Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!

Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!
Hari Pernikahan


__ADS_3

Setelah acara lamaran selesai, kedua belah pihak setuju kalau acara pernikahan akan diadakan satu bulan mendatang. Karena Karin sibuk kuliah dan Rasyid juga sibuk, akhirnya orang tua keduanya yang mempersiapkan semua. Rasyid dan Karin hanya tinggal fiting baju saja,..


Hari hari Rasyid dan Karin selalu bersama, di antar jemput bahkan hangout bareng. Rasyid ingin kenal lebih dekat dengan Karin. Rasyidpun banyak bercerita tentang kehidupannya di luar negri begitupun Karin..


Rasyidpun bercerita tentang Mita yang dulu pernah mau dijodohkan sama ke dua orang tuanya. 'Mita siapa ya? mudah mudahan bukan Mita sahabatku' " Batin Karin..


" Kamu kenapa Yang..?? " Tanya Rasyid yang tiba tiba diam seperti memikirkan sesuatu setelah Rasyid mengatakan kalau Mita pernah mencintainya..


" Ohh emm, tidak apa apa. Ayok kita makan..!!jawab karin gugup. Kemudian mereka makan sampai selesai. Ya, sekarang mereka berada di sebuah Kafe sedang makan siang setelah tadi Rasyid menjemput Karin dari Kampus.


Selanjutnya mereka akan melakukan fiting baju pengantin karena sepuluh hari lagi menuju ke pernikahannya. Drrtt... drrttt.., ponsel Rasyid bergetar, ternyata Mama Karisa yang memanggil.


" Hallo, Assalamu'alaikum Ma..! "..


" Wa'alaikum salam Rasyid, bagaimana kamu jadi fiting bajunya hari ini..?? " Tanya Mama Karisa di sebrang telfon.


" Jadi Ma, tapi kita lgi makan siang dulu..??." ..


"Ohh ya sudah, Mama juga baru mau berangkat.!! "...


" Baik Ma Nanti aku sama Karin, menyusul kesana."..


" Ya sudah Mama tutup dulu ya telfhonnya ya, Assalamu'alaikum..!! "...


" Oke Ma, wa'alaikum salam." Jawab rasyid sambil menutup telfon dan memasukin nya ke kantong celana nya..


****************


" Sayang, berangkt yuk..! Mama sama Ibu sudah di perjalanan. " Ajak Rasyid setelah membayar di kasir.


" Ya sudah Mas kita berangkat sekarang, takut Mama sama Ibu terlalu lama menunggu kita. " Jawab Karin sambil beranjak dari duduknya.


Karin berjalan duluan menuju Parkiran, Rasyid mengikutinya dari belakang. Ada yang aneh dari sikap Karin setelah tadi Rasyid bercerita tentang Mila. ' Karin kenapa ya? Apa dia marah setelah tadi aku bercerita tentang Mila, atau dia cemburu..? ' Batin Rasyid.


Setelah sampai di Parkiran, Karin masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.Kemudian, Rasyid mengikutinya dan dengan kecepatan sedang mobil melaju menuju Butik Tante Rasty sepupu Mama Karisa.


Hening, itulah yang terjadi di dalam mobil. Karin hanya melihat keluar jendela tiba tiba tangan Rasyid menggenggam tangan Karin. Karin menoleh..

__ADS_1


" Kenapa Yang? " Tanya Rasyid..


" Tidak apa apa Mas. " Jawab Karin singkat.


" Terus kalau tidak kenapa napa, kenapa dari tadi diam saja..??." Tanya Rasyid lagi.


" Aku lagi tidak mood saja Mas."..


" Kenapa..? Apa karena aku tadi cerita tentang Mita..?? "...


" Ehh emm, bukan." Kenapa juga Rasyid tau tentang ini..


" Tidak usah bohong Yang, aku tau kamu bohong. Aku bercerita agar nanti kedepannya kamu tau, takutnya tiba tiba dia datang kembali. Dan merusak hubungan kita aku tidak mau itu terjadi Yang " Terang Rasyid panjang lebar..


" Jangan su'udzon dulu Mas, aku hanya kepikiran saja. Aku juga punya sahabat yang bernama Mita, kita berpisah setelah lulus SMA, tapi sampai sekarang tidak tau dia dimana . " Akhirnya Karin buka suara setelah dari tadi menimang nimang..


" Bagaimana kalau dia emang teman kamu Yang..? " Tanya Rasyid cemas.


" Sudah santai saja tidak usah difikirkan, dia sahabatku kok dia orangnya baik bahkan sering menolong aku. " Jawab Karin menggenggam tangan rasyid erat untuk menenangkan.


" Assalamu'alaikum. " Ucap Karin dari luar kemudian membuka pintu.


" Wa'alaikum salam. " Jawab Mama Karisa yang dari tadi sudah menunggu di dalam.


" Sini sayang.! Rastii.. sini, kenalin calon mantu Mbak nih. " Ucap Mama Karisa setengah berteriak.


