Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!

Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!
Malam Pertama


__ADS_3

Setelah kepergian Mita, Rasyid yang moodnya sudah berubah mengajak Karin untuk istirahat ke kamar yang sudah mereka sewa..


" Yang, kamu mandi duluan atau aku..? " Tanya Rasyid setelah mereka tiba di kamar, Rasyid berusaha tidak menunjukan mood buruknya, gara gara Mita tadi..


" Mas saja duluan, aku mau menghapus make up dulu, " Jawab Karin. Kemudian Karin duduk di depan meja rias dan mulai menghapus sisa make up nya.


Setelah beberapa menit, kemudian terdengar suara pintu berderit, dan terlihat Rasyid keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar..


" Sudah belum Yang menghapus make up nya..?" Tanya Rasyid. Kemudian Rasyid memeluk Karin dari belakang..


" Sudah Mas, " Jawab Karin. Kemudian Karin membuang kapas terakhirnya yang dipakai untuk membersihkan make upnya..


" Aku mandi dulu ya Mas, sudah lengket banget nih, " Ucap Karin. Kemudian melepaskan pelukan Rasyid secara perlahan, dan beranjak ke kamar mandi...


" Mas, boleh minta tolong tidak? Tolong bukain kancingnya dong, tangan aku tidak sampai, " Teriak Karin dari kamar mandi. Karena dari tadi Karin sudah bersusah payah untuk melepaskannya, tapi tangannya tidak sampai. Kemudian, terdengar ketukan pintu dai luar.


" Mana Yang, sini, bukain dulu pintunya dong, " Ucap Rasyid dari luar. Karin membuka kuncinya, dan Rasyid masuk ke dalam.


" Sekalian mau di mandiin tidak Yang? Tanya Rasyid. Rashid kembali merengkuh tubuh Karin yang terlihat putih dan bersih.


"Oh tidak usah Mas, terima kasih, oke aku mandi sekarang ya," Ucap Karin. Wajahnya memerah, dia sangat malu ketika Rasyid harus mengetahui bagian dalam tubuhnya. Kemudian Karin melepaskan rengkuhan Rasyid perlahan.


Jangan ditanya, bagaimana perasaan Karin? Pipinya memerah begitu juga dengan jantungnya yang terus berdisco.


" Kamu bikin gemas nih kalau lagi malu seperti ini, " Goda Rasyid sambil mencolek pipi Karin.


" Sudah lah Mas, aku mandi dulu nanti keburu malam, " Ucap Karin. Kemudian Karin mendorong Rasyid agar segera keluar dan menutup pintunya.


" Wahai jantung kondisikan dirimu, " Ucap Karin sambil memegang dadanya..


"Jangan lama Yang, aku tunggu di tempat tidur, " Teriak Rasyid. Dia merasa senang terus menggoda pujaan hatinya yang merona seperti tadi..


" Ya ampun Mas Rasyid, jangan membuat aku jantungan apa, " Ucap Karin lemas. Kemudian Karin memulai ritual mandinya. Karin hanya membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit untuk membersihkan tubuhnya dan sekarang sudah merasa sangat segar..


Karin keluar kamar mandi sudah dengan memakai baju tidur lengkap, jantungnya kembali berdegup ketika melihat Rasyid yang sedang tiduran sambil senderan ditempat tidur. Rasyid terlihat sangat tampan walaupun sedang tidur.


" Kemudian Karin menyusul Rasyid naik ketempat tidur. Dia naik dengan mengendap ngendap agar tidak membangunkan Rasyid. Kemudian Karin merebahkan tubuhnya dengan perlahan dan tiduran membelakangi Rasyid.


Baru saja mau memejamkan mata, tiba tiba ada tangan yang memeluknya dari belakang. Rasyid memeluk Karin dari belakang dan menciumi punggungnya, aroma vanila dari tubuh Karin membuat Rasyid menjadi candu.


Karin yang dipeluk secara tiba tiba, merasakan tubuhnya meremang dan serrr.., ketika Rasyid men***mi punggungnya ada rasa yang tak bisa di artikan, membuat Karin panas dingin.


" Yang, " Dengan wajah yang sudah di liputi hasratnya, Rasyid meminta persetujuan kepada Karin. Karin yang mengerti keinginan suaminya kemudian dia membalikan badannya dan melihat wajah Rasyid yang sudah diliputi kabut gairah..


" Ya Mas, aku sudah siap, aku sudah sah menjadi istrimu jadi semua yang ada dalam diriku sudah menjadi hakmu Mas, begitupun sebaliknya, " Ucap Karin. Dia mencoba tidak menolaknya karena bagaimanapun dia wajib melayani Sang suaminya.


Sebenarnya Karin merasa gugup bahkan takut, karena ini memang untuk yang pertama kalinya.


Setelah mendapatkan lampu hijau dari Karin, Rasyid pun langsung beraksi. Dan terjadilah malam pertama untuk keduanya. Keduanya menikmati surga dunia untuk pertama kalinya, menikmati malam penuh kenikmatan sampai keduanya merasa lelah. Bahkan keduanya sampai tertidur tanpa membersihkan diri dahulu..


