Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!

Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!
Semua Tentang Ayah..


__ADS_3

Fira, sini sayang. " Ucapnya. Tangannya melambai meminta aku untuk mendekat kepadanya. " Sayang, ada yang ingin Ibu jelaskan, disini duduk." Akupun menghampirinya kemudian duduk disampingnya.


"Ada pa Bu..?? Tanyaku penasaran.


-----------------------------


" Fira maafin Ibu ya, jika selama ini Ibh selalu menutupi semua tentang Ayahmu. Ibu hanya tidak ingin kamu jau dari Ibu Nak. " Ucapnya sendu, tatapannya menatap lurus ke depan.


" Maksud Ibu apa ya? " Tanyaku heran. Tumben saja Ibu mau membahas tentang Ayah, padahal aku tidak pernah memintanya untu bercerita lagi.


" Tolong jangan memotong pembicaraan Ibu sayang, mungkin ini sudah waktunya kamu tahu tentang Ayah kamu, dan sekarang juga mungkin kamu akan faham kenapa Ibu selalu menutupi apa pun tentang Ayah kamu Nak. " Ucapnya. Hatiku berdebar tidak beraturan, kenapa mendengar penuturan Ibu seperti ada sesuatu yang membuat Ibu sangat tersakiti.


Flashback On


Hari ini adalah hari kelulusanku di Sekolah putih abu abu. Oh ya perkenalkan nama aku a adalah Karin. Aku baru saja menghadiri acara kelulusan di Sekolah Favorit di Daerahku tinggal.


" Rin, nanti kamu mau kuliah dimana..?? " Tanya Mita.


" Aku kuliah disini saja Mit, tidak mau jauh dari nyokap kasian kalau ditinggal, Bundaku Tidak ada temennya. " Jawabku. Ya, aku di rumah hanya berdua sama Bunda. Aku anak tunggal, sedangkan Ayah sudah meninggal satu tahun yang lalu.


" Kalau kamu mau kuliah di mana Mit? "..


" Aku sih harus ikut orang tua pindah ke luar Kota, dan harusnya dari sebulan yg lalu kami pindah tapi Mama ku tidak mau, jadi minta diundur, Sampai aku Lulus sekolah disini.


"Ohh ya, kita berpisah dong, tapi jangan lupain persahabatan kita ya." Ucap Mita.


" Oke, kamu juga jangan pernah lupain aku ya...!!" Ucapku.


--------------------------


Beberapa tahun kemudian, Pendidikanku di Universitas sudah memasuki semester ke empat, selama aku kegiatanku berjalan dengan lancar. Aku juga mempunyai sahabat yang bernama Amanda juga Risa.


Suatu hari, Kampus ini kedatangan Dosen pengganti, karena Dosen yg sudah biasa bertugas di jurusan aku sedang dipindah tugaskan..


Pagi itu, suara riuh ketika Ibu Laras memasuki kelas bersama seorang Dosen yang katanya akan menggantikan Pak Ramli.


" Hallo semuanya.! Apa kabarnya hari ini? " Ucap Bu Laras ketika sampai di Kelas.


" Baiiikk Buuuuu. " Seru semua Mahasiswa yang berada di kelas ini. Kelas menjadi sangat riuh, apalagi dengan kedatangan Dosen tampan nan rupawan ini


" O ya, perkenalkan ini Dosen baru kalian. " Ucap Bu Laras. "Silahkan perkenalkan diri anda Pak Dosen. " Bu Laras mempersilahkan Dosen baru itu untuk memperkenalkan diri

__ADS_1


" Assalamu'alaikum, perkenalkan nama saya Rasyid Abdul Malik, saya yang akan mengajar kalian di kelas ini." Ucapnya.


" Wa'alaikum salam, salam kenal juga Pak Rasyid. ",seru semua Mahasiswa yang berada di Kelas. Aku menatap Dosen baruku, begitupun sebaliknya. Aku langsung terpana dengan pesona ketampanan Pak Rasyid. Begitu juga dengan Pak Rasyid, dia melihatku dengan tatapan yang sulit ku artikan.


" Astaghfirullahal'adzim. " Ucap ku. Aku memalingkan wajahku.


" Kenapa jantungku perti mau loncat ketika melihatnya, ampuni aku ya Allah. " Ucapku dalam hati.


Dua bulan sudah, Pak Rasyid menjadi Dosenku. Sering sekali pandangan kita bertemu. Dan dia juga sering mncuri curi pandang kepadaku. Tapi, kenapa semakin kesini rasa ini menjadi rasa suka terhadapnya.


Sampai, suatu sore setelah aku selesai Kelas, aku sedang berjalan sambil menunggu Taksi yang lewat. Tiba tiba ada sebuah mobil membunyikan klaksonnya.


Tintinn... tiinnn... Suaranya sangat nyaring. Aku menengok ke asal suara dan terlihat mobil berwarna hitam sedang berjalan pelan menghampiriku.


