Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!

Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!
Bulan Madu..


__ADS_3

Mohon perhatianya, Part ini mengandung sedikit adegan 21+ ya..!!


Tepat pukul tujuh pagi, Karin dan Rasyid berangkat dari rumah menuju Bandara Soekarno Hatta dengan di antar oleh Papa dan Mama juga Ibu Karin, dan berharap ketika pulang nanti mereka mendapat kabar bahagia, eh tapi Karin kan menunda untuk mempunyai momongan.


Setelah ada pengumuman untuk take off, Karin dan Rasyid berpamitan kepada keluarganya. Mereka berpisah dan tak lama pesawat pun lepas landas..


Setelah terbang hampir dua jam, akhirnya Karin dan Rasyid tiba di Bandara Ngurahrai Bali. Karin yang baru pertama kali naik pesawat sangat antusias dan banyak bertanya kepada Rasyid. Rasyid sangat gemas dengan tingkah Karin yang seperti anak kecil.


Tidak lama kemudian orang yang bertugas mengantar jemput tamu Hotel datang menghampiri Karin dan Rasyid..


" Maaf ini dengan tuan Rasyid ya, " Tanya seorang paruh baya yang memakai seragam sopir beratribut Hotel menghampiri mereka..


" Oh iya Pak, saya Rasyid dan ini istri saya Karin. Bapak yang bertugas mengantar jemput saya ya? " Jawab Rasyid kemudian bertanya sambil memeperkenalkan diri..


" Nama saya Rahmat tuan, " Ucap sopir itu mengenalkan dirinya sambil membungkukan badannya tandanya menghormati pelanggannya..


" Panggil saya Rasyid saja Pak, tidak usah Tuan Tuan. Bapak, lebih tua dari saya, " Kata Rasyid kemudian, karena Rasyid merasa risih kalau di panggil Tuan apalagi sama orang yang lebih tua darinya. Panggilan Tuan, hanya berlaku di Kantor, karena Rasyid dari kecil selalu diajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua walaupun kedudukannya lebih tinggi, ajaran itu masih melekat sampai sekarang..


" Ya sudah saya paggil Nak Rasyid saja ya, " Ucap si bapaknya kemudian..


" Baik pak, " Jawab Rasyid.


" Ya sudah silahkan masuk saya antarkan dulu ke Hotel, biar saya saja yang memasukan barang barangnya, " Ucap Pak rahmat sambil memasukan koper yang di bawa rasyid


" Silahkan tuan putri.." Ucap Rasyid mempersilahkan Karin untuk masuk ke dalam mobil. Karin pun masuk dan tak lama Rasyid juga menyusulnya dari pintu sebelah.


Setelah semua siap, mobil pun melaju meninggalkan Bandara dengan kecepatan sedang menuju Hotel yang telah di sewanya. Sekitar setengah jam, akhirnya mobilpun berhenti di depan Loby Hotel. Karin dan Rasyid turun kemudian mengambil barang barangnya dibantu Pak Rahmat. Setelah semuanya di keluarkan, Rasyid dan Karin mengucapkan terima kasih kepada pak Rahmat dan tak lupa Rasyid mamberikan uang tip nya..


" Siapa yang mau mandi duluan Yang, " Tanya Rasyid kepada Karin.


" Mas saja dulu deh, aku ngantuk Mas, " Jawab Karin sambil menguap dengan lebarnya. Untungnya Karin menutupnya dengan telapak tangannya.


" Ya ampuunnn Yaanngg, " Ucao Rasyid. Rasyid merasa gemas dengan kelakuan Karin. Kemudian Rasyid memencet hidung Karin pelan.


" Maaass ihhh, " Rengek Karin.


" Lagian tadi di pesawat tidak mau tidur, Yang, "..


" Kan Mas tahu kalau aku baru pertama kalinya naik pesawat, jadi aku ingin merasakan bagaimana rasanya naik pesawat ternyata sangat menyenangkan, " Ucap Karin lagi kemudian duduk di sisi ranjang...


Rasyid yang mendengar cerita Karin seperti itu menjadi sedih. Rasyid tahu kehidupan Karin seperti apa..


" Ya sudah, aku yang mandi duluan ya, " Ucap Rasyid lagi kemudian mengecup pucuk kepala Karin dan Rasyid pun berlalu ke kamar mandi..

__ADS_1


Setelah Rasyid menutup pintu kamar mandi, Karin menyiapkan pakaian gantinya untuk Rasyid, dan setelah itu Karin naik ke tempat tidur, dan tidak lama kemudian Karin terlelap..


Setelah membersihkan badannya, Rasyid kaget melihat istri kesayangannya yang sudah tertidur dengan pulas. Dan Rasyid juga melihat baju ganti yang sudah di persiapkan Karin tadi, Rasyid tersenyum simpul, dia merasa bangga mempunyai istri yang sangat perhatian..


Karena bingunng mau ngapain, Rasyid pun ikut terlelap setelah terlebih dulu mengecup kening dan juga kedua pipinya Karin. " Terima kasih sayang, " Ucap Rasyid. Kemudian Rasyid memeluk Karin dan tidak lama kemudian terlelap..


Tepat pukul sebelas lebih dua puluh menit, Karin terbangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Kemudian Karin menoleh ke samping, dan terlihat Rasyid yang tertidur dengan memeluknya, Karin merasa gemas dengan gaya tidur suaminya ini. Karin pun memainkan jarinya di wajah Sang suami tidak lama kemudian Rasyid membuka matanya dibarengi dengan bunyi di perut Karin..


" Yang kamu laper ya, ? " Tanya Rasyid.


" Hehehe " Karin hanya menjawab dangan kekehan..


" Ya sudah kita pesan makanan yu, " Ajak Rasyid.


