Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!

Ayaah..!! Aku Merindukanmu..!!
Kembali Ke Kampus


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam empat puluh lima menit di udara, akhirnya Rasyid dan Karin mendarat di Bandara Sukarno Hatta. Keduanya berjalan keluar Bandara untuk menunggu jemputan yang dikirim Orang tua Rasyid..


"Yang, kita sarapan dulu yuk, sambil nunggu pak Kosim jemput, " Ajak Rasyid ketika keduanya keluar.


"Ayok, " Karin menjawab..


Kini keduanya sedang duduk di restoran sambil menunggu pesanan datang keduanya berbincang hangat. Tidak lama kemudian pesanan pun datang..


"Selamat menikmati, Mbak, Mas, " Ucap pel****.


" Terimakasih.. " Jawab Karin.


" Sama-sama, " Ucap si pel**** lagi..


Saat keduanya sedang asik menikmati sarapannya, tiba tiba saja Mita datang menghampiri keduanya..


" Hai Rasyid, Hai Karin..! " Tiba tiba Mita mengejutkan Rasyid dan Karin yang sedang asyik sarapan.


Uhuukkk uhuuukkk...!!


Rasyid dan Karin tersedak berbarengan..


"Kalian kompak banget ya, " Kata Mita seperti meledek..


Tapi Rasyid dan Karin acuh, dan meneruskan sarapannya..


" Kamu gak sarapan Mit, " Tanya Karin basa basi setelah menghabiskan sarapannya..


" Oh gua sudah kenyang..! " Jawab Mita dengan nada menyindir..


" Mas aku ke toilet dulu ya, " Ucap Karin. Tiba tiba saja Karin kebelet ingin buang air kecil.


Tidak lama setelah Karin pergi, Mita berpamitan kepada Rasyid..


" Rasy.., gua pulang dulu ya..! " Ucap Mita pura pura berpamitan.


" Ya sudah, " Jawab Rasyid singkat. Tidak lama kemudian terdengar suara ponsel Rasyid berbunyi, dan ternyata sopir yang mau menjemputnya.Rasyid pun tidak mengetahui kalau Mita sebenarnya tidak pulang, tapi dia ke toilet menyusul Karin


****


Lima menit kemudian, Karin keluar dari toilet dan kaget melihat Mita yang sedang bersender di tembok dekat washtapel.


" Hai Rin.. " Sapa Mita..


" Hai juga Mit.. "bJawab Karin canggung..


" Oh ya, kamu kapan tibanya kok sudah ada di sini? " Tanya Karin.


" Bareng sama kamu, " Jawab Mita ketus..


" Oh ya Mit, gua duluan ya.." Ucap Karin. Karena Karin bingung mau bicara apa lagi, Karin pamit untuk segera keluar dari toilet..


" Sebentar..!! " Baru saja melangkah Mita sudah mencekal lengannya..


" Ya ada apa lagi Mit? " Tanya Karin setelah berbalik menghadapnya..


" Gua cuma mau ingetin, kamu tidak usah sombong ya, mentang mentang sudah jadi keluarga Malik, sikap lo jadi seperti gak kenal gua, lo tau gak..? Rasyid itu milik gua jadi lo gak usah sombong karena bisa memilikinya, karena suatu saat Rasyid akan kembali sama gua, " Ucap Mila dengan penuh penekanan memperingatkan Karin. Kemudian dia berlalu begitu saja meninggalkan Karin yang sedang terpaku mencerna omongan Mita..


" Permisi mbak.. " Ucap seorang ibu ibu yang mau ke toilet tapi terhalang oleh Karin yang sedang terpaku..


" I ii iya Bu, silahkan..! "Jawab Karin setelah tersadar dari lamunannya, kemudian Karin menggeserkan badannya agar si ibu bisa lewat..


****

__ADS_1


" Yang, dari mana kok lama banget sih? " Tanya Rasyid ketika melihat Karin keluar dari arah toilet. Tadinya Rasyid mau menyusulnya karena khawatir..


" Maaf Mas, tadi tuh emmm..mules, oh iya tadi aku mules banget, maaf ya menunggu lama, "Jawab Karin. Sudah pasti bohong karena menjawabnya dengan gugup..


" Beneran kamu tidak apa apa Yang? " Tanya Rasyid lagi. Karena Karin trrlihat murung dan tidak bersemangat.


" Tidak apa apa ko Mas, aku baik baik saja lihat nih, " Ucap Karin. Dia tersenyum dengan di buat buat sambil menampilkan deretan giginya yang putih..


