
" Suara bayi.... Alhamdulillah..." Teriak semua yang menunggu kelahiran bayinya Karin..
******
Dengan sekuat tenaga Karin mengejan dan berpegangan kepaa Bi Lusi.
"Oee oeee.. oee.. " Suara tangisan bayi menggema di ruang bersalin. Seorang bayi perempuan telah lahir ke dunia ini dengan persalinan normal, sehat dan selamat.
Bi Lusi meneteskan air matanya, mengucap syukur tak henti henti, setelah perjalanan panjang kisah seorang anak majikannya yang sudah di anggap sebagai kakak kandungnya. Bi Lusi bersyukur bisa menjaga Karin dengan baik. Walaupun Bi Lusi tidak tau bagaimana keadaan hati Karin yang selama ini menyembunyikan sakit hatinya terhadap suaminya sendiri.
Karin memang salah, telah pergi dari rumah tanpa pamit kepada suaminya, Tapi, apa masih bisa di katakan salah juga ketika tau sang suami yang aslinya seorang kepala rumah tangga, telah hilang perhatiannya, telah hilang kepeduliannya, bahkan untuk memenuhi nafkah batinnya pun sudah tidak ada.
Hanya karena mengejar dunia, Rasyid lupa akan tanggung jawabnya. Karin selalu menyibukan dirinya dengan tugas kuliah agar bisa cepat skripsi dan bisa untuk hamil, tapi semuanya sia sia, Rasyid malah tambah sibuk, karena membuka cabang perusahaan di berbagai daerah yang akhirnya Karin mendapatkan kenyataan pedih yang tak bisa di lupakannya.
Setelah selesai dibersihkan, Karin dan bayinya di dorong keluar dari ruangan bersalin dan di bawa ke tempat perawatan. Karin masih lemas, tapi Karin tidak lupa untuk tersenyum ketika semua orang terdekatnya menyambut dengan gembira di depan pintu bersalin.
Karin sangat beruntung, masih banyak orang yang sayang padanya, walaupun gak tau, bagaimana keadaan keluarga besar Rasyid sekarang.
Sang Mama mertua, sangat menyayangi Karin, tapi tetap saja dengan kesibukannya membuat Karin merasa kesepian.
Beda dengan keadaan Karin di tempat barunya, semua tetangganya selalu suport Karin, apalagi ketiga orang tua pegawainya, setiap hari selalu mengirim makanan, bahkan ketika Karin ngidam ke tiga orang tua itu selalu kompak untuk mencari keinginan Karin..
Di sini Karin mndapatkan keluarga baru yang hangat dan perhatian.
Suasana ruang perawatan sangat riuh, apalagi melihat bayi mungil yang masih merah sangat menggemaskan.
Keriuhan berhenti ketika Bidan Erna masuk ke dalam ruangan.
" Permisi ibu ibu, saya periksa dulu ya, Bu Karinnya.." Kata Bidan Erna. Seketika keriuhan itu berhenti, dan semua yang ada di ruangan keluar kecuali Bi Lusi yang tetap setia mendampingi Karin.
" Oh silahkan bu Bidan.." Kata ibunya Rania
Bidan Erna memeriksa Karin dan juga bayinya, dan semuanya baik baik saja..
" Alhamdulillah semuanya baik baik saja," Kata Bidan Erna.
" Silahkan di coba untuk minum Asi dedenya.." Lanjut bidan Erna
Karin dibantu bi Lusi untuk duduk, dan bidan Erna menaruh bayinya di pangkuan Karin. Benar saja, bayi Karin langsung mengAsi dengan cepat, membuat Karin kesakitan.
" Aww.." Karin meringis
" Tidak apa apa, entar juga kalau udah sering gak bakal sakit. " Kata Bidan Erna.
Selesai di periksa, rombongan yang di luar kembali masuk untuk berpamitan pulang, karena hari sudah larut.
" Kak Karin, kami pamit pulang dulu ya.." Kata Dewi.
" Oh ya sudah, terimakasih banyak ya sudah menemani aku" Jawab Karin
__ADS_1
Semua orang bergantian bersalaman dan mengucapkan selamat.
" Nanti, kadonya kalau sudah di rumah ya, sekarang ateu pulang dulu.." Kata Dewi
" Baik ateu, hati hati di jalan" Kata Karin sambil menirukan suara anak kecil.
Akhirnya ruangan yang tadinya riuh menjadi sepi. Karin menaruh bayinya dengan hati hati di sampingnya.
" Bi, bibi makan dulu, tadi belum makan kan..?!" Kata Karin ketika melihat bi Lusi yang habis dari kamar mandi.
" udahlah Neng, bibi udah kenyang.." Jawab Bi Lusi
" Kenyang makan apa bi..?" Bukannya tadi bibi baru masak aja..?" Tanya Karin.
" Bibi makan dulu pokoknya.." Kata Karin cemberut pura pura marah.
" Iya Neng nanti aja, bibi belum laper" Jawab bi lusi enteng.
" Nanti keburu malam bi, kalau enggak bibi beli aja dulu di depan, takut keburu tutup warungnya.." Kata Karin lagi.
" Nanti Neng Karin sendirian.." Jawab bi Lusi pelan
" Kan berdua sama si dede bi.." Karin tau, kalau bi lusi sebenarnya masih shock, karena melihat Karin melahirkan. Bi Lusi orangnya juga panikan jadi ketika melihat Karin mau melahirkan bi Lusi panik sekali,untung saja tidak sampai pingsan.
