
Hari ini rencananya Karin akan belanja oleh oleh untuk keluarganya..
Sekitar pukul sepuluh pagi,Karin dan Rasyid keluar dari Hotel menuju pusat oleh oleh khas Bali, Karin membeli apa saja cendramata khas bali, berupa baju, tas, gantungan kunci dan lain lain..
Selain ke keluarganya Karin juga akan memberikan oleh oleh kepada teman kampusnya,
"Yang, aku ke toilet dulu ya, aku kebelet nih....!!Ucap Rasyid.
" Oke mas, aku tunggu di sini ya, jangan lama lama..!! " Jawab Karin sambil memasukan cemilan ke keranjang belanjaan..
" Sip tuan ratu, " Ucap Rasyid menjawel dagu Karin gemas. Kemudian berlalu ke belakang di mana toilet berada..
" Alhamdulillah legaa, " Gumam Rasyid setelah keluar dari toilet,,..
" Haii Rasyid, " Tiba tiba saja Mita datang menghampirinya. Rasyid hanya mengangguk kemudian melangkah untuk pergi dari situ. Tapi baru satu langkah Mita berhasil mencekal tangan Rasyid..
" Ada apa sih Mit, " Tanya Rasyid gak sabar. Karena lagi lagi mita menerornya..
" Kamu kenapa buru buru, " Kita ngopi aja dulu ya, " Dengan tak tahu malunya Mita bergelayut di lengan Rashid.
"! Maaf Mit,cKarin menungguku, " Ucap Rasyid merasa risih. Kemudian Rasyid melepas tangan Mita dengan perlahan..
" Kenapa Kamu memilih Karin Rasy? "..
" Karena Karin cinta pertamaku, cinta masa kecilku dan itu tidak akan tergantikan sampai maut memisahkan kami, " Jawab Rasyid mantap
" Menghayal kamu, ciihh..! Sebentar lagi juga kalian akan terpisahkan.!! " Ucap Mita dengan penuh penekanan. Kemudian Mita berlalu begitu saja dengan muka sinisnya..
Rasyid pun kembali ketempat Karin tadi, terlihat Karin sedang memilih makanan khas Bali dan memasukannya ke dalam keranjang. Terlihat juga dua keranjang yang sudah penuh dengan pernak pernik khas Bali..
"Yaanngg, sudah belum.!! " Rasyid sedikit berteriak, kemudian menghampirinya..
" Eh mas, kamu sudah ke toiletnya? " Tanya Karin sambil tersenyum..
" Sudah sayang, kalau kamu sudah belum belanjanya, " Rasyid balik bertanya.
" Segini kurang gak Mas? " Tanya Karin sambil menunjukan tiga keranjang yang sudah penuh dengan munjungnya..
" Apa tidak kebanykan Yang? " Rasyid bertanya lagi karena memang sudah sangat banyak oleh oleh yang Karin beli dan Rasyid pun tidak pernah melihat mamanya belanja sebanyak itu. Karena ada perbatasan kapasitas bagasi, tapi pertanyaannya membuat Karin merajuk..
" Oh kebanyakan ya Mas? Ya sudah kalau gitu, kita kurangi, " Ucap Karin. Karin kembali mengembalikan barang barangnya..
" Eehh, ya sudah Yang, tidak usah dibalikin lagi, tidak apa apa " Ucap Rasyid. Rasyid merasa bersalah, karena Karin ngembaliin lagi barang barangnya dengan mengurangi satu keranjang..
Karin hanya diam, karena ketika melihat Mita pasti moodnya jadi gak baik.Ya sebenarnya Karin tadi melihat Mita sedang ngobrol sama Rasyid, hanya saja dari kejauhan karena toilet berada di belakang, dan Karin melihatnya dari stant makanan tadi yang lurus menuju toilet..
Pikirannya selalu berkecamuk, was was dan juga khawatir, ntahlah perasaan itu selalu mucul ketika melihat Mita, seperti ada sebuah pirasat..
__ADS_1
Rasyid mendorong keranjang belanjaan Karin menuju kasir. Setelah selesai membayar Rasyid dan Karin membawa tentengan yang sangat banyak dan menuju parkiran, padahal sang sopir sudah membantunya..
" Emang, perempuan kalau belanja ya.." Batin Rasyid sambil geleng geleng kepala..
" Mas, kamu gak ikhlas ya, bawanya, " Tiba tiba Karin berkata. Karena melihat Rasyid menggeleng gelengkan kepala.
" Sini aku yang bawa, atau kita balikin lagi ya..!!Karin kembali berkata..
" Tidak Yang, tidak apa apa, " Jawab Rasyid. Kemudian Rasyid membalikan badannya dan mensejajarkan badannya dengan Karin..
" Kenapa nih, tuan ratuku kok dari tadi sensi terus sih..?? " Goda Rasyid. Setelah keduanya memasukan belanjaannya ke bagasi mobil, Karin hanya diam..
" Silahkan masuk, Mbak, Mas, " Pak Rahmat mempersilahkan masuk. Rasyid dan Karin pun masuk kedalam mobil..
Setelah sampai Hotel, Karin dan Rasyid kembali masuk kamar, satu malam lagi sebelum pulang ke Jakarta akan di manfaatkan untuk berhoney moon..
*********
" Yang bagaiman honeymoonnya? " Tanya Rasyid ketika keduanya sudah berada di tempat tidur. Ya sepulang berbelanja Rasyid dan Karin langsung makan siang karena hari sudah menunjukan pukul satu siang. Selesai makan siang keduannya menunaikan shalat zuhur..
