Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!

Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!
Resepsi


__ADS_3

Setelah ijab kobul Karin di bawa keluar kamar didampingi Bu Lastri dan ke dua sahabatnya. Rasyid begitu terpesona melihat kecantikan Karin sampai sampai Rasyid tak berkedip. Pak Malik menepuk pundak putra semata wayangnya dan berkata.


" Awas nanti lalat masuk. " Ucap Pak Malik. Dia terkekeh melihat putranya yang tidak berkedip.


Rasyid menunduk, jantungnya berdisco ria ketika melihat Karin semakin dekat, kemudian Karin duduk disamping Rasyid..


Setelah acara ijab qobul selesai, kemudian acara selanjutnya adalah sungkeman dan dilanjut dengan acara adat lainnya.


Selesai acara adat, dilanjutkan makan siang bersama keluarga besar. Kemudian Karin dan Rasyid pamit ke kamar untuk shalat dzuhur dan istirahat sebelum nanti pergi ke Hotel untuk resepsi..


" Yang, aku dulu atau kamu yang mandi?" Setibanya di kamar, Rasyid bertanya.


" Mas saja dulu, aku mau menghapus make up dulu " Jawab Karin dengan perasaan yang campur aduk..


Kemudian Rasyid kekamar mandi untuk mandi, sementara Karin membersihkan make up nya hingga tiba tiba ada pelukan dari belakang dan ternyata Rasyid yang sedang memeluknya..


" Mas sudah mandinya, kok cepat sekali? " Tanya Karin sambil mendongak keatas menatap suaminya.


" Sudah sayang..! " Jawab Rasyid. Kemudian Rasyid mengendus leher Karin, Karin mencoba menetralkan perasaannya, hembusan nafas Rasyid membuat tubuhnya meremang..


" Mas tidak sekalian wudhu, kan kita belum shalat..??tanya karin untuk mengalihkan Rasyid yang sudah terbawa gairah.


" Nanti saja..!," Jawab Rasyid singkat. Jiwa lelakinya sudah meronta ronta, Karin tau itu.


"Mas aku mandi dulu ya, kita belum shalat loh, tidak baik menunda nunda shalat..!" Ucap Karin. Karin berusaha mengalihkan Rasyid agar nanti ketika acara resepai Karin tidak kelelahan lebih dulu, karena tamu undangan untuk resepsi sangat banyak sekali..


" Ya sudah Yang, mandi saja dulu." Ucap Rasyid. Rasyid beranjak untuk mengambil bajunya dari koper, kemudian memakainya di depan Karin,,


" Awww..! " Teriak Karin sambil menutup mata pakai tangannya. Kemudian Karin mengambil baju dari lemari dan berlari ke kamar mandi. Rasyid terkekeh melihat reaksi Karin seperti itu. " Menggemaskan " Gumamnya.


Lima belas menit waktu yang Karin gunakan untuk mandi. Kemudian Karin keluar ketika sudah memakai pakaian lengkap. Terlihat Rasyid sedang duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Mas, wudhu dulu.! " Ucap Karin..


" Eh, udah mandinya Yang? " Tanya Rasyid.


" Sudah Mas. " Jawab Kari. Kemudian Rasyid menaruh ponsilnya di atas nakas. Setelah itu Rasyid beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu. Sedangkan Karin menyiapkan sejadah dan menggelarnya untuknya dan juga untuk Rasyid,,


Kemudian Rasyid dan Karin melaksanaka shalat dzuhur berjamaah. Ini shalat berjama'ah pertama kalinya untuk mereka berdua. Rasyid berdo'a sangat khusyu, dan bersyukur karena Allah telah mengabullkan do'anya. Berharap Karin menjadi miliknya disetiap sujudnya dan akhirnya terkabul seteleh menunggu sekian lama.


Selesai berdo'a, Rasyid berbalik kemudian mengulurkan tangannya. Karin pun menerima uluran tangan Rasyid kemudian menciumnya dengan takzim. Kemudian Rasyid mencium kening Karin sangat lama dan mendo'akannya..


