
Brukkkk..
Rasyid menabrak seseorang, dan ke duanya terjatuh. Rasyid kaget ketika melihat siapa yang dia tabrak...
" Mita...! "..
" Rasyid....! " Seru keduanya kemudian Rasyid bangun dan meminta maaf..
" Soryy Mit, gua gak sengaja gua lagi buru buru..! " Ucap Rasyid " dan kenapa kamu ada di sini..?Jangan jangan kamu ngikutin gua ya? " Rasyid langsung bertanya karena kenapa bisa Mita ada di Bali bahkan bisa satu Hotel..
" Enak aaja, emang lu doang yang bisa jalan jalan kesini, gua juga bisa dong..! " Jawab Mita sambil berdiri..
" Ya gua kira aja lu ada niat jahat sama hubungan gua sama Karin, " Jawab Rasyid.
" Kalau iya kenapa.? " Gua orang yang pantang menyerah ngedapetin apa yang gua mau, lu dulu nolak gua, dan tiba tiba lu ngilang tau tau nya lu pulang ke Indonesia dan gua juga yang ikutin, " Terang Mita membuat Rasyid merasa khawatir dengan hubungannya sama Karin..
" Lu gak usah ganggu gua deh, gua gak ada rasa sama lu dan lu bisa kan cari laki laki lain dari pada ngeganggu gua terus, " Rasyid memelas agar Mita tidak mengganggu kehidupannya lagi..
" Terserah gua dong, hidup hidup gua, " Jawab Mita gak mau kalah, " Dan asal lu tahu gua gak akan nyeraaahh, " Seru Mita kemudian pergi meninggalkan Rasyid yang sedang di liputi ke khawatiran..
" Shiiitttt...." Umpat Rasyid. Kemudian Rasyid berjalan ke arah lift untuk kembali ke kamar mengambil handfone nya..
Rasyid terburu buru kembali ke loby takut Karin capek menunggunya, dan benar saja Karin terlihat menekuk wajahnya..
" Yang, maaf tadi aku nabrak orang pas mau ke kamar tadi, maaf ya jadi menunggu lama, " Ujar Rasyid..
" Minta maafnya sama Bapak, Ucap Karin yang memang kesal karena memang Karin tahu kalau tadi Rasyid menabrak seorang perempun dan terlihat memgobrol dulu. Tapi Karin tidak tahu siapa yang di tabrak Rasyid karena posisi perempuan itu membelakanginya..
Rasyid pun menghampiri Pak Rahmat yang sedang menunggunya di dalam mobil. Rasyid merasa bersalah karena terlalu lama. Hampir dua puluh menit Pak Rahmat dan Karin menunggunya..
Di perjalanan terasa hening karena dari tadi Karin hanya diam dan melihat keluar dari jendela, Rasyid bingung karena gak mungkin berbicara di mobil karena pasti ada sedikit ketegangan. Rasyid tidak mau kalau masalah rumah tangganya ketahuan sama orang lain..
Akhirnya setelah kurang lebih lima belas menit, Karin dan Rasyid sampai di Pantai yang dituju, dengan langit yang sudah berwarna jingga karena sunset sedang terjadi. Tapi tidak ada lagi keceriaan dari Karin padahal sebelumnya sangat antusias ingin melihat sunset dari dekat..
" Yang.., kok diam aja sih? " Tanyanya. Katanya, tadi mau melihat sunset, " Tanya Rasyid memulai pembicaraan, tapi Karin hanya diam membisu..
__ADS_1
" Yang, aku bisa jelasin, " Akhirnya Rasyid menjelaskan siapa yang ditabraknya,,
" Kenapa harus Mita Mas, " Tanya Karin. Dan kenapa Mita bisa ada disini? " ..
" Yang aku mau bilang sama kamu, tolong percaya sama aku. Kamu harus hati hati sama Mita, karena memang Mita sedang mengejar aku, tapi dengan cara halus. Aku takut nanti dia malah mencelakai kamu Yang, " Ucap Rasyid merasa khawatir..
" Tapi Mita yang dulu tidak seperti itu, " Ucap Karin.
" Itu dulu Yang, sekarang dia sudah berubah dan terobsesi dengan aku, dia tidak mencintaiku hanya obsesi saja yang dia punya, " Potong Rasyid..
" Intinya sekarang kita harus hati hati sama Mita, aku tidak tau apa yang sedang dia rencanakan. Kita harus waspada, dan kamu Yang kalau bertemu sama dia kalau dia menceritakan tentang dia apa lagi berhubungan dengan aku. Kamu tidak usah percaya, aku hanya pernah bertemu sekali dua kali saja sama dia, " Terang Rasyid...
Suasana sunset yang harusnya disaksikan dengan ke romantisan, ini malah menjadi ke khawatiran dan tidak lama kemudian terdengar adzan maghrib
" Mas pulang saja yuk, aku sudah gak mood lagi, " Tiba tiba Karin mengajak pulang setelah keduanya lama terdiam tanpa ada pembicaraan..
" Lebih baik kita makan dulu Yang, agar nanti kita tinggal santai di kamar , Ucap Rasyid..
" Ya sudah.." Jawab Karin singkat. Kemudian, keduanya makan di Restoran Khas Bali. Dan, karena Karin mood nya tidak baik dia hanya makan sedikit. Tapi tiba tiba dia melihat orang yang seperti Mita sedang duduk tidak jauh dari meja tempat Karin dan Rasyid duduk.
" Mana Yang, " Tanya Rasyid.