" Waah, cantik sekali, hey sayang calon keponakanku kenapa kau cantik sekali? " Tanya Tante Rasti heboh..


" Haii Tante, terimakasih, Tante bisa saja hhee.! " Jawab Karin malu malu.


Kemudian Karin di ajak ke tempat di mana gaun pengantin itu berada, ada sekitar lima gaun yang Karin coba dan hasilnya cuma satu yang cocok. Rasyid banyak protesnya dia tidak mau tubuh Karin terlalu terekspos.


Rasyid juga sama mencoba beberapa jas yang akan dikenakan untuk hari pernikahannya. Fiting selesai undangan pun sudah disebar,semua persiapan sudah hampir selesai.


Tiga hari sebelum acara, Rasyid dan Karin sudah dipingit, mereka tidak boleh bertemu bahkan ponsel juga di sita. Rasyid yang sudah bucin kebangetan, selalu uring uringan, diam dirumah tidak mengerjakan pekerjaan sangatlah membosankan, ditambah dia tidak bisa bertemu dengan sang pujaan hati, yang membuat hari hari nya lebih semangat..


Sedangkan Karin, diapun sudah diam dirumah dan untuk tugas Kampusnya, Karin mengerjakannya lewat online. Karena Karin hanya ngambil cuti satu minggu setelah akad nikah dan waktu itu akan digunakan untuk bulan madu..

__ADS_1


Karin memang akan meneruskan Kuliahnya. Rasyid dan orang tuanya juga sudah setuju. Semuanya sudah dibicarakan dan semuanya setuju. Karin memang tidak ingin berhenti karena sudah tinggal tiga semester lagi, sayang kalau harus berhenti..


Satu hari sebelum hari penikahannya, Karin melakukan siraman, kemudian dilanjutkan pengajian, di tempat Rasyid juga sama mereka melakukan pengajian..


Keesokan hari nya ,adalah hari yang di tunggu tunggu, dimana Rasyid akan melakukan ijab kobul di depan penghulu dan semua orang..


Dari selesai shalat subuh, Karin sudah mulai di make up, dan ditemani dua sahabatnya. Karin begitu terharu sahabatny mau meluangkan waktu untuknya.


" Rin nanti lo tetap kuliah atau berhenti.? " Tanya Fani.


" Gua tetap kuliah, sayang juga kalau berhenti, kasian nyokap gua sudah susah payah kuliahin gua dari awal. " Jawab Karin.


" Terus laki lo bagaimana? mereka setuju tidak kalau lo tetap kuliah? " Tanya nya lagi.


" Mereka setuju kok,dan gua juga mau menunda momongn dulu, pokoknya semua sudah di bicarakan dan semuanya setuju." Jawab Karin lagi..


Tidak terasa, jam sudah menunjukan pukul setengah delapan. Suasana diluar kamar sudah ramai itu berarti keluarga besar Malik sudah sampai, untuk acara ijab kobul hanya di hadiri keluarga inti dan para sahabat terdekat saja. Beda lagi untuk acara resepsi, teman Kampus Karin dan hampir semua Dosen juga di undang, belum lagi semua kolega bisnis Pak Malik.


Karin merasa deg degan, dan sangatlah gugup. Tidak lama kemudian terdengar suara di luar kamar kalau ijab kobul akan segera dilakukan,wali nikah Karin di wakilkan kepada Om nya, adik dari Pak Haris.


" Saudara Rasyid Abdul Malik, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan keponakan saya yang bernama K****arin Lestiani Putri binti Haris Andriansyah, dengan mas kawin emas berlian dua puluh lima gram, dan seperangkat alat shalat di bayar tuunnaii..! " Suara Om Randy terdengar jelas dari kamar Karin.


" Saya terima nikah dan kawinnya Karin Lestiani Putri dengan mas kawin tersebut tuunaii ." Dengan sekali tarikan nafas rasyid mengucapkan ijab kobul dengan lantang juga.


" Bagaimana para saksi sahh..? " Tanya Pak Hakim.


" Sahhhhh..! " Terdengar suara orang bergemuruh mengucapkan kata sah.


Dengan mengucap syukur Karin memeluk kedua sahabatnya. " Alhmdulillah akhirnya sahabat gue ini sudah sah milik orang lain jadi tidak akan ada yang gangguin lo lagi dah..! " Ucap Fani.


Kemudian terdengar suara pintu terbuka, dan terlihat Bu Lastri masuk menghampiri putrinya. Dicium seluruh wajah putrinya kemudian memeluk putrinya sangat erat..


" Jangan nangis sayang, ini hari bahagiamu." Kata Bu Lastri sambil menghapus air mata Karin, tapi Karin tidak bisa mengucapkan apa apa lidahnya kelu ..


bersambung dulu ya readers,,jangan lupa ikutin terus ceritanya, autor ini baru membuat sendiri novelnya, biasanya hanya membaca karya temen temen, jadi mohon masukannya yaa..!!


dan jangan lupa like n komen juga vote nya ya..!!terima kasih..🙏🙏🙏❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2