" Sangat menyenangkan ketika di dalam kamar, dan sangat menghawatirkan ketika di luar, " Jawab Karin. Rasyid tertegun mendengar penuturan Karin..
" Woooww, berarti sampai besok kita jangan kemana mana ya, kita di dalam kamar saja oke," Tapi kenapa saat diluar khawatir Yang? " Rasyid kegirangan sambil menaik turunkan alisnya dan merasa heran..
bughh..,Karin memukul lengan Rasyid..
" Lagian pikirannya mesum aja, " Jawab Karin..
" Emang maksudnya apa Yang, aku gak paham, " Tanya Rasyid semakin heran..
" Kalau di dalam aku merasa damai tapi kalau keluar aku merasa was was, khawatir, dan Jantungku selalu berdebar tak karuan, " Jawab Karin menjelaskan..
" Yang, apa ini ada hubungannya dengan Mita? " Tanya Rasyid yang mulai mengerti kemana arah pembicaraannya. Karin hanya mengngguk dan terlihat lesu..
Raka menggenggam tangan Karin dan memeluknya,memberi kekuatan.Sebenarnya Rasyid pun sama ketika bertemu Mita,suka seperti ada kekhawatiran tapi Rasyid selalu menepis rasa itu..
" Kita berdo'a saja ya Yang, semoga Allah swt selalu melindungi kita, " Rasyid mencoba menguatkan Karin dan dirinya sendiri. Karinpun meng Aamiinkan ucapan Rasyid..
***
Siang itu Rasyid dan Karin tidur sangat nyenyak dan keduanya terbangun pukul empat sore..
" Yang, aku dulu ya yang mandi, aku kebelet nih! " Ucap Rasyid..
" Ya sudah Mas, aku juga masih betah, " Jawab Karin asal..
" Yaaang, ayok buruan mandi kita belum shalat yang, " Ucap Rasyid, sambil mengguncang guncang tubuh Karin yang kembali tertidur..
__ADS_1
eeuughhh ,kretek... kreteeekk..
Melihat Karin meregangkan otot ototnya Rasyid merasa gemas, kemudian mengecupi seluruh wajah Karin. Karin gelagapan karena posisinya lagi meregangkan ototnya..
" Iiihhh, Mas, " Karin merengek..
" Iya Yang, makanya bangun, " Ucap Rasyid kemudian bangkit dan menuju lemari mengambil baju gantinya..
Karin pun menuju kamar mandi dan tidak lama waktu yang Karin gunakan untuk mandi, hanya sepuluh menit Karin sudah selesai.
Selesai shalat ashar, Rasyid memesan makanan. Karena memang keduanya tidak ada rencana untuk ke luar lagi, jadi sekalian memesan cemilan juga..
" Mas, sudah pesan tiket belum? " Tanya Karin saat keduanya selesai makan, dan sekarang mereka sedang duduk di sofa sambil menikmati minuman yang tadi di pesan..
" Sudah Yang, tenang saja, mudah mudahan besok tidak ada hambatan, "Jawab Rasyid sambil menyeruput kopinya..
" Kita cekout jam berapa Mas? " Tanya Karin lagi
" Habis subuh kita berangkat Yang.."Jawab Rasyid lagi..
Setelah minumannya habis, keduanya asyik nonton televisi, sesekali keduanya mengobrol dan bercanda..
Keduanya mempercepat kepulangannya ke Jakarta, padahal masih ada satu hari lagi untuk mereka honeymoon. Tapi karena merasa risih dengan keberadaan Mita,Rasyid dan Karin mempercepat kepulangannya.
" Mas, tidur yuk aku sudah ngantuk " Ajak Karin, padahal film yang mereka tonton belum selesai..
" Sebentar dong Yang, lagi seru serunya nih, " Jawab Rasyid tanpa menoleh kepada Karin..
" Ya sudah aku duluan ya Mas, " Ucap Karin kemudian berdiri dan pergi ke kamar mandi.Karin mencuci muka dan gosok gigi kemudian ganti baju dengan setelan piyama..
" Aku duluan ya, Mas, " Kata karin ketika selesai memakai piyamanya..
" Oke Yang sudah selesai kok, Aku ganti baju dulu ya, " Ucap Rasyid. Kemudian Rasyid beranjak ke kamar mandi. Karin hanya menganggukan kepalanya..
Pukul sepuluh keduanya tertidur lelap, sengaja tidak bisa tidur malam biar tidak kesiangan besok..
Keesokan harinya, selesai solat subuh keduanya sudah bersiap dan keduanya cekout pukul lima pagi. Kemudian menuju Bandara untuk keberangkatan pukul enam pagi..
Setelah sampai Bandara, keduanya pamitan pada Pak Rahmat dan mengucapkan terima kasih juga memberikan sedikit rezekinya untuk Pak Rahmat..
Akhirnya setelah menunggu sekitar sepuluh menit, pesawat yang Rasyid dan Karin tumpangi lepas landas. Pak Rahmat mendo'akan pasangan pengantin baru itu, karena uang yang dikumpulkannya untuk membayar kuliah anaknya mendapat tambahan. Malah masih lebih, jadi Pak Rahmat bisa nabung untuk keperluan lainnya..
**Bersambunggg...
oke readers,mohon maaf baru bisa up,dan terimakasih yang sudah follow aku,,dan jangan lupa untuk meLike n komen nya ya..
Terima kasih❤❤❤**...
__ADS_1