Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!

Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!
Duka Mendalam Karin


__ADS_3

"Oke tapi ada perjanjiannya..!"Jawab Rasyid


*************


"Oke,yang penting kamu nikahin aku,untuk menutupi aib ini.."Jawab Mita..


"Nanti Adi akan membuat surat perjanjiannya"Kata Rasyid.Kemudian Rasyid kembali ke kursinya dan Mita kembali keruangannya..


Rasyid bener bener kalut,bagaimana bisa dia menghianati cintanya.Tapi dengan kesibukan keduanya membuat Rasyid tidak bisa berbuat apa apa,dia tidak menyangka kesuksesannya akan berujung dengan penghianatan..


Akhirnya Rasyid menikahi Mita secara siri,dan berjanji akan mengasuh anaknya ketika lahir.Karena sesuai perjanjian Rasyid hanya menikahi Mita sampai melahirkan saja dan anak akan di asuhnya.Dan Mita mendapatkan komisi yang sangat besar..


Tapi,dengan penampilam Mita yang seksi,walaupun masih batas normal.Bisa membuat gairah Rasyid memuncak dan dia tidak bisa kalau tidak menyentuhnya.Apalagi kalau sedang ada tugas luar kota.Karena terlalu lelah dengan pekerjaannya membuatnya menjadi gila ****,Mita menjadi pelampiasannya.Karena pikirnya Mita istrinya,jadi sah sah saja..


Rasyid sudah jatuh ke jurang yang dalam.Jatuh dari kesetiaan yang dia bangun selama ini.Dia tidak memikirkan Karin yang berada di rumahnya menunggunya pulang.Menunggu keromantisan yang telah pudar.Rasyid hanya sesekali menyentuh Karin,itu juga Karin yang memulai..


Ting..


Suara pesan masuk di hanfone Rasyid,Rasyid mengambilnya dan membuka gawainya..


"Happy anniversary sayang"Bunyi pesat itu..


Degh...


Hatinya merasa tersentil dengan ucapan itu.Saru tahun lalu ia menikahi cinta pertamanya,cinta yang ditunggunya hingga belasan tahun tapi dia sendiri yang meruntuhkannya.


Ya,Karinlah yang mengirim pesan ucapan selamat itu.Hati Rasyid sangat sakit ketika pernikahannya berantakan oleh ulahnya Karin yang tidak tau apa apa telah dia khianati..


"Sayang,lagi ngapain,kok main hape sambil ngelamun..?"Tanya Mita yang baru selesai mandi.Suara Mita membuyarkan lamunannya..


"Iya Mit,udah mandinya.."Jawab Rasyid tanpa membalas pertanyaannya."Aku mandi dulu"Lanjut Rasyid.


Setelah Rasyid masuk ke kamar mandi,Mita mengambil hape Rasyid yang tergeletak di atas bantal.Kemudian membukanya dan mengecek apa yang telah Rasyid lakukan,ternyata Rasyid telah berbalas pesan dengan Karin.Hati Mita bergemuruh merasa cemburu..


Baru saja mau menulis pesan,terdengar suara pintu kamar mandi dibuka.Mita cepat cepat mengembalikan hape Rasyid pada tempatnya..


"Kamu belum pake baju Mit..?"Tanya Rasyid..


"Gak usah lah pakai baju,aku seperti ini aja.."Jawab Mita..


"Nanti kamu masuk angin."Kata Rasyid..


Dengan terpaksa Mita mengambil bajunya dan memakainya..


"Mit,besok bisa pulang gak..?"Tanya Rasyid..


"Gak bisa lah,kan kerjaan kita masih banyak.Seperti jadwal saja.."Jawab Mita.Mita tau kalau Rasyid teringat dengan Karin.


Rasyid diam mendengar jawaban Mita.Rasyid merasa heran dengan dirinya yang terlalu sibuk seperti sekarang ini.Dari pada kepikiran Karin fan merasa bersalah terus lebih baik ia mengistirahatkan dirinya.Rasyid tidur dengan memunggungi Mita.


Terdengar dengkuran halus dari Rasyid.Mita segera menjalankan rencananya..


"Ting..."Suara hape Rasyid berbunyi.Mita mengambilnya dan dilihat pesan itu dari Karin..


"Sayang jangan lama lama kerjanya,aku ada kejutan untukmu❤❤❤.."


Mita merasa geram,kemudian Mita memeluk Rasyid dari balakang dengan membuka bajunya sedikit dan men***m b**** Rasyid kemudian ia memfhotonya memakai hape Rasyid dan mengirimnya kepada Karin.


Selesai mengirim fhoto itu Mita tersenyum penuh kemenangan dan dia pun ikut tidur dengan memeluk Rasyid...


*****


Sementara itu Karin dengan malasnya mengambil hapenya di atas nakas kemudian membukanya siapa tau Rasyid telah membalas pesannya semalam.


