Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!

Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!
Melamar Karin


__ADS_3

Masih Flashback


Rasyid datang dengan keluarganya, Orang tua, om juga tantenya. Dan juga para pelayan yang membawakan seserahan lamarannya di ,mobil belakang. Mama Karisa sempat bingung, ketika kemarin malam Rasyid. Rasyid masuk ke rumah dengan senyum senyum sendiri, ketika ditanya, Rasyid menjawab dengan hal mengejutkan..


"Assalamu'alaikum. " Rasyid memberi salam. Kemudian Rasyid masuk setelah ada jawaban salam dari kedua orang tuanya. Dia berjalan menuju ruang keluarga, kemudian bersalaman dengan kedua orang tuanya. Setelah itu, ia duduk disamping Papahnya..


" Rasyid, kamu kenapa Nak, dari tadi senyum senyum sendiri? Tanya Pak Malik. Karena, semenjak Rasyid masuk, anaknya itu seperti sedang menang lotre.


" Hhee..! Iya Pah, aku lagi bahagia banget jodohku sudah ada di depan mata, ternyata benar kata pepatah kalau jodoh tidak akan kemana kalau sudah waktunya pasti akan bertemu " Jawab Rasyid.


" Siapa jodoh kamu memangnya Nak?? Tanya Mama Karisa.


" Ada deh, Mama sama Papa tinggal bantu aku untuk mempersiapkan buat acara lamaran nanti hari minggu. Dan harus yang spesial Mah..! Akhirnya penantianku hampir dua puluh tahun tidak sia sia. " Ucap Rasyid. Dia seperti berbicara ngelantur sambil menerawang jauh.


Puukkk...!! Mama Karisa menepuk pundak Rasyid.


Aaaww.. ! " Teriak Rasyid, lumayan juga tepukan Mamanya.


" Emangnya, siapa sih calon istri kamu..?? " Tanya Mama Karisa penasaran.


" Mama persiapkan saja dulu dan harus yang spesial ya Ma. Mama pasti akan suka dia orang yang baik, dan Mama jangan khawatir, aku mau istirahat dulu ya Ma, daah..!! " Ucap Rasyid. Kemudian dia masuk ke kamar...


" Bagaimana ini Pah, aneh aneh saja anak itu. Kira kira siapa.??!! " Tanya Mama. Mama Karisa tidak pernah melarang anaknya untuk menikah dengan kalangan seperti apa, yang penting, bassicnya bagus.


" Turutin saja dulu Ma, soal siapa calonnya, gampanglah. Papa juga bingung harus bagaimana Mah, anak itu kalau tidak di ikutin maunya tahu sendiri kan?! " Jawab Pak Malik.


Keesokan harinya, Mama Karisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan di bantu pelayan di rumahnya.


Tepat hari minggu, keluarga Rasyid berangkat menuju rumah Karin. Rasyid menjadi petunjuk arah, dia duduk di depan di samping Pak Salim sopir pribadinya.


" Di depan belok kanan Pak. " Ucap Rasyid.


" Siap Den..! " Sahut Pak Salim.


" Naah yang depan Pak, yang pagar hitam. " Rasyid menunjuk rumah minimalis dengan pagar hitam. Dan sampailah mereka di depan rumah Karin. Terlihat Karin sedang menyiram bunga, di taman kecil depan rumahnya.


Tiinnnn...


Tiiiinnn...


Karin menengok ke arah suara. Terlihat Rasyid turun dari mobil dan menghampirinya. Kain terbelalak. Dia terkejut dengan kedatangan Rasyid, daan apa itu? Dia membawa banyak orang? ' Haahh, apa ini bukan mimpi? ' Tanyanya dalam hati. Dia diam mematung dengan terus menatap Rasyid.


" Awas, matanya loncat. " Ucap Rasyid. Karin menjadi kikuk.

__ADS_1


Kemudian, Karin menyambut kedatangan keluarga Rasyid dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. " Beruntung aku sudah mandi. " Gumamnya.