Setelah shalat zuhur keduanya beristirahat, supaya nanti malam terlihat fress. Tepat pukul empat sore Mama Karisa membangunkannya..


Tokkk... toookkk... tookkk...

__ADS_1


" Rasyid, Karin sudah bangun belum Nak? " Tanya Mama Karisa, Tapi tidak ada jawaban dari dalam. " Dasar pengantin baru" Mama Karisa bergumam.


" Toookkkk.... tooookkk...., toookkkk...!! " Mama Karisa mengetuk pintunya lebih kencang lagi berharap ada yang bangun, karena hari sudah sore, dan jam lima harus sudah sampai hotel untuk mempersiapkan acara respsinya..


Ceklekk..


Pintu terbuka, dan terlihat Rasyid dengan muka bantalnya di balik pintu.


" Ada apa Ma, kok sudah ngebangunin aku sih, aku masih ngantuk Ma. " Ucap Rasyid sambil mengucek matanya..


" Karin mana sudah bangun belum? " Tanya Mama Karisa sengaja untuk mengerjai anaknya, karena Mama Karisa tau kalau Rasyid belum sadar betul,,


" Kariinn? " dahinya mengernyit.


" Ohh iyaa Ma ada apa? " Ucap Rasyid dengan wajah bingungnya.


" Ayok siap siap, kita ke Hotel ini sudah sore.! " Ucap Mama Karisa terkekeh.


" Karinnn, Hotel? Mau ngapain ke Hotel Ma? " Tanyanya lagi.


Plaaakkk...!! Mama Karisa menampar pelan pipi Rasyid..


" Awww..! Sakit Mama..!! Kenapa nampar aku sih..? " Ucap Rasyid kesal.


Karin mendengar suara orang berbincang terlonjak kaget, kemudian bangun dan menghampiri Rasyid yang ada dipintu..


" Mama dari tadi aku sudah bangun bahkan Mama sudah nampar aku, kenapa Mama nanya lagi sih " Rasyid merasa kesal dengan Mamanya, soalnya dari tadi terus mengerjainya..


" Sudah ma.." Tiba tiba Karin menjawab. Rasyid terlonjak kaget, kemudian menelihat kebelakang dan Karin tersenyum..


" Ayok bersiap, ini sudah sore nanti terlambat..,, dan jangan lupa sadarkan Rasyid ya. " Ucap Mama Karisa terkekeh, kemudian melangkah keluar meninggalkan kedua sejoli yang masih berada di alam mimpi.


Rasyid merasa kikuk, dia berbalik dan memeluk Karin. Karin yang dipeluk secara tiba tiba mencubit perutnya Rasyid..


" Awww, Yangg apa yang kamu lakukan?! " Tanya Rasyid sambil megangin perutnya.


" Kan kata Mama aku disuruh nyadarin kamu Mas, emangnya kenapa? Kamu lupa ya kalau kita sudah menikah hhahaa? " Tanya Karin mengejek..


" Awas ya Yaaangg..!! " Teriak Rasyid.


" Ya sudah aku mandi duluan ya Mas. " Ucap Karin sambil berlalu ke kamar mandi.


" Tunggu Yang, kita mandi bareng. " Ucap Rasyid sambil mengejar karin ke kamar mandi tapi terlambat Karin sudah menutup pintunya.


" Sial...!!" Umpat Rasyid...

__ADS_1


Setelah bergantian mandi, Karin dan Rasyid berangkat menuju Hotel, begitu juga dengan keluarganya. Di Hotel persiapannya sudah seratus persen. Sesampainya di Hotel, Karin langsung menuju ruang ganti. Kemudian Karin di makeupin kembali dan memakai gaun yang sangat indah Begitu juga dengan Rasyid, dia memakai tuxedo yang dirancang sangat mewah juga elegan. Keduanya terlihat serasi.


Acara pun sudah dimulai dan pengantin diberi sambutan dengan mewah. Tamu undangan sudah banyak yang hadir, dengan di iringi lagu yang sangat romantis dan kedua mempelai berjalan melangkah menuju pelaminan...