Dan benar saja ada satu pesan dari Rasyid dan juga da beberapa pesan dan panggilan dari Bi Lusi.Ya Bi Lusi adalah orang yang menemani dan membantu Bu Lastri di rumah.Semenjak Mita pindah ke Apartemen Rasyid mencarikan pembantu untuk mertuanya.


Karin lebih tertarik dengan pesan yang dikirim oleh Rasyid.Karena dia sangat merindukannya bahkan berharap ada balasan dari pesan yang dikirimnya..


Dengan harap harap cemas Karin membuka pesan yang dikirim Rasyid,tapi pesan itu berbentuk fhoto.Dengan otomatis fhoto itu terbuka menampakan sebuah gambar yang tidak pernah ada dalam bayangannya.Air mata nya keluar tanpa permisi telapak tangannya menutup mulutnya agar tidak bersuara..


"Apa yang kamu lakukan Mas..?"Tanya Karin dalam hatinya.badanya bergetar menahan tangis sampai hapenya terjatuh.


Karin menangis dengan pilunya sampai kepalanya terasa pusing..


Dreett..


Dreettt...


Hape Karin bergetar,tapi Karin membiarkannya.Karena Karin mengira itu panggilan masuk dari Rasyid.Tapi hape itu terus bergetar dan bunyi pesan juga masuk..


Karin mengangkat telfonnya dan ternyata itu dari Bi Lusi..


"Hallo,Assalamu'alaikum Bi..?!"Kata Karin..

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Neng,Neng kemana aja,dari tadi bibi hubungi gak di angkat terus.."Tanya Bi Lusi.Ada nada cemas dalam setiap kata yang Bi Lusi ucapkan..


"Aku gak kemana mana Bi,cuma aku baru megang hape.."Jawab Karin..


"Sekarang ke Rumah Sakit.."Ucap Bi Lusi tegas


Deggg...


"Ibu kenapa Bi.."Tanya Karin dengan suara parau.Air matanya kembali meluncur bebas.Tidak ada jawaban dari Bi Lusi,ternyata panggilannya sudah di terputus..


Karin merasa kepalanya tambah pusing,kenapa pagi hari sudah di awali dengan kabar buruk.Tidak mau lama lama Karin langsung menyambar tas selempangnya dan memasukan handfonenya,gegas ia ke luar kamar.Sepi,sangat sepi seperti tidak ada kehidupan di rumah ini..


Sudah hampir dua minggu Mama Karissa dan Papa Abdul ada tugas di luar kota.Selama ini juga Karin merasa sendiri.Hanya ada Bibi yang menjaga rumah ini..


"Bi,aku keluar dulu ya.."Kata Karin ketika verpapasan dengan Bi Yani yang sedang mengepel lantai..


"Iya Neng,hati hati lantainya licin.."Jawab Bi Yani.Karinpun memelankan langkahnya.


Karin menaiki taksi online yang sudah dipesannya.Sekitar lima belas menit Karin sudah sampai di depan Rumah Sakit yang di kasih tau Bi Lusi.Selesai membayar,Karin lari menuju resepsionis di UGD.


"Permisi Mbak,di mana ya pasien yang bernama Bu Lastri..?"Tanya Karin dengan napas yang tidak teratur..


"Sebentar saya cari dulu ya,Mbak.."Ucap resepsionis itu..


Karin mengatur napasnya agar bisa tenang.Baru saja tenang,Karin dikejutkan lagi oleh pernyataan resepsionis yang membuat Karin susah payah menopang tubuhnya..


"Dengan nama Bu Lastri ya,Mbak..!Beliau sudah masuk ICU tadi pagi sekitar pukul tujuh.."Ucap resepsionis..


Karena lemas Karin dipapah oleh resepsionis untuk duduk di bangku yang ada di ruangan itu..


"Mbaknya minum dulu ya..!"Kata resepsionis sambil memberikan sebotol air mineral.Kemudian Karin meminumnya..


"Terimakasih Mbak.."Kata Karin setelah meminumnya..


"Atur napas dulu Mbak,biar tenang.Mbaknya kok pucet sekali apa Mbaknya juga sakit..?"Kata Resepsionis..


"Tidak Mbak,mungkin karena shock aja."Jawab Karin enteng..


"Terimakasihya Mbak.."Kata Karin lagi.Setelah Karin merasa enakan dia langsung menanyakan dimana letak ICU berada.Setelah diberi tahu Karin gegas berjalan,sedikit berlari pergi ke ICU..


Terlihat Bi Lusi sedang menunduk di bangku khusus penunggu ICU..


"Assalamu'alaikum Bi.."Kata Karin ketika sudah di depan Bi Lusi.Bi Lusi mengangkat wajahnya,dengan tatapan sayu Bi Lusi langsung memeluk Karin..