Keesokan paginya, keluarga besar Malik dan keluarga dari Karin sudah berkumpul dimeja makan. Ya kedua keluarganya ikut menginap di Hotel karena memang sengaja. Karena acaranya sampai tengah malam jadi tidak harus repot repot untuk pulang..


Pukul sepuluh kedua keluarga bersiap untuk cek out, tapi Karin maupun Rasyid belum ada yang terlihat bangun. Kemudian, Mama Karisa berinisiatif untuk membangunkan anak dan menantunya terlebih dulu.


Tookkk.. tookkk.. tookkk...,


Ketukan pertama tidak ada sahutan. Kemudian Mama Karisa mencoba mengetuk pintu lagi, tapi tetap tidak ada sahutan. Di ketukan yang ke lima baru ada sahutan dari dalam.

__ADS_1


Ketika mendengar ketukan pintu, Rasyid membuka matanya perlahan dan melihat di sampingnya Karin masih tertidur pulas dengan wajah lelahnya, terdengar pintu kembali diketuk dan dia juga mendengar suara Mama Karisa.


Kemudian Rasyid bangun dan duduk bersender di kepala ranjang. Suasana kamar sangat berantakan dengan pakaian yang berceceran di lantai.


Rasyid kembali teringat dengan pergum****nya semalam.


" Rasyid, bangun Nak, sudah siang, sarapan dulu, kasihan Karin, " Ucap Mama Karisa setengah berteriak. Kemudian Rasyid memunguti pakaian Karin yang berserakan di lantai dan memakai celana kolornya dengan kaos yang semalam dipakai.


" Sebentar Ma, " Jawab Rasyid. Kemudian dia berjalan ke arah pintu.


Rasyid membuka pintu kamarnya, dan terlihat Mama Karisa sedang menunggu dengan wajah kesalnya..


" Pagi Ma, " Sapa Rasyid tanpa merasa bersalah.


" Pagi juga peeengaanntiinnn baruuuu, " Jawab Mama Karisa seperti sedang bernyanyi kemudian mencebikan bibirnya..


" Mama kenapa sih, kok seperti itu? " Tanya Rasyid. Dia merasa aneh dengan sikap Mamanya yang terus memcebikan bibirnya.


" Mentang mentang pengantin baru ya, dapat berapa ronde memangnya semalam? " Tanya Mama Karisa dengan menaik turunkan alisnya..


" Apa sih Ma, kok pertanyaannya seperti itu? " Ucap Rasyid menahan malu. Wajah Rasyid sudah memerah dapat godaan di pagi hari, membuatnya senyum senyum sendiri..


" Tuh kan, anak Mama wajahnya merah, senyum senyum sendiri, pasti ngebayangin yang terjadi malam tadi yaa, " Ucap Mama Karisa terus menggoda anak semata wayangnya jadi lupa tujuannya ke sini untuk apa..


" Mama kepo deh, seperti tidak pernah muda saja, " Jawab Rasyid.


" Karisa, sudah pada bangun belum anak anak kita," Tiba tiba Bu Lastri menghampiri Mama Karisa..


" Ya ampun Lastri, aku sampai lupa, dengan pura pura lupa Mama Karisa menepuk keningnya.


" Kamu pasti menggodanya kan? " Tanya Bu Lastri. Sebab, Bu Lastri sudah tahu gimana perangai Karisa yang jahil, sampai anaknya pun terkena kejahilannya..


" Hehe, maaf sayang, " Ucap Mama Karisa dengan tangan veace nya dan tersenyum..


" Ya sudah, Mama sama semua keluarga kita sudah mau cek out, kamu segera mandi dan ajak sarapan istrimu, kasihan sudah siang dibangunin saja, " Ucap Mama Karisa. karena dia tahu kalau Karin pasti masih tidur.


" Baik Ma, Bu, " Jawab Rasyid.


" Ya sudah kita pulang dulu ya, Assalamu'alaikum, Ucap Mama Karisa sambil berlalu meninggalkan Rasyid.


" Jangan lupa, Karin di bangunin ya, " Pesan Bu Lastri.


" Wa'alaikum salam, hati hati di jalan Ma, Bu, " Jawab Rasyid. Kemudian Rasyid menutup pintunya. Terlihat, Karin masih tertidur pulas, Rasyid memilih untuk mandi duluan.


Sementara di bawah, Bu Lastri dan keluarga besar Malik cek out dari Hotel dan pulang kerumah masing


*************


" Sayang, Sayang, " Rasyid membangunkan Karin dengan menepuk nepuk pipi Karin. Tapi yang di bangunin tidak bergeming, Karin benar benar kecapean..


Karena tidak berhasil membangunkan Karin dengan cara seperti tadi. Rasyid berinisiatif untuk memeluk Karin dari luar selimut dan memeluknya dengan erat, benar saja, tidak lama kemudian Karin bergerak dan perlahan membuka matanya. Badannya terasa berat dan tetasa remuk, pegal pegal semua..