" Ya sudah kita pulang yukk, Pak Kosim sudah menunggu di luar.." Ajak Rasyid. Kemudian Rasyid menggandeng tangan Karin dan menuju ke parkiran..


*****


Sesampainya di rumah,cRasyid dan Karin disambut oleh keluarganya. Bu Lastri juga ada dan ikut berkumpul bersama untuk menyambut kedatangan anak dan menantunya. Ada Tante Dinar dan Om Syarif suaminya,Tasya dan si kembar Hanna dan Hanni. Anak dari Tante Dinar dan Om Syarif semuanya perempuan. Sebenarnya hanya Rasyid satu satunya anak laki laki dari keluarga Malik, karena adik kedua dari mama Karisa juga baru punya anak perempuan saja.,


Suasana rumah begitu ramai. Karin bermain bersama Hanna dan Hanni yang masih berumur tiga tahun..


" Kakak..! Bukan seperti itu mainnya.." Ucap Hanna ketika Karin salah memasang lego yang sedang mereka mainkan..


" Terus bagaimana dong sayang? " Tanya Karin seolah olah dia tidak bisa memasangnya..


" Gini nih Kakak, " Ucap Hanni memberi tahu..


" Iiihhh gemes, " Karin mencubit pipi gembulnya si kembar..


" Kakak sakitt, " Teriak si kembar berbarengan..


Karin merasa bahagia, dulu dirumahnya tidak punya teman untuk bermain, apalagi ketika ayahnya sudah meninggal dan dia pun sibuk kuliah. Jarang sekali ada canda tawa dirumahnya itu, Karin membayangkan betapa bahagianya nanti ketika dia mempunyai buah hati...


Puukkk.....


Tiba tiba sebuah lego terlempar ke kepala Karin, dan Karin tersadar dari lamunannya...


*****


" Yang, Sudah belum? " Tanya Rasyid ketika dirinya sudah siap..


" Sebentar Mas, aku mau ambil tas dulu, "Jawab Karin ketika sedang merapikan rambutnya kemudian mengambil tas yang sudah di siapkannya dari malam tadi..


" Sudah yuk Mas, kita sarapan, " Ucap Karin ketika sudah selesai.


Keduanya beriringan dan bergandengan tangan menuju meja makan.Terlihat Mama Karissa dan Papa Malik sudah menunggu di meja makan.


" Pagi Pa, Ma, " Sapa Rasyid dan Karin berbarengan..


" Pagi juga sayang, " Jawab Mama Karissa..


" Maaf sudah menunggu lama ya? " Tanya Karin..


" Tidak kok Nak, baru saja duduk.. "Jawab Papa Malik.


Kemudian semuanya memulai sarapannya. Selesai sarapan Rasyid dan Karin pamit untuk berangkat ke Kampus dan Papa Malik juga pamit untuk ke Kantor. Tinggalah Mama Karisa yang tinggal di rumah. Sesekali ia pun ikut ke kantor untuk mengecek, karena Mama Karissa berperan penting juga dalam perusahaan...


*****


Sesampainya di Kampus, Rasyid keluar dan membukakan pintu mobilnya untuk Karin.Telah banyak pasang mata yang melihat adegan romantis itu karena Kampus sudah lumayan ramai, tidak tertinggal juga dengan Mita yang ada diantara antara Mahasiswa dan Mahasiswi disana..


" Haii jeyeengnya aku..!! " Tiba tiba sahabat Karin berteriak..


Karin hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat dua sahabatnya yang super riweh tersebut..


" Hai juga sayang..! "Jawab Karin lemah lembut.


" Hei bagaimana bulan madunya, apa sudah ada keponakanku disini? " Tanya Risa sahabatnya yang super riweh dan suara cempreng itu. Risa juga mengelus perut Karin..

__ADS_1


" Terus terus bagaimana malam pertamanya, s akit tidak? " Tanya Amanda yang suka berbicara prontal..


Mendengar sahabatnya yang bertanya di ranah pribadinya, Karin mencubit hidung kedua sahabatnya. Kemudian ngasih kode kalau sampingnya ada suaminya dan Sang Dosen mereka..


Kedua pipi sahabatnya itu merah seperti tomat, karena merasa malu..


" Ee eh,ada Pak Dosen, " Ucap Risa sambil cengengesan, Rasyid hanya tersenyum simpul. Setelah itu keduanya berpisah, Rasyid menuju Ruangannya dan Karin bersama sahabatnya pergi ke kelas.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya kelaspun dimulai. Karin dan kedua sahabatnya fokus untuk belajar.