"Ibu kenapa Bi..?"Tanya Karin.Hening,tidak ada jawaban dari mulut Bi Lusi,yang ada isakan tangis Bi Lusi..


Flasback..


Setelah shalat isya Bu Lastri mengajak ngobrol Bi Lusi tanpa membuka mukenanya.Bi Lusi merasa ada yang aneh dengan sikap Bu Lastri hari ini.biasanya di waktu shalat Bu Lastri akan shalat di kamarnya.Tapi hari ini dari shalat magrib Bu Lastri mengajak Bi Lusi untuk shalat berjamaah bahkan selesai shalat maghrib Bu Lastri mengajaknya membaca Al Qur'an..


"Bi nanti rumah ini jangan ditinggalin ya,Bibi rawat rumah ini.Kalau Karin kesini biar ada yang menemaninya.."Kata pertama lolos dari mulut Bu Lastri..


"Emangnya kenapa Bu,kan ada ibu di sini,emangnya ibu mau kemana..?"Bi Lusi bertanya tanya..


"Iya,maksud saya kan kamu juga sudah tidak punya siapa siapa,jadi tetap tinggal disini aja.Kita kan gak tau umur kita sampai mana.Ya kalau saya duluan mohon titip Karin ya.."Kata Bu Lastri dengan senyum yang mengembang.Perkataannya lagi lagi membuat Bi Lusi merasa ada yang aneh..


*******


Bi Lusi memang sudah sebatang kara.Orang tuanya sudah meninggal di usianya masih beladan tahun.Bi Lusi sudah terbiasa bekerja dari kecil tidak kaget ketika orangtuanya harus pergi untuk selamanya.


Di usianya yang baru menginjak dua puluh tahun ada seorang pemuda yang meminangnya.Rumah tangga yang harmonis tapi hampa,karena menginjak di usia pernikahannya yang ke lima belum juga di kasih momongan.


Pernikahannya pun harus kandas ketika mertuanya memaksa sang suami untuk menikah lagi karena menginginkan seorang cucu untuk ahli warisnya.


Bi Lusi memilih mundur karena dia tidak mau di madu.Setelah masa iddahnya selesai dia kembali bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.puluhan tahun dia bekerja di sebuah warung makan hingga akhirnya bertemu temannya.


Bi Lusi sudah lama ingin berhenti di rumah makan karena merasa sudah lelah.Kebetulan temannya ngasih tau kalau ada yang mencari untuk jadi pembantu dan Bi Lusi berhenti dari rumah makan kemudian bertemu dengan Rasyid dan bekerja di rumah Bu Lastri..


*****


Setelah berbincang panjang lebar.Bu Lastri masuk ke kamar untuk tidur,begitu juga dengan Bi Lusi.Tapi baru saja Bi Lusi mau membuka pintu kamarnya,Bu Lastri memanggilnya lagi..


"Bi...!"Panggil Bu Lastri di pintu kamarnya.Bi Lusi pun menoleh..


"Iya Bu,ada apa..?"Jawab Bi Lusi..


"Nanti subuh bangunin saya ya,kita shalat berjamaah lagi.."Pesan Bu Lastri..


"Oke baik Bu.."Jawab Bi Lusi...


Di pagi hari,waktu subuh tiba...


"Astaghfirullah.,kok udah jam lima..!"Kata Bi Lusi terbangun dengan kagetnya.Dia merutuki dirinya sendiri kenapa sampai tidak mendengar suara adzan dari mesjid yang tak jauh dari rumah Bu Lastri..

__ADS_1


Gegas Bi Lusi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.Dan baru ingat kalau Bu Lastri semalam berpesan agar membangunkannya..


Tokk tokkk tookkk...


Bi Lusi mengetuk pintu kamar Bu Lastri.Tapi tidak ada sahutan dari dalam.Sampai di ketukan ke tiga,Bi Lusi memberanikan diri membuka pintunya.Di bukanya pintu dengan perlahan,terlihat ruangan sangat sepi dan tempat tidur kosong.Bi Lastri masuk dan alangkah terkejutnya ketika mendapati Bu Lastri terbeletah di kamar mandinya..


"Ibuuu..."Teriak Bi Lusi.Bi Lusi lari keluar untuk minta pertolongan.Terlihat di luar sangat sepi hanya motor yang berlalu lalang.Bi Lusi membuka gerbang dan terlihat Pak Karim tetangga rumah Bu Lastri lewat di depannya..


"Pak tolongin saya...!"Teriak Bi Lusi dari pintu gerbang..


"Iya,apa yang bisa saya bantu,Mbak.."Jawab Pak Karim..


"Itu,Ibu,Pak Karim..,Bu Lastri jatuh di kamar mandi,dia pingsan.."Dengan susah payah Bi Lusi bercerita.