Rasyid dan Karin, beserta kedua orang tuanya sibuk menyalami tamu yang hadir. Tamu yang hadir begitu banyak, ada Mahasiswa, Dosen dan juga rekan bisnis Pak Malik Perayaan pernikahan ini tak luput menjadi perhatian publik karena di dunia bisnis nama Abdul malik sangatlah terkenal, apalagi di luar negri dan kebanyakan tamu jugadari luar negri.


" Cape Yang? " Tanya Rasyid..


"Lumayan Mas, banyak banget ya tamu undangannya.! Jawab Karin.


"Ya sudah duduk aja dulu, mumpung lagi sepi," Ajak Rasyid kemudian menuntun Karin ke kursi pelaminan.


Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, Karin merasa sangat lelah apa lagi Karin memakai sandal hak tinggi. Kakinya merasa keram dan kebas, kemudian Rasyid memijitnya dan minta diganti dengan sandal yang tak terlalu tinggi hak nya..


Setelah memakaikan sepatunya kepada Karin, kemudian Rasyid berdiri dan alangkah terkejutnya ketika melihat Mita sedang menyalami kedua orang tua Rasyid, Karin juga ikut berdiri..


" Haii rasyid..!" Ucap Mita melambaikan tangannya. Kemudian Mita menghampiri Rasyid.


" Mitaa..!! " Seru Karin.


" Ini benar kan Mita Lestari? " Tanya Karin. Karin tidak menyangka akan bertemu lagi dengan sahabat lamanya.


" Kariiinn.! " Apa kabarnya? " Pasti lo bahagia ya karena hari ini adalah hari pernikahanmu..


" Bahagia dong, bagaimana tidak bahagia ini kan hari terspesial untukku.


" Terus lo tida bertanya kabar gua? " Tanya Mita.


" Ohh iya lupa, soryy..! Kabar lo bagaimana? Sekarang lo tinggal dimana kok lo tidak pernah hubungin gua sih, nomor lo yang dulu sudah tidak aktif lagi. " Ucsp Karin, dia membrondong pertanyaan kepada Mita.


" Lo mau tau tidak Karin, kalau kabar gua itu sekarang lagi buruk. Karena orang yang dari dulu gua cintai malah menikah dengan sahabat lama gua, bagaimana tidak sakit hati coba.! " Mita menyindir Karin, tapi Karin belum paham dengan pembicaraan Mita, Rasyid yang paham sindiran Mita dia langsung menatap mita tajam.


" Yang sabar ya, mudah mudahan lo dapat pengganti yang lebih baik, mungkin dia bukan jodoh lo.." Karin mencoba menenangkan sahabatnya.


" Gua sudah sabar dari dulu, tapi sekarang sepertinya udah kehabisan kesabaran." Ucap Mita lagi. Rasyid menatap tajam Mita, melihat tatapan tajam Rasyid, tidak lama kemudian Mita pamit..


" Ya sudah gua pamit dulu ya Rin, semoga bahagia dan bisa bersabar ketika mendapatkan cobaan.! " Ucap Mita terburu buru..


" Kenapa terburu buru sih Mit, kita kan baru bertemu lagi, apa lo nggak mencicipi hidangan dulu? " Tanya Karin heran dengan gelagat Mita..


" Tidak Rin, terima kasih banyak, gua lagi ada urusan juga." Ucapnya. Setelah berpamitan Mita langsung pergi. Mita langsung pergi ke Club Malam, karena hatinya sangat hancur apalagi mengetahui kalau yang menjadi mempelai wanitnya adalah sahabatnya sendiri..


bersambung...


***baru bisa update lagi nih,terus ikutin kisahnya ya,untuk sementara masih flash back dulu ya untuk mengetahui bagaimana dulu karin bisa bertahan di samping rasyid yang akhirnya karin terpaksa harus pergi..

__ADS_1


jangan lupa like,komen,dan vote nya ya,jangan lupa koreksinya,saya hanya autor pemula yang tadinya hobby membaca jadi tertarik untuk menulis,semoga nantinya mebulis menjadi hoby autor juga ya..!!terimakasih❤❤❤***..


__ADS_2