Kemudian Rasyid duduk bersender di kepala ranjang yang di ikuti oleh Karin. Rasyid pun memesan makannya setelah mengambil ponselnya dari atas nakas..


" Sambil menunggu makanan datang lebih baik aku mandi dulu ya Mas, " Ucap Karin.


" Iya Yang, dari tadi kamu belum mandi ih, sudah sana mandi dulu, " Ucap Rasyid. Kemudian Karin berjalan ke kamar mandi.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Karin mandi, karena memang perutnya sudah keroncongan jadi waktu mandinya pun dia pangkas..


" Yang, kamu mandi apa cuci muka doang sih, " Tanya Rasyid ketika melihat Karin keluar dari kamar mandi. Karin terlihat sudah fress tidak sayu seperti tadi. Rasyid merasa heran belum juga sepuluh menit tapi Karin sudah selesai mandi...


" Mas, makanannya mana? Cacing di perutku sudah pada demo nih? " Tanya Karin. Setelah memoleskan make up nya Karin melangkah menghampiri Rasyid yang sedang asyik main game, dan duduk di pangkuan Rasyid...


Cup...


Rasyid mengecup sekilas bibir Karin dan menyimpan ponsel nya, Rasyid merasa gemas dengan tingkah Karin.


" Ini makanannya, " Ucap Rasyid yang kemudian menc*um bi**r Karin. Yang awalnya hanya c*uman biasa tidak lama kemudian menjadi lu***** yang meng********. Tapi tidak lama kemudian perut Karin berbunyi di tengah panasnya g***** mereka.


Kruuukkk...


Kruuukkkk...


Bunyi perut Karin mengganggu aktifitas mereka, kemudian mereka pun menyudahi kegiatannya dan mengambil oksigen banyak banyak, tidak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk...


Rasyid pun berdiri menuju pintu dan membukanya. Terlihat pelayan membawa baki makanan berdiri di hadapannya.


" Maaf tuan anda menunggu pesannya, " Ucap Pela*** itu meminta maaf setelah menyerahkan pesanan yang dibawanya kepada Rasyid..


" Oh tidak apa apa Mas, terima kasih, " Ucap Rasyid.

__ADS_1


" Sama sama Tuan, selamat menikmati makanannya, semoga anda suka, saya pamit dulu, " Ucap pela***nya lagi. Kemudian berlalu dari hadapan Rasyid..


Setelah itu Rasyid menutup pintu dan membawa makanannya ke meja sofa, yang sudah di tungguin Karin..


" Silahkan Tuan Ratu, makanannya sudah sampai, " Ucap Rasyid. Kemudian Rasyid menyimpan makanannya ke atas meja..


" Terima kasih Tuan Raja, " Jawab Karin tidak mau kalah sambil tersenyum kemudian menyiapkan makananya..


Rasyid menyubit hidung Karin, Rasyid bahagia hanya dengan melihat Karin tersenyum. Kemudian Rasyid duduk disamping Karin dan memulai makan dengan lahap. Mereka makan dengan sepiring berdua dan saling menyuapi itulah kebiasaan keduanya, karena menurut mereka bahagia itu sederhana dan tidak harus mewah.


Selesai makan, Karin mengajak Rasyid pergi ke pantai karena bingung mau ngapain di dalam kamar..


" Mas ke pantai yuk, aku bingung mau ngapain di sini, " Ajak Karin dengan muka polosnya.


" Nanti Yang kalau sudah sore saja, sekalian melihat sunset ya, mening sekarang kita lanjutkan permainan kita yang tertunda tadi, " Jawab Rasyid sambil menaik turinkan alisnya.


Bluusshhhh...


Pipi Karin merah merona,,


" Yang kenapa pipi kamu merah, apa sakit,? " Tanya Rasyid dengan jailnya, padahal Rasyid tahu kalau Karin merasa malu..


" Apa sih mas, jail saja, " Ucap Karin tambah merona, apalagi Rasyid pura pura mengecek suhu tubuhnya dengan menempelkan telapak tangannya..


Hahaha.., Rasyid tertawa melihat Karin tambah merona dan membuat Rasyid ingin menerkamnya langsung. Setelah itu merekapun melanjutkan kegiatannya yang tadi sempat tertunda, dan tak lama kemudian mereka pun tertidur kembali setelah kegiatan panas mereka.


Sore hari tiba setelah bangun dari tidurnya, mereka bersiap untuk pergi kepantai untuk menyaksikan sunset, mereka pun keluar kamar menuju Loby Hotel dan menunggu pak Rahmat yang lagi mengambil mobil ke parkiran..


" Yang sepertinya ponsel aku ketinggalan deh, " Ucap Rasyid ketika tiba di lobby..


" Kok bisa sih Mas, ? " Tanya Karin. Karena biasanya Rasyid tidak pernah ketinggalan dengan barang yang satu itu..


" Kurang tahu Yang, perasaan Mas tadi sudah di masukin kantong deh. Ya sudah tunggu dulu ya Yang aku ambil dulu, nanti kalau pak Rahmat sudah datang minta tunggu dulu seentar ya, " Ucap Rasyid. Kemudian Rasyid mengecup kening Karin dan berlari masuk ke dalam dan tiba tiba..


Bruukkk...


Rasyid menabrak seseorang, keduanya terjatuh dan Rasyid kaget ketika melihat siapa yang dia tabraknya.


bersambung...


sampai sini dulu ya, ikutin terus ceritanya, dan jangan lupa koreksinya, dan mohon maaf ya karena untuk sekarang masih menceritakan tentang ayah dan ibunya zafira dulu biar fokus satu satu..


oke jangan lupa untuk like komen dan juga vote nya ya, terima kasih❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2