" Mari, Tante, Om dan semuanya masuk. " Karin membukakan pintu. Karin menuju dapur dan memberitahu Bu Lastri, kalau di depan ada tamu.


" Assalamu'alaikum..! " Mama Karisa masuk ke rumah, dan di ikuti semua orang yang berada di luar. Para pelayan menaruh seserahan di lantai.


" Wa'alaikum salam..! " Jawab Bu Lastri dari dapur, kemudian ia berjalan ke ruang tamu, melihat siapa yang datang ke rumahnya. Karin segera membuat minum dan menyiapkan beberapa cemilan untuk menjamu tamu.


" Karissaaa...! Benar ini Karisa?! " Teriak Bu Lastri.


" Lastriiii...! " Mama Karisa tak kalah heboh.


" Ya Allahhhh..!!, Kemana saja kamu Las, Aku merindukanmu..! " Ucap Mama Karisa. Keduanya berpelukan dengan erat. Keduanya saling merindukan setelah berpuluh puluh tahun mereka tidak bertemu. Semua yang melihatnya terharu, termasuk Karin yang tidak pernah tahu apa apa..


" Ohh iya, ayok duduk. Risa Mas Malik juga semuanya ayok silahkan duduk. Maaf ya, rumahnya seperti ini. " Bu Lastri mempersilahkan semua tamunya untuk duduk.


" Tidak apa apa ini sangat nyaman, rumahmu ini asri sekali. " Jawab Mama Karisa yang tidak mau terlepas dengan Bu Lastri, keduanya duduk berdampingan..


Tidak lama kemudian, Karin muncul dengan membawa minuman juga cemilan, kemudian Karin ikut duduk lesehan karena di kursi tidak cukup untuk semua tamu.


***************


" Lastri apa kabar? " Tanya Pak Malik.


" Alhmdulillah kita juga baik baik saja" Jawab Pak Malik. " Oh ya, kata Rasyid, Haris sudah meninggal? " Pak Malik kembali bertanya.


" Iya Mas, sudah lama. " Jawab Bu Lastri sendu. Dia jadi teringat dengan Almarhum suaminya.


Dia merasa bahagia dengan kedatangan sahabatnya. Dia kembali bersemangat setelah beberapa tahun ini merasa terpuruk setelah kepergian Sang Suami.


" Maafkan kami ya Las, sudah banyak waktu yang kita lewatkan.Dengan bisnis saya Karisa ikut sibuk, dia istri yang baik yang bisa mengurus semuanya. Kita sebenarnya tidak lupa sama kalian tapi waktu yang menyita serta kita kehilangan kontak kalian.


Kita juga baru pindah kesini lagi dua bulan yang lalu Las, karena memang kita ingin melanjutkan bisnis kita yang ada disini dan kita itu menunggu selesai kuliah s2 nya Rasyid. Alhamdulillah kami bisa pulang dan kita bisa bertemu lagi.."jelas Pak Malik panjang lebar.


" Dan kedatangan kita kesini, selain untuk bersilaturahmi, saya juga ingin meminang arin untuk Rasyid.." Tambah Pak Malik to the poin.


" Jadi apa yang dikatakan Nak Rasyid kemarin itu benar..?" Tanya Bu Lastri.


" Iya benar Bu, Karin adalah cinta pertama saya diwaktu kecil dan selalu dihati saya. Saya belum pernah membuka hati untuk siapapun karena Karin memang tambatan hati saya yang selama ini tersimpan spesial di hati saya.." Jawab Rasyid.


Jangan ditanya bagaimana perasaan Karin bahkan wajahnya sudah seperti kepiting rebus, Karin sangat malu mendapat gombalan seperti itu. Ya Karin menganggapnya sebuah gombalan karena memang biasa Rasyid selalu bergombal," Mana ada seorang Dosen mencintai Mahasiswanya yang keadaannya seperti ini "batin Karin.


" Bagaimana Nak Karin..? " Tanya Pak Malik.

__ADS_1


" Bagaimana apanya Pak..? " Tanya Karin polos.


