
Tante Lastri, benar ini Tante Lastri..?? Ucap Rasyid, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabat lama Mamanya.
" Iya saya Lastri. " Jawab Bu Lastri.
" Ya ampun Tante, apa kabarnya? " Tanya Rasyid. Rasyid merasa terharu.
" Kamu siapa Nak, kenal sama Tante..??! Tanya Bu Lastri.
------------------------------
Flashback..
Lastri dan Karisa bersahabat sejak SMA, Karisa lebih dulu menikah dan langsung dikaruniai seorang anak yang bernama Rasyid Abdul Malik. Dua tahun kemudian Lastri menikah dan dikaruniai anak di tahun ke tiga pernikahannya yaitu Kinan Lestiani Putri,,
Ketika Rasyid umur sepuluh tahun, Karisa pindah ke luar negri ketika pekerjaan suaminya dipindah tugaskan, dan Rasyid besar di luar negri. Namun Lastri tidak pernah bisa menghubungi Karisa lagi setelah lima tahun mereka berpisah karena Lastri kecopetan handponenya jadi tidak bisa lagi berkomunikasi.
Keluarga Malik baru kembali beberapa bulan yang lalu, dan Rasyid menjadi dosen di Kampus tempat Karin Kuliah.
Flashback Off
" Tante, aku Rasyid anaknya Mama Karisa dan Papa Malik, Tante masih inget tidak..??! Tanya Rasyid.
" Nak Rasyid, Ka Karisa..." Ucap Bu Lastri terbata. Sepertinya ia mengenali dua nama itu.
" Karisa, ya Allah..!." Akhirnya, Bu Lastri mengingatnya. Sahabat yang telah lama tidak pernah bersua. Sahabat yang lima tahun hilang kontak.
" Ya Allah, Nak Rasyid apa kabar sayang, sini masuk dulu, sambil duduk ngobrolnya..! " Ucap Bu Lastri ramah. Bagaikan mimpi untuknya, berpuluh puluh tahun tidak pernah bertemu.
" Kariiinnn..! " Panggil Bu Lastri.
" Tolong bikinin minum buat Nak Rasyid!! " Bu Lastri meminta Karin membuat minuman untuk Rasyid.
" Iya Bu sebentar..! " Karin menimpali dari dalam Kamar. Tidak lama kemudian, Karin keluar dan menuju dapur untuk membuat minum..
" Silahkan diminum Pak Dosen. " Ucap Karin. Karin kemudian duduk disamping bu lastri..
" Karin kamu ingat tidak, dulu waktu kamu umur lima tahun anaknya temen Ibu suka mencetin hidung kamu..??! " Tanya Bu Lastri..
" Memangnya siapa Bu? Karin lupa hmmpp.." Karin mengingat ngingat ketika umurnya masih lima tahun.
" Oh iya Bu, Karin ingat..!! Siapa sih Bu dan kenapa Ibu tiba tiba nanya begitu, kan itu sudah lama banget..??! " Tanya Karin heran
__ADS_1
" Aku.. " Sahut Rasyid cengengesan..
" Hahhh. ! Apa? " Karin merasa kaget dan tidak percaya. Seingatnya, dulu orang itu culun sekali. Dia memakai kacamata bulat juga, dengan celana khasnya yang dia pakai di tengah pinggang.
" Iya, sayang, itu Nak Rasyid yang suka mencetin hidung kamu " Ucap Bu Lastri meyakinkan.
" Apa Bu, yang benar saja sih Bu.! " Ucap Karin menahan malu.
" Mungkin kita jodoh Karin.! " Ucap Rasyid tersenyum.
" Apa sih pak dosen ini, jodoh jodohan mulu.! " Kata karin mencebikan bibirnya.
" Kan tadi aku bilang mau ngelamar kamu, dan dulu waktu aku kecil, bilang ke Om Haris kalau nanti besar Karin akan menjadi miliku, bener kan Bu? Sekarang kita di pertemukan lagi. Dari pertama bertemu, aku itu kenapa merasa kenal sama kamu dan aku juga ingin memilikimu " Jelas Rasyid panjang lebar..
" Sekarang di mana Om Haris Tante? Aku serius dengan apa yang aku ucapkan Tante." Ucap Rasyid serius.
" Maaf Nak Rasyid, Ayahnya Karin sudah meninggal.! " Jawab Bu Lastri dengan tatapan sendu..
" Apa Tante, Om Haris sudah tidak ada..?t Tanya Rasyid lagi. Ia tidak menyangka. Teman karib Papanya itu sudah mendahuluinya. Masih teringat jelas kenangan di mana Papanya selalu mengajak Rasyid ketika main ke Rumah Om Haris. Dia begitu senang karena akan bertemu Karin kecil yang menggemaskan.
" Iya Nak,sudah lama..!! " Jawab Bu Lastri lesu.