Tiba tiba Karin kaget mendapati dirinya bertubuh polos dannn, ia ingat kalau semalam dia menyerahkan kesuciannya kepada sang suami.


" Maaasss, " Ucap Karin pelan sambil menggeserkan kaki Rasyid yang seenaknya berada di atas kaki Karin.


" Iya Sayang, kamu udah bangun, " Tanya Rasyid, kemudian Rasyid melepaskan pelukannya dan duduk di pinggir ranjang.

__ADS_1


" Mandi dulu Yang, airnya sudah aku siapin, " Ucap Rasyid.


Kemudian Karin mencoba untuk bangun walau pun badannya pegal pegal. Tapi, ketika bangun dia merasakan sakit di bagian intimnya, baru saja melangkah satu langkah Karin merasa kesusahan untuk berjalan dan terpekik ketika merasakan sakit dan perih di bagian intinya,,


" Awwww, " Teriak Karin dan langsung terduduk lemas.


" Sayang, " Rsyid berlari setelah turun dari ranjang.


" Sayang, kamu kenapa, " Tanya Rasyid cemas..


" Sakit Mas, " Jawab Karin lirih.


" Ya sudah aku gendong saja ya, biar kita cepat sarapan, " Ucap Rasyid. Kemudian Rasyid menggendong Karin dan langsung menuntunya ke bathup.


" Sekarang berendam saja dulu ya Yang, agar badanmu terasa rileks, apa mau ditemanin, " Ucap Rasyid sambil menaik turunkan alisnya..


" Maaaasss.! " Karin merengek, dia merasa malu.


" Tidak usah malu malu, aku sudah melihat semuanya. Ya sudah berendam saja dulu, aku mau pesan makanan buat sarapan kita " Ucap Rasyid. kemudian Rasyid beranjak keluar membiarkan Karin untuk berendam terlebih dahulu.


" Oke mas, Ucap Karin. Kemudian Karin masuk ke dalam bathup yang sudah di beri aromaterapy. Badan Karin terasa lebih segar sekarang. Sekitar sepuluh menit, Karin berendam kemudian bangun dan keluar dari bathup, dan Karin membersihkan dirinya dalam guyuran shower..


Selesai mandi Karin keluar dari kamar mandi sudah memakai pakaian dan melihat Rasyid yang baru saja mengambil makanan dari depan pintu..


" Sudah mandinya Yang? " Tanya Rasyid sambil menaruh nampan makanan di meja sofa.


" Sudah Mas, Jawab Karin. Dia menjatuhkan dirinya ke atas sofa.


" Ayok sarapan dulu agar tambah segar, " Ajak Rasyid dengan mata tak berkedip. Karin yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah..


" Ayo Mas, katanya mau sarapan? Kok malah melihat aku seperti itu, " Ucap Karin sambil memalingkan wajahnya karena merasa gugup terus ditatap trrusoleh Rasyid..


" Cantik, " Satu kata yang terucap dari mulut Rasyid. Dan itu membuat pipi Karin menjadi merah seperti udang rebus..


" Yang, kok wajah kamu merah seperti itu, kamu sakit ya, " Tanya Rasyid. Kemudian Rasyid menempelkan telapak tangannya di kening Karin.


" Tidak demam Yang, " Ucap Rasyid heran..


" Iya ,aku tidak kenapa napa Mas, ayo kita mulai aja sarapan dan makan siangnya Mas, " Ucap Karin untuk mengalihkan prmbicaraannya..


Kemudian keduanya sarapan bersama sepiring berdua dan saling menyuapi, sangat romantis. Selesai sarapan, Karin di bantu Rasyid membereskan barang barangnya kemudian mereka cek out dari Hotel dan pulang ke rumah Rasyid..


Sesampainya di rumah, Mama Karisa menyambutnya, kemudian menyuruh istirahat karena hari sudah menunjukan pukul satu siang..


Selesai shalat dzuhur, Karin dan Rasyid kembali tidur karena badannya terasa lelah sekali. Keduanya tidur dengan berpelukan. Jam lima sore, Karin baru terbangun dan badannya merasa lebih baik dari pada tadi pagi. Kemudian Karin membersihkan badannya. Selesai mandi Karin turun menuju dapur untuk membantu Mama Karisa menyiapkan makan malam..


" Assalamu'alaikum Mah, " Ucap Karin. Kemudian Karin menghampiri Ibu mertuanya..


" Wa'alaikum salam Sayang, sudah istirahatnya? " Tanya Mama Karisa lembut


" Sudah Ma, " Jawab Karin..


Selesai memasak, Karin membangunkan Rasyid untuk bersiap shalat magrid berjama'ah.


Dan, malam hari ini, malam pertama dimana Karin berkumpul di meja makan dengan keluarga Malik.


Di malam harinya, Karin bersiap membereskan apa yang akan dibawa besokk..

__ADS_1


***bersambung...!!!


Masih flashback ya readers, terimakasih yang sudah mampir, ikuti terus kisahnya, dan jangan lupa like komen dan juga vote sebanyak banyaknya, terima kasih❤❤❤***..


__ADS_2