" Karin, pulang naik apa? " Tanyanya. Dia menyembul dari balik jendela.


"Belum Pak, ini aku lagi menunggu Taksi lewat." Ucapku. Aku terus berjalan dengan pelan. Tapi dia terus mengikuti aku.


" Boleh saya anterin tidak? Sekalian saya ingin tahu rumah kamu. " Ajak Pak Rasyid.


dag dig dug.. Spot jantungku semakin kencang. Perasaanku semakin tidak karuan, apa lagi ketika Rasyid membuka pintu mobilnya kemudian menghampiriku.


" Ayo cepat karin. " Ucapnya. Dia menarik tanganku dengan lembut.


" Terima kasih Pak, tapi Taksinya sedang menuju kesini. " Aku menatik tanganku. Tapi dia tidak menghiraukannya.


" Cancel saja. " Ucapnya tegas. Dia terus menarikku membawanya masuk kemobil.


" Mana bisa Pak, kasihan dong dia kan lagi cari rezeki, bagaimana kalau dia itu punya anak banyak. Untuk mereka itu sangat berarti. "


" Sstttt..! " Pak Rasyid menempelkan jarinya ke bib**ku.


" Sudah jangan bawel, nanti aku hap kamu. " Ucapnya.


" Tapi Pak tak-...! "..


" Sini ponsel kamu, saya bantu Cancelin. " Pak Rasyid merebut ponselku yang sedang aku pegang. Pak Rasyid mengutak ngatik ponselku dan berhasil mengcancelnya.


Baru saja mau dia kasih, tapi aku keburu menarik ponselku. Dan apa yang terjadi? Pak Rasyid hampir saja menci**ku. Jarak wajahnya sengat dekat hingga deru nafasnya terdengar jelas.


Aku tidk tahu dengan kondisi wajahku. Mungkin sudah seperti kepiting rebus. apalagi dengan detak jantung ini. Jangan ditanya lagi, rasanya sudah tidak karuan, kemudian aku mendorong tubuhnya. Aku menatapnya tajam, atapi apa yang aku dapati, wajahnya juga memerah.

__ADS_1


Pak Rasyid menegakan tubuhnya dan memaksa aku untuk masuk. Setelah itu dia sedikit berlari memutar kedepan dan masuk ke pintu kemudi.


Setwlah beberapa saat terdiam, Pak Rasyid menyalakan mobilnya kemudian melaju meninggalkan Kampus.


" Saya mau melamar kamu, boleh tidak? " Tiba tiba saja Pak Rasyid memecah keheningan. Aku terdiam membisu, merasa sangat syok dan tidak percaya.


" Tidak usah bercanda Bapak. " Ucapku.


" Saya serius.." Ucapnya tegas.


Etahlah perasaanku saat ini masih syok, apalagi ini tiba tiba dia melamarku begitu saja. Padahal kita belum lenal satu sama lain. Aku hanya diam dan aku memilih mengalihkan pembicaraan..


" Di depan belok kanan Pak.! " Ucapku gugup. Pak Rasyid membelokkan mobilnya.


" Itu di depan rumah saya Pak, yang pagar hitam. ! " Ucapku lagi ketika sudah sampai di depan rumahku. Rumah yang sederhana tapi asri banyak pepohonan tumbuh dan juga bunga bunga yang bertebaran di halaman rumah.


"Sangat indah" Gumam Pak Rasyid. Aku masih mendengarnya bergumam.


"Assalamua'alaikum karin pulang bu. " Aku sedikit teriak.


" Wa'alaikum salam." Jawab Bunda dari dalam. Kemudian pintu terbuka, senyum hangat Bunda membuat aku merasa bahagia. Senyumnya yang selalu membuat aku semangat. Kemudian, aku menyalami tangan Bundaku dan menciumnya dengan takjim.


" Bunda, ini Dosen aku di Kampus, dia memaksa aku ikut untuk ketemu Bunda katanya." Ucapku. Aku berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Bunda juga Pak Rasyid.


Author POV


Bu Lastri menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak semata wayangnya. Memang kadang, anaknya itu sedikit konyol dan usil.


Sementara di luar, baru saja Rasyid mau menyalami tangan Bu Lastri. Tiba tiba Rayid mengenali siapa orang yang di hadapannya.


" Tante Lastri, benar ini Tante Lastri..?? Ucap Rasyid, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabat lama Mamanya.


" Iya saya Lastri. " Jawab Bu Lastri.


" Ya ampun Tante, apa kabarnya? " Tanya Rasyid. Rasyid merasa terharu.


" Kamu siapa Nak, kenal sama Tante..??! Tanya Bu Lastri.


bersambung...


***tunggu bab selanjutnya ya,masih flashback,jangan lupa follow aku ya,dan like n komen juga vot ya..

__ADS_1


te0Qrima kasih sebelumnya yang sudah mau mampir😍😍😍***


__ADS_2