" Maafkan kami Tante, maafkan keluarga Rasyid terlalu lama menjauh. " Tutur Rasyid. Ada sedikit penyesalan yang membuat Rasyid sedih.
Setelah berbincang bincang, tidak terasa waktu sudah menunjukan adzan magrib, Bu Lastri menahan Rasyid untuk makan malam dulu. Selesai shalat magrib yang di imami Rasyid, Bu Lastri mengajak makan malam. Setelah makan Rasyid pamit untuk pulang,,
" Tante Rasyid pamit untuk pulang ya. Karin sampai bertemu lagi nanti insyaAllah hari minggu aku kesini lagi sama Orang Tuaku ya.! "...
" Iya Nak Rasyid, terima kasih sudah mau berkunjung ke sini. Jangan kapok ya, Nanti kalau ada waktu senggang main kesini, sekalian ajak Mama Karisa. Tante kangen banget. "...
" Iya Tante, nanti saya usahakan. Assalamu'alikum." Rasyid mengucapkan salam sebelum keluar dari rumah Karin.
" Wa'alaikum salam. Jawab Bu Lastri dan Karin..
Setelah mobil Rasyid tidak kelihatan lagi, Karin dan Bu Lastri masuk kemudian mereka menonton televisi di ruang keluarga.
" Bu, bagaimana Pak Rasyid itu, beneran apa bohong..?! " Tanya Karin.
" soal lamaran tadi..?? " Tanya Bu Lastri
" Iya Bu." Jawab Karin. Karin hanya takut karena tiba tiba Rasyid maen lamar aja, padahal kenal juga baru ditambah Kinan masih kuliah..
__ADS_1
" Nak Rasyid benar Karin, Nak Rasyid minta sama Ibu, tadinya kan mau minta sama Ayah kamu.! "..
" Tapi Bu, bagaimana kuliah aku..? " Tanya Karin.
" Ibu mau tanya dulu, kamu sudah punya pacar atau belum..?? " Bu Lastri balik bertanya.
" Belum Bu, mana sempat aku pacaran, aku ingin cepat lulus, biar bisa cepat bantu Ibu kerja..! " Jawab karin.
" Terus kamu suka tidak dengan Nak Rasyid? "
" Tidak tahu Bu." Jawab Karin. Pipinya terasa panas dengan pertanyan ibunya.
" Ciee, anak Ibu lagi kasmaran nih, pipinya merah merona seperti jambu air hhe." Goda Bu Lastri karena melihat pipi Karin memerah..
" Ibu ihhh." Karin merengek, ia merasa malu..
Sebenarnya Rasyid sudah sempat dijodohkan, ya setahun lalu Mita bertemu Rasyid saat orang tuanya ada kerja sama dalam proyek yang di kerjain Rasyid di luar negri. Mita langsung jatuh hati pada pandangan pertamanya. Dan Mita langsung meminta kedua orang tuanya untuk menjodohkan dirinya dengan Rasyid. Dengan susah payah karena orang tua Rasyid sangat sibuk akhirnya bisa bertemu.
Tapi Rasyid dengan lantang menolaknya, karena dia mempunyai pilihan hati sendiri, Mita sempat memaksa dan mengancam akan membatalkan kerjasamanya, Tapi Rasyid Rasyid tak gentar, dia tetap dengan pilihan hatinya. Akhirnya kerja sama mereka batal dan Rasyid harus mengganti kerugian yang sangat besar. Tidak apa apa, urusan hati tidak dipaksa fikirnya.
****************
Hari ini adalah hari minggu, benar saja Rasyid tidak berbohong dengan janjinya kemari. Ia benar benar datang membawa kedua orang tuanya.
Ketika Karin sedang menyiram bunga tiba tiba mobil Rasyid datang dan di ikuti satu mobil dibelakang.
Tiiinnnnn....
Tiiinnnn....
Kinan pun menoleh, dan dia kaget kalau mobil yang kemarin mengantarnya pulang ada dihadapannya, irama jantungnya sudah tidak beraturan,seperti sedang lari maraton.
Kemudian Rasyid turun dari mobil dan membuka pintu gerbang. Karin merasa lebih kaget ketika tau Rasyid sudah ada dihadapannya.
" Astaghfirullahal'adzim. " Ucap Karin. Karin menatap Rasyid tidak berkedip, mahluk Tuhan di depannya begitu tampan mempesona.
" Awww " Karin tersadar ketika Rasyid mencubit hidungnya.
" Kamu kenapa bengong karin, terpesona ya dengan ketampanan saya?! " Rasyid berkata dengan pongahnya.
Blushhh..,pipi karin merah mrrona....
__ADS_1
Bersambung...
sampai sini dulu ya, jangan lupa like n comennya kemudian vote juga, terima kasih..