil si Rihan


kalau kalian tanya kenapa Gibran hari ini memakai mobil? karena papanya ngancam kalau si Gibran nggak pakai mobil itu baru mobil baru bakal distop atm-nya terus melekatnya pokoknya kartu-kartu limited edition nya tuh bakal distop sama gamenya Gibran bakal distop juga


" Halo Gibran Istri lo lagi di rumah sakit" ucap Rihan mengawali telepon itu langsung to the point tanpa basa-basi


" ah istri gue kenapa?" tanya Gibran dengan nada khawatir di seberang telepon


" nggak tahu tadi sih grupnya Si centil tuh dorong si zaza... terus tiba-tiba aja keluar darah gitu bro dari selangkangannya sih Za Za.... ya Karena gue sama Si Nisa panitia langsung gua usulin buat bawa ke rumah sakit lah"


" tapi Bro sorry Dokter bilang anak yang dikandung Istri lo udah nggak ada" ucap Rihan


ya walaupun Rehan kok tadi karena Rihan baru tahu kalau zaza sedang mengandung.. dia sebenarnya ingin memarahi Gibran Akan tetapi karena kondisi yang tidak memungkinkan ia menyingkirkan egonya dan dia memilih untuk mengabari Gibran karena memang Zaza mungkin sekarang ini butuh support dari sang suami


" Gimana keadaan Zaza?" tanya Gibran yang baru saja sampai dan sepertinya Gibran berlari-lari karena ia ngos-ngosan.


kata hati author: udah hidungnya si Gibran mancung lari-larian ngos-ngosan ngabis-ngabisin oksigen aja lu Bambank


" si zaza dari tadi nggak mau ditemuin Katanya dia masih kecewa karena nggak bisa jaga anaknya"

__ADS_1


__ADS_2