Istirahat pun tiba, Amanda dan Risa sudah tidak sabar ingin mendengarkan cerita bulan madunya Karin. Dan mereka bertiga pun menuju kantin tempat paforit mereka. Setelah memesan makanan ketiganya pun ngobrol..


Karin hanya menceritakan kekhawatirannya saja sama keberadaan Mita..


" Eh Rin, bagaimana ceritanya si Mita itu bisa kenal sama Pak Dosen?" Tanya Risa.


" Mereka bertemu di luar negri dan pernah orang tuanya Mita minta perjodohan sama keluarga Pak Rasyid, tapi ditolak, " Jawab Karin..


" Dan lo ketemu lagi si Mita dimana, bukannya sudah lama ya kalian berpisah? " Tanya Amanda.


" Ya pas resepsi. Dia datang ke resepsi waktu itu. Pantas saja ekspresi Pak Rasyid itu seperti tidak suka, " Jawab Karin lagi. Dan ketiganya mengobrol sampai waktu istirahat selesai...


Setelah mengikuti kelasnya hari ini, Karin langsung keluar untuk pulang ke rumah. Karin berpamitan kepada teman temannya. Setelah itu, Karin segera keluar dari kampus.Tapi baru saja Karin mau pesan taksi online tiba tiba Mita menghampirinya...


" Hai Rin.. "Sapa Mita


" Eh Mit, sudah dari tadi di sini? " Tanya Karin.


" Enggak kok, gua cuma mau bilang, Kalau sekarang gua tinggal di rumah lo.." Ucap Mita.


" Tapi Mit, kenapa lo bisa di rumah nyokap gua? " Tanya Karin. Karin merasa khawatir karena Mita menjadi ancamannya, apalagi sekarang dia sudah bisa masuk ke rumahnya..


" Ya gua kemarin ketemu nyokap lo, dan nyokap lo ngijinin.."Jawab Mita enteng.


" Emang kenapa sih Rin, dulu kita kan sahabat. Gak ada salahnya kan kalau gua tinggal di rumah lo, lo kan sudah gak tinggal lagi di rumah lo lagi, lagian kasihan juga tante Lastri di rumah sendirian "Jawab Mita lagi.


" Tapi kan Mit.....!! " Belum juga selesai bicara Mita sudah memotongnya..


" Rin perasan lo sekarang jadi berubah deh, dulu kita tuh sahabat dan lo juga sering nginep dirumah gua, kalau orang tua lo lagi gak dirumah. Kenapa sekarang gua gak boleh tinggal di rumah lo, orang tua gua masih di luar negri Rin. Rumah gua juga sudah di jual dari dulu, gua gak punya siapa siapa lagi Rin.."Jelas Mita panjang lebar.


" Bukan, maksud gua bukan begitu Mit'.."Jawab Karin kebingungan..


" Sudahlah lo gak asik, lo bukan sahabat gua lagi dan ingat..!! Silahkan nikmati masa masa indahmu dengan keluarga Malik, sebelum gua menggantikanmu jadi menantu satu satunya.." Ucap Mita dengan penuh penekanan kemudian dia berlalu dari hadapan Karin..


" Apa msksud lo Mit..! Mitt Mitaa..!! " Teriak Karin. Tapi Mita telah berlalu dia tidak peduli lagi dengan teriakan Karin..


Karin merasa was was dengan ancaman Mit.Ya, sekarang Mita sedang mengancamnya, hingga tidak sadar Taksi yang dipesannya sudah ada di depannya.


" Mbakk, Mbakk...!! " Ucap pak supir menggoyangkan lengannya..


" Astaghfirullah.." Karin beristighfar karena kaget..


" Maaf Mbak, Mbak yang pesan Taksi ya? " Tanya Pak sopir...


" Iya Pak..! " Jawab Karin.


" Ya sudah, ayok naik, Emang kenapa si Mbaknya kok ngelamun di pinggir jalan toh..! " Tanya Pak Supir berjalan dan membukakan pintunya untuk Karin


" Terimakasih pak, " Ucap Karin. Kemudian Karin masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan menuju rumah Rasyid suasana hening dan si pak sopir pun fokus menyetir dan tidak bertanya lagi..


**Bersambung.....


haii reader apa kabarnya...??Mohon maaf ya. tidak bisa up setiap hari karena kesibukanya bercabang..

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mengikuti cerita ku, Jangan lupa Like Komen dan juga Vote aku ya...!!Terima kasih**...


__ADS_2