"Mang Dadang.."Teriak Pak Karim kepada sopirnya.


"Saya,Tuan.."Jawab Mang Dadang dari halaman rumah Pak Karim..


"Sini Dang,bantuin saya.."Kata Pak Karim lagi.Mang Dadang menghampiri Pak Karim dan Bi Lusi.Kemudian ketiganya masuk ke dalam rumah.


Bu Lastri di gotong di bawa ke Rumah Sakit menggunakan mobil Pak Karim.Setelah sampai di depan UGD,Bi Lusi mengucapkan terimakasih..


Setelah di periksa beberapa menit,Bu Lastri mengalami kejang kejang dan akhirnya harus masuk ICU...


Flasback off..


"Maafkan saya,Neng.Saya tidak bisa menjaga Ibu dengan baik..!"Kata Bi Lusi setelah lama terdiam,akhirnya buka suara dan mengajak Karin untuk duduk...


"Tidak apa apa Bi,mungkin sudah takdirnya Ibu seperti ini,.Sekarang kita berdo'a saja semoga Ibu cepat sadar.."Dengan isak tangis Karin menjawab.


Keduanya terdiam cukup lama dengan pikirannya masing masing.Keduanya terkejut ketika ada panggilan dari ruang ICU..


"Keluarga Ibu Lastri...."Keduanya gegas berdiri.Kemudian seorang Dokter keluar dari ruang ICU itu.


"Mana keluarganya Bu Lastri.."Tanya dokter itu..


"Saya Dok,saya anaknya..!"Jawab Karin dengan cepat..



"Begini,Mbak.Bu Lastri sudah sadar dan menanyakan Bi Lusi sama Karin.."Kata Dokter lagi..


"Iya,Saya Bi Lusi dokter.."Kata Bi Lusi..


"Ya sudah keduanya silahkan masuk.."Kata dokter lagi.Kari dan Bi Lusi masuk kedalam mengikuti dokter.Terlihat banyak orang yang tertidur dengan peralatan medis di mana mana.Karin merasa miris melihatnya."Apakah ibunya juga seperti itu.."Batin Karin..


Setelah sampai di bed yang di tempati Bu Lastri,dokter itu meninggalkan keduanya dan mengecek pasien lain...



"Ibu..."Kata Karin.Bu Lastri membuka matanya dengan tersenyum mengambil tangan Karin yang berada di sampingnya,kemudian menciumnya beberapa kali..



"Kamu harus bahagia sayang.."Ucap Bu Lastri pelan.Karin tidak sanggup melihat keadaan ibunya,air matanya luruh tidak bisa terbendung lagi.Kemudian Karin memeluk Ibunya dengan sayang..


"Bi,titp Karin yah.."Kata Bu Lastri kepada Bi Lusi..


"Iya Bu.."Jawab Bi Lusi.Bi Lusi juga ikut meneteskan air matanya.Bu Lastri sudah di anggap kakaknya karena memang umurnya hanya terpaut sepuluh tahun dengannya.Bi Lusi merasa punya keluarga lagi ketika berada di rumah Bu Lastri.Karena walaupun bekerja Bu Lastri tidak mengekangnya."Anggap saja rumah sendiri,jangan sungkan sungkan"Begitulah ucapan Bu Lastri maasih terngiang ngiang...


Sekitar lima menit Karin memeluk Ibunya.terdengar bunyi monitor seperti memberi tahukan kalau detak jantung Bu Lastri berhenti.Karin melepaskan pelukan dari Bu Lastri,terlihat Ibunya menutup matanya dengan rapat..


Para Dokter berhamburan menghampiri bed Bu Lastri..


Dengan raut tegang dokter memberitahukankalau Karin Dan Bi Lusi untuk menunggu di luar.


"Apa yang terjadi dokter..?"Tanya Karin dengan cemas..


"Nanti kita periksa dulu ya Ibunya,Mbaknya tunggu di luar."Jawab dokter itu.Karin dan Bi Lusi hanya pasrah agar tidak terjadi apa apa sama Ibunya..


"Sekitar lima belas menit,ruangan terbuka dan terlihat seorang dokter keluar dwngan wajah sendunya..


"Keluarga Bu Lastri..!"Kata dokter itu..



"Iya dokter,bagaimana fengan ibu saya dok.."Jawab Karin tidak sabar..


"Mohon maaf Mbak,saya sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi Allah lebih sayang.."Jawab dokter itu dengan sendunya.


"Apa dok,dokter bohong kan.."Teriak Karin sekuat tenaga.Ibu aku gak kenapa napa kan dok..Ibuuu...,Ibu jangan tinggalin Karin...!"Teriak Karin.Karin terus meronta ronta di pelukan Bi Lusi..


**Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Like Komen dan Vote nya ya..,karena bisa buat autor semangat.,terimakasih❤❤❤❤**...


__ADS_2