Akhirnya setelah di bujuk terus terusan Bi Lusi keluar untuk mencari makan.
Tokkk.. tokkk...tookkk..
Bi Lusi bangun, kemudian berjalan menuju pintu dan membukanya.
Terlihat bidan Erna bersama seorang pegawai bidannya yang membawa makanan di nampan.
" Permisi bu, boleh saya periksa lagi bu Karinnya..?" Kata Bidan Erna.
" Oh silahkan bu Bidan, maaf nih saya baru bangun, Neng Karin juga masih tidur, semalam dede bayinya merengek terus.." Jelas bi Lusi
" Asinya belum keluar..?" Tanya bidan Erna
" sudah sih, cuman sedikit, Neng Karin juga kesakitan.." Jawab bi Lusi seadanya..
Bidan Erna masuk di ikuti pegawainya. Pegawainya menaruh nampan berisi sarapan untuk Karin.
Karin menggeliat dan membuka matanya..
" Selamat pagi Bu Karin, apa kabarnya..?" Bidan Erna menghampiri Karin.
"Alhamdulillah baik." Karin tersenyum
" Saya periksa dulu ya.."
__ADS_1
"Oke, silahkan.." Bidan Erna memulai pemeriksaannya dengan mengecek tensi darahnya.
" Sudah bisa buang air kecil belum..?"
" Belum bu Bidan.." Jawab Karin.
" Sebelum pulang, harus bisa buang air kecil dulu ya" . Sekarang di makan sarapannya, saya tinggal dulu" Kata Bidan Erna.
Karin menghabiskan sarapannya, kemudian meminum obat dan vitamin yang sudah di sediakan Bidan Erna.
Rumah Bersalin bidan Erna, sudah tergolong maju, karena semua pasilitas sudah ada, tidak beda jauh dengan Rumah Sakit. Walaupun punya sendiri, tapi menyediakan pasilitas untuk peserta jaminan kesehatan dari pemerintah.
Sekitar jam sepuluh pagi, Karin sudah di perbolehkan pulang kerumah, semua administrasi, bi Lusi yang mengurusnya. Setelah semua administrasi selesai, bi Lusi membereskan barang yang di bawa Karin dan segera berpamitan kepada bidan Erna.
" Hati hati di jalan ya bu Karin." Kata bidan Erna.
" Terimakasih untuk semuanya, yang telah membantu saya" Karin berterimakasih.
" Kalau ada apa apa, jangan sungkan chat saya ya, bu Karin." Ucap bidan Erna.
" Baik, terimakasih semuanya.." Karin melambaikan tangannya ketika mobil sudah melaju.
Perjalanan pulang kerumah terkendala, di jalan besar ada kemacetan panjang, Baby Zafira menangis karena haus. Zahra cekatan menenangkannya. Ternyata, setelah kemacetan terurai, ada kecelakaan yang mengakibatkan tiga kendaraan berserakan di jalanan.
Baby Zafira terus menangis, bahkan tidak mau minum Asi, Zahra menjadi panik, bi Lusi mencoba menenangkan tapi tetap tidak bisa, Baby Zafira menengis sampai melengking lengking.
Sekilas, Karin melihat sebuah mobil yang sedikit rusak menjadi korban kecelakaan. "Kok seperti kenal dengan mobil itu " Kata Karin tidak sadar.
" Mobil mana Neng..?" Tanya bi Lusi.
" Itu tadi bi, " Karin langsung terdiam. Karin tidak menyadari kalau dirinya berbicara kencang bukan bergumam.
" Yang mana neng..?" Bi Lusi semakin penasaran
" Tadi bi, yang kecelakaan. Tapi, mungkin aku salah lihat.." Kata Karin mendung, suasan hatinya merasa tidak tenang. Bahkan Karin melihat jelas nomor plat mobilnya. "Apa ini ada hubungannya dengan Baby Zafira yang nangis kencang ketika melewati tempat kecelakaan itu..?" Karin bertanya tanya dalam hatinya.
Satu jam di perjalanan, akhirnya sampai ke rumah. Baby Zafira sudah tidak menangis lagi dan sekarang tertidur setelah minum Asi.
Terlihat, Toko masih tutup, artinya hari ini tidak jualan, tapi, di sekitar Toko terlihat banyak kendaraan roda dua. Karin merasa heran, apa memang ada orang di dalam.
Bi Lusi turun dari mobil terlebih dahulu, di ikuti Karin dengan Baby Zafira di gendonganya. Bi Lusi memapah Karin, sedangkan Mang Kosim mengikuti dari belakang dengan menenteng tas keperluan Karin.
Pintu di buka oleh bi Lusi, dengan mengucap "Bismillah, Assalamu'alaikum..." Bi Lusi membukakan pintu untuk Karin.
" Wa'alaikumsalam..." Semua orang menyahut dari dalam. Penyambutan kedatangan Baby Zafira sangat meriah, Toko di sulap dengan dekoran penyambutan kehadiran Baby Zafira di rumah, dihias dengan balon, serta pernak pernik lainya.
" Selamat Datang di Rumah Baby Zafira ". Semua orang mengucapkan selamat datang.
**Bersambung...
__ADS_1
Alhamdulillah, akhirnya bisa up lagi, terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa Like Komen and janga lupa vote aku ya, agar tambah semangat lagi nulisanya🥰🥰🥰**