Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!

Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!
Hari Kelulusan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang mendebarkan untukku, hari dimana pengumuman Kelulusan, setelah beberapa hari kami menyelesaikan Ujian Akhir.


Satu persatu, murid di Sekolah Menengah Atas Negri ini menerima amplop yang berisi pemberitahuan Lulus atau tidaknya. Dengan tangan gemetar, aku menerima amplop itu dari Bu Ratna Wali Kelasku.


" Baik anak anak semuanya, sebelum kita membuka dan mengetahui lulus atau tidaknya kalian, sebaiknya kita berdo'a terlebih dahulu. Berdo'a dimulai." Ucap Pak Absori selaku Kepala Sekolah.


" Siap anak anak..!" Suara Pak Absori menggema dalam Aula.


" Dengan mengucap Bismillah, kita mulai membuka amplopnya..! "..


" Bismillahhir Rahmaanir Rahiim..! " Dengan serempak, aku juga teman temanku mengucap Bismillah. Aku terharu dengan suasana ini. Satu persatu, murid di sekolah ini membuka amplopnya. Mereka bersujud, mengucap syukur ketika mengetahui bahwa kami dinyatakan Lulus seratus persen Tahun ini. Aku sangat bahagia, karena aku mendapatkan nilai terbaik.


Aku tidak sabar ingin segera memberitahu Ibuku di Rumah. Ibu pasti senang mendengar kabar gembira ini.


Setelah selesai, aku bersiap untuk pulang, selain ingin memberi tahu kabar ini, aku juga harus segera pulang karena Ibuku sedang sakit. Aku menghampiri kedua sahabatku, yang dari awal sudah memberitahu bahwa aku tidak ikut merayakan kelulusan ini.


" Fia, benar lo gak ikut acara kelulusan nanti. " Tanya Susan sahabatku.


" Iya, gak seru kalau gak ada lo." Ranti menimpali.


" Iya, maaf banget ya, bukannya gua gak mau tapi bagaimana dengan nyokap gua, di rumah tidak ada siapa siapa. " Jawabku sedih.


Oh, iya, perkenalkan, namaku Zafira, aku biasa di panggil Fira, Aku mempunyai dua sahabat yang selalu mengerti keadaanku. Yaitu, Susan dan Ranti.


Merekalah yang selalu menemani aku dari SMP samapai Lulus sekarang. Dia yang mengetahui bagaimana kondisi aku sebenarnya.


"Ya sudah, kalau begitu aku duluan ya, selamat bersenang senang kalian. Daah, gua balik dulu ya." Ucapku. Aku melambaikan tanganku. Dan berlalu dari mereka. Rasa sedih menyelimutiku, sepanjang jalan aku menahan tangisku. Aku tidak mungkin hadir ke acara seperti itu, sedangkan aku orang tidak punya. Aku tidak ingin terus menwrus merepotkan kedua sahabatku, sudah cukup mereka bergantian mentraktirku jajan setiap hari.


" Daahh, hati hati dijalan ya, semoga nyokap lo cepat sembuh.! " Ucap Susan dan Ranti berbarengan. Masih terdengar jelas di telingaku, suara mereka yang selalu kompak mensuport aku.


" Oke thank's do'anya. " Ucapku. Semua tinggal kenangan, aku tidak akan melupakan semua kebaikan kalian.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, aku melihat ibu sedang tidur, wajahnya sangat pucat, badannya juga sudah kurus. Aku sedih melihat keadaan Ibu seperti ini, karena aku tidak bisa membawanya ke Rumah Sakit. karena aku tahu, biaya ke Rumah Sakit itu sangat mahal.


Padahal, yang ku tahu Ibu hanya mempunyai penyakit lambung, tapi kenapa sudah seminggu ini ibu tidak kunjung sembuh. Biasanya setelah di kasih obat dari Apotek dua haripun sudah sembuh.


Tanpa menunggu lama, aku langsung masak untuk makan siang. Aku memasak bubur saja, karena ibu tidak bisa makan yg bertekstur, harus memakan makanan yg lembut..


Selesai shalat dzuhur aku menghampiri kamar ibu, kulihat ibu baru selesai sholat. Aku salut dengan keteguhan Ibu, walaupunpun sedang sakit ibu tidak pernah meninggalkan sholat.


Bahkan ibu malah tambah rajin untuk beribadah. Tasbih ditangannya tidak pernah lepas, Ibu melepasnya ketika akan ke kamar mandi saja atau ketikasedang memasak. Selebihnya, ibu akan terus membawanya kemanapun.


Ibu adalah panutanku, dari kecil hanya ibu yang aku punya..


Ayahh..!


Entahlah, Ayahku ada dimana, dari kecil kalau aku bertanya tentang ayah, dengan tatapan sendu ibu selalu bilang kalau ayah sedang bekerja. Tapi lama kelamaan umurku bertambah aku paham kalau ayah tidak sedang bekerja untuku. Pernah waktu kelas lima SD, aku ada tugas untuk menulis puisi, Dan wali kelasku yang sudah memilih judulnya yaitu tentang ayah, karena waktu itu bertepatan dengan Hari Ayah katanya.