" Itu Mas, yang di pojok, " Ucap Karin berbisik. Kemudian Rasyid melihat ke pojokan, benar saja, di situ ada Mita sedang duduk dan wajahnya di tutup buku menu.
Karena tidak ingin terus di pantau Mita, Rasyid segera mengajak Karin untuk segera pulang ke Hotel, karena takut kalau Karin mood nya kembali gak baik.
Sesampainya di Hotel, Karin langsung masuk begitu saja tanpa menghiraukan Rasyid. Rasyid pun mengejarnya, dia tidak ingin rumah tangganya yang baru beberapa hari ini berantakan, apa lagi perjuangan Rasyid menunggu Karin sangatlah lama, dia tidak ingin menyia nyiakan perjuangannya.
" Yangg, tunggu dong..! " Teriak Rasyid. Karena Karin berlari setelah keluar dari Lift, tapi Karin tidak menghiraukan. Karin bukan marah sama Rasyid, tapi rasa tidak percaya akan kehadiran Mita yang seperti sedang menerornya.
Akhirnya setelah ikut berlari Rasyid tiba di kamar dan melihat Karin sedang berdiri depan jendela menatap kosong ke luar yang terlihat lautan luas membentang. Rasyid langsung memeluknya dari belakang dan Karin mengusap punggung tangan Rasyid yang melingkar di pinggangnya, kemudian Karin membalikan badannya dan memeluk erat Rasyid,,,
" Yang, kamu marah sama aku? " Tanya Rasyid. Tapi, Karin hanya diam dan malah mengeratkan pelukannya..
" Kenapa hmm? "..
__ADS_1
" Perasaanku selalu gelisah setiap kali melihat Mita Mas, " Akhirnya Karin mau berbicara..
" Itu mungkin perasaan kamu saja Yang, " Kita kan lagi berbulan madu, jadi tidak usah pikirin yang lain ya, harusnya kita sekarang bahagia, mudah mudahan Mita tidak terus terusan mengganggu kita, " Rasyid mencoba menenangkan Karin, dia tidak ingin hari bahagianya terganggu..
Keesokan harinya, Karin masih bermalas malasan. Padahal sudah pukul delapan pagi, dan terlihat Rasyid keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya sebatas pinggangnya saja. Rasyid hanya geleng geleng kepala melihat Karin masih memejamkan matanya. Rasyid tahu Karin sudah bangun, dan hanya pura pura tidur. Kemudian, Rasyid menghampirinya kemudian membangunkan Karin dengan mengecup bib*rnya. Benar saja, Karin membuka matanya kemudian berteriak dan menutup matannya denan telapak tangannya...
" Kenapa Yang? Kok tumben belum bangun hmm.!? Tanya Rasyid. Kemudian Rasyid naik ke atas ranjang dan memeluknya..
" Mas, pakai baju dulu, "..
" Bajunya nggak ada, " Celetuk Rasyid santai..
Kamudian Karin membuka telapak tangannya, dan melirik ke arah Rasyid disambut dengan senyuman yang sangat manis membuat hati Karin meleleh..
" Yang nanti ada lalat masuk loh, " Ucap Rasyid membuyarkan lamunan Karin. Terlihat Karin gelagapan kemudian membuang mukanya..
" Sudah Mas, pakai baju dulu, nanti masuk angin loh, " Ucap Karin mengalihkan.
" Ya sudah siapkan dulu Yang, " Ucap Rasyid lagi.
" Oh iya, lupa Mas. Lupa Mas, aku siapin dulu ya, " Ucap Karin. Kemudian bangun dan turun dari ranjang..
" Aawwww, " Teriak Karin, saat tau dirinya polos tanpa sehelai benang pun. Kemudian Karin menyambar selimutnya dan lari ke kamar mandi dengan balutan selimut..
Rasyid terkekeh, merasa sangat bahagia dengan kelakuan polos Karin..
Sementara di tempat Mita, Mita sedang menikmati secangkir kopi di Kafe di Hotel tempatnya menginap. Dia sedang memikirkan bagaimana caranya bisa mendapatkan Rasyid. Mita sengaja membuntuti Rasyid kemanapun dia pergi. Mita dendam kepada Rasyid atas penolakan Rasyid dulu, kemudian Rasyid malah menikah dengan mantan sahabatnya. Ya Mita menyebutnya mantan sahabat karena Mita benci sama Karin setelah tau yang di nikahi Rasyid adalah Karin..
Mita akan membalas apa yang telah di lakukan Rasyid, sekalinya dia tidak bisa memilikinya orang lain pun tidak boleh memilikinya, Mita akan memisahkan Rasyid dan Karin di waktu yang tepat. Dia tidak ingin gegabah dan untuk sementara dia akan menerornya pelan pelan...
Tidak terasa lima hari sudah Rasyid dan Karin berada di Bali. Selama tiga hari ini keduanya hanya tinggal di kamar, karena Rasyid tidak ingin mood Karin memburuk lagi sebelum puas memadu kasih,,
Hari ini rencananya Karin akan berbelanja oleh oleh untuk keluarganya...
Haii haiii, mohon maaf aku baru bisa up lagi ya, soalnya kesibukanku mengurus keluargaku dan aku masih punya baby jadi tidak terlalu fokus untuk menulis, Terima kasih yang sudah mampir di karyaku, mohon koreksinya karena masih tahap belajar...
__ADS_1
Dan jangan lupa untuk Like Komen dan juga vote nya ya..!!Terima kasih❤❤❤