" Ya ampuun Karin, masa kamu tidak paham sih, itu barusan Nak rasyid melamar kamu..! " Ucap Bu Lastri sedikit jengkel. Karin memang seperti itu, dia selalu membentengi dirinya dengan tidak harus langsung percaya dengan omongan orang lain.


" Maaf ya Bu, mana ada Pak Dosen ini mencintai Mahasiswanya, apa lagi seperti saya ini" Bukan maksud merendah, Karin berkata seperti itu karena sangat jauh kedudukannya.


Semua orang sangat gemas dengan penuturan Karin yang sangat polos, padahal sedang dalam pembicaraan serius..


" Kalau sedang di Kampus sudah saya cubit kamu Karin. " Celetuk Rasyid karena gemas dengan Karin.


" Maafin Papa Nak Karin, memang terlalu lama kami pergi jauh jadi kamu tidak mengenali kami, Kami kesini serius untuk meminang kamu Nak, karena benar kata Rasyid, Rasyid tidak pernah membuka hatinya untuk siapapun. Papa juga tidak tahu kalau Rasyid menyimpan namamu di tempat yang spesial. Jadi, bagaimana? apa kamu mau menerima lamaran Rasyid..? " Tanya Pak Malik.


Mendengar penjelasan Pak Malik, spot jantung Karin mendadak tak beraturan. Ia menjadi canggung dan gugup. Yang dari tadi berceloteh polos, sekarang ia diam menunduk dan tanpa kata. Setelah menetralkan perasaanya, Karin mengangkat kepalanya dan melihat kearah Bu Lastri. Ia meminta pendapat..


" Bagaimana Bu? ." Tanya Karin. Hanya dua kata itu yang bisa keluar dari mulut Karin..


" Ibu mendukung apaun keputusan kamu Nak. " Ucap bu lastri lembut


" Bagaimana Karin..?? " Tanya Rasyid. Kemudian Rasyid menghampiri Karin dan duduk didepannya.


" Sekali lagi, saya Rasyid abdul malik, hari ini didepan orang tua kita, dan juga tante juga Om Aku sebagai saksi, bahwa saya ingin meminangmu, ingin mengikat tali cinta kita. Apa kamu mau menerima ini? " Tanya Rasyid dengan harap harap cemas.


" Bismillah, setelah beberapa hari ini Pak Dosen dekat dengan aku. Aku juga merasakan kenyamanan saat kita bersama. Dan aku juga merasakan rasa suka kepada Pak Dosen. Bismillah, insyaAllah ini yang terbaik. Ya, saya terima pinangan ini. " Jawab Karin, semua gemas dengan jawaban Karin.


" Alhmdulillah...!! " Ucap semua orang yang hadir.


" Alhamdulillah, akhirnya y kita besanan Lastri. " Ucap Mama Karisa dengan senyum bahagia.


" Alhamdulillah, semoga dengn terjalinnya hubungan anak kita, silaturahmi kita juga bisa semakin erat. " Jawab Bu Lastri.


" InsyaAllah, mudah mudahan kedepannya kita bisa memperbaiki silaturahmi ini dengan lebih baik lagi." Timpal Pak Malik.


" Aamiiinn.." Seru semua orang serempak.


Kemudian Mama Karisa menyematkan cincin berlian di jari manis Karin, yang sudah di persiapkannya kemarin malam. Dengan mengucap bismillah akhirnya cincin itu sudah tersemat di jari manis Karin.


Karin meras terharu sampai meneteskan air mata, kemudian Karin mencium tangan Mama Karisa juga Pak Malik.


Setelah itu, Karin memeluk ibunya, dia sangat terharu. Tidak menyangka kalau dia sebentar lagi akan menjadi milik orang lain bagaimana nanti dengan Ibunya..? " Batin Karin.


Akhirnya pertunangan sudah selesai kemudian semua orang makan bersama yang sudah disiapkan pelayan karena Ibu Karin tidak mempersiapkan apapun...


Jangan lupa Like Komen juga Vote nya ya, Terimakasih..

__ADS_1


..


__ADS_2