Aku menulis puisi itu tentang bagaimana perasaan ku terhadap ayahku. Aku menulisnyapun sambil menahan emosi yang membuncah dan akhirnya aku bisa menyelesaikan tugas itu.


Karena namaku berawalan dari huruf Z, jadi aku tampil kedua terakhir. Baru satu bait aku membacanya, aku sudah tidak tahan menahan sesak didada. Akhirnya aku menangis dengan kencang karena terlalu merindukan ayahku. Wali kelasku menenangkanku dengan memelukku memberikan aku suport. Kebetulan wali kelasku bapak paruh baya..


Aku tidak bisa mejawab, hanya isakan yg keluar dari mulutku air mata sudah membasahi pipiku. " Te ri ma kasi pak." Akhirnya aku hanya bisa berucap terima kasih. Kemudian semua teman temanku bergantian memelukku.


Setelah hari itu, aku bisa merasakan bagaimana mempunyai seorang ayah. Pak Wahid selalu ada untukku. Selayaknya seorang Ayah kepada anak kandungnya. Kebwtulan, beliau hanya mempunyai dua orang anak dan keduanya sudah usia remaja menuju dewasa.


Tapi, kebahagiaanku tidak berlangsung lama, tepat tiga bulan setelah hari itu, Pak Wahid meninggalkan kami semua. Duniaku seakan runtuh.


************


Ketika sudah memasuki Swkolah Menwngah Pertama, kalau aku bertanya tentang Ayah, Ibu selalu bilang.


" Nanti setelah waktunya tiba, kamu akan tau semuanya Sayang, maafkan ibu.! " Jawabnya. dengan mata yg sudah berkaca kaca.

__ADS_1


" Tapi Bu, mau sampai kapan dari kemarin nanti nanti mulu, aku juga ingin tahu dimana Ayah? Atau, ayah sudah meninggal Bu..??!" Tanyaku lagi dengan air mata yang keluar tanpa permisi. Ibu juga sama, air matanya terus bercucuran. Kemudian ibuku memeluku tapi aku berontak..


" Maafkan Ibu sayang, belum waktunya kamu tahu tentang Ayah, belajarlah dulu lebih giat lagi. Agar nanti bisa sukses dan ketemu Ayah kamu. Ibu mohon nak, untuk saat ini Ibu belum bisa memberi tahu dengan jelas. Tolong, jangan marah sama ibu ya, yang Ibu punya hanya kamu Nak. " Dengan isak tangis Ibuku kembali memelukku..


Sejak saat itu, aku tidak pernah mengungkit lagi tentang Ayah, aku tahu Ibu memendam sebuah kesakitan dengan Ayah, tapi aku tidak tahu lebih jelasnya kenapa Ibu sampai berpusah dengan Ayah.


***********


Akupun makan bersama Ibu, selesai makan aku mencuci piring, kemudian aku memberi ibu obat..


" Nak sini sayang, Ibu ingin memelukmu..!! Tidak seperti biasanya Ibu seperti itu. Akupun menghampirinya kemudian memeluknya..


" Bagaimana acara kelulusannya sayang..?" Tanya ibu.


" Alhamdulillah Bu, semua berjalan dengan baik, aku dapat nilai mendapatkan nilai tertinggi, dan aku persembahkan ini untuk ibu..! " Ucapku. Aku memberikan amplop yang berisikan surat kelulusan tadi kemudian aku memelukku.


" Alhamdulillah, anak Ibu sangat pintar, maafkan Ibu ya, yang selalu menyusahkanmu. " Ibu memeluku kembali.


"Lihatlah, sekarang anak Ibu sudah besar, sudah mau menjadi dewasa hppm.!" Ibu tersenyum kemudian berkata lagi.


" Terima kasih sudah hadir dan menemani ibu nak ,terima kasih juga karena selalu membuat Ibu bangga. Jangan pernah tinggalkan sholat ya. Shalat adalah tiang agama, agar agama kita kokoh, shalatnya jangan di tinggalkan, dan jangan pernah lalai, karena itu dosa besar. Kita belum tahu kedepannya seperti apa? Ibu hanya tidak ingin anak Ibu terjerumus ke lubang maksiat. Jadi perkokohlah shalatmu." Dengan mata berkaca kaca ibu mengingatkan aku untuk tidak meninggalkan shalat.


" ekat Ibu. " Ucapnya. Tangannya melambai meminta aku untuk mendekat kepadanya. ASayang, ada yang ingin Ibu jelaskan, disini duduk dkupun menghampirinya kemudian duduk disampingnya.


"Ada pa Bu..?? Tanyaku penasaran.


Ada apa ya readers, tunggu di bab selanjutnya..


**************


**Assalamu'alaikum semua, mohon maaf sebelumnya, kalau Karya, Ayaah..!! Aku merindukanmu. Saya Revisi ulang ya, karena tulisan yang kemarin, masih acak acakan, karena kemarin saya baru pertama kali menulis, jadi sekarang saya perbaiki lagi. Walaupun belum sempurna..!! Terimakasih...

__ADS_1


Oh iya, saya ada Karya Baru lohhh., mampir yuk. Cari aja judulnya "TERJERAT CINTA DOKTER GANTENG"


Oke, terimakasih, Mojon dukungannya ya, janagan lupa Like, Komen juga Vote nya ya..😍😍😍**


__ADS_2