Balas Budi Hancurkan Mimpi

Balas Budi Hancurkan Mimpi
AWAL KELULUSAN AMARA


__ADS_3

Hiruk pikuk kebahagian,meliputi seluruh penghuni Madrasah Aliyah itu,termasuk salah satu remaja manis yang akan memulai kehidupan keras,dari hidup sebelumnya,melempar senyum bahagia tampa sadar hidupnya akan penuh duka hampa,duduk berdua setelah pengumuman kelulusan di ujung pojok sekolah tempat mereka biasa berbagi duka dan bahagia.


" Kita akan bekerja bukan?ibuku selalu mengharapkan aku untuk menjadi yang lebih baik,tiga tahun bersama kita akan memulai kehidupan nyata,dengan jalan masing-masing",ucap Amara


" Kau akan melupakan aku ?kita akan jarang bertemu,tidak akan ada lagi tidur bersama,temani duduk dikamar mandi,berteriak menyuruh makan padamu"


" Kau dan Naila takkan tergantikan,kalian karibku,kita sudah bersama selama tiga tahun ini (berpelukan dan meneteskan air mata) dari arah yang jauh berlari sosok seorang wanita menghampiri mereka"


"Apa yang kalian bicarakan tampa aku?aku sudah menunggu kalian untuk foto bertiga"


"Bukannya kau sedang berfoto ria bersama para pria itu?tampa kami pula,penyakit kau tak akan pernah berubah" .Memang itu sudah kebiasaan Naila yang tidak disukai Nadia,ia akan segera mendekati laki-laki yang tampan dan tidak memperdulikan dua sahabatnya itu


mengegeleng-geleng Amara mengajak keduanya untuk segera berfoto


"Sudahlah mari berfoto,bukan kah hari ini kita akan mengikuti acara sepuh itu,acara pengotoran baju dengan tinta"(mereka bertiga


tertawa tebak-bahak).


Sampai akhirnya sore menjelang,langit mulai mengeluarkan warna senjanya,Amara dan Nadia pulang kerumah kosan petak yang berdiri di samping sekolahnya itu,kecuali Naila yang sudah berkumpul dengan teman-teman satu jurusannya,memang Naila beda jurusan dengan Amara dan Nadia yang jurusan ips ,sedangkan Naila ipa.


Sesampai di kosan hp Amara berdering,ternyata itu panggilan dari kekasih Amara.


"Kau masih ingin ikut acara coret-coret baju?"


"iya itu hal yang akan aku kenang seumur hidupku,hanya kali ini,abang akan mengantarku bukan?"


"Iya akan ku antar selepas magrib (dengan nada tinggi)"


"Tapi sore ini semua orang akan pergi,Nadia juga akan pergi dengan pacarnya,apalagi Naila dia akan pergi bersama teman-teman kelasnya"


" Lalu apa peduliku dengan teman-temanmu,jika kau merasa keberatan kau pergi dengan mereka saja,oo iya kau tidak punya kendaraan bukan,jika kau ingin pergi tunggu aku selepas magrib".


Amara dengan tangisnya,mengiyakan walau hatinya sakit,tapi jika tidak pergi dia akan kehilangan momen terakhir itu


"iya bang aku akan menunggumu,nanti kabari aku jika abang sudah sampai dikos ku".


Angga dan Amara sudah berpacaran satu tahun,mereka beda sekolah Angga bersekolah di sekolah kejuruan dan masih kelas sebelas,walau kelas sebelas,umur Angga jauh lebih besar dari Amara,Amara kerap menerima kekasaran dari perkataan dan sifat Angga,karna masih lugu dan pemikiran yang anak-anak Amara selalu mengiyakan semua perkataan Angga,karna Amara berasal dari keluarga yang sederhana,motor saja Amara tidak punya,jadi hanya berharap pada Angga.


Magrib telah tiba setelah sholat Amara duduk bersama adik kosnya,karna Naila dan Nadia telah pergi dulu untuk acara coret-coret baju


"Magrib telah datang,tapi bang Angga tidak mengabariku,andai aku memiliki motor dan hp yang bagus,aku akan pergi sendiri tampanya,beginilah hidupku miskin dan keluargaku banyak yang membenciku(meneteskan air mata)"


"Apa yang kakak bicarakan,ada aku disini(sembari mengambil lipstik dari tasnya)sini mana baju kakak,aku ingin menulis nama indahku disini,mari duduk diluar sambil menunggu bang Angga,kita suruh seluruh penghuni kos ini menulis namanya di baju perjuangan ini.


Amara tersenyum dan mengiyakan ucapan Ana,mereka berlari menemui seluruh penghuni kos dan meminta mereka menulis nama dan tanda tangan di baju Amara,tak lama Angga datang dan memberi pesan pada Amara bahwa dia diluar,Amara pamit pada Ana dengan senang hati jika dia akan pergi bersama Angga,dijalan mereka hanya diam,lalu di sepanjang jalan Amara tak melihat para anak sma yang tengah merayakan kelulusan,dadanya sesak dan menangis berpikir betapa ia tak merasakan kebahagiaan bahkan di hari terakhir putih abu-abunya,mereka duduk ditepi jalan yang sepi sampai setelah isya.


"Ayo pulang,tidak ada orang disini mungkin mereka sudah pulang".


Amara menatap jalan kosong itu dengan air mata yang bercucuran "Tentu saja sudah tidak ada manusia yang lewat disini ,hari sudah ingin larut,aku bahkan belum berfoto satupun,untuk kelulusan ini" (sambil menangis)

__ADS_1


"Sudahlah mereka tidak sayang pada bajunya,termasuk kau,sini biar aku ikut menulis namaku disini,biar kau tidak lupa aku adalah pria yang bersamamu sepanjang tahun ini "(menulis namanya di baju Amara)


"Kau mau pulang atau tidak,kalau tidak tinggal saja disini"(dan menghidupkan motornya)


Amara naik ke motor Angga dan berjalan pulang ke kos Amara


" Kau tidak menyesal berpacaran denganku?


"Tidak"...


"Aku sering mengasarimu,dan hari ini membuatmu tidak merasakan kebahagiaan terakhir dengan teman- temanmu".


seperti biasa Amara menangis dan berkata


"Sudahlah ini semua sudah takdirku,aku tidak bisa seperti teman-temanku".


Sampai dikosan,Angga lansung pergi tampa pamit,sedangkan Amara masuk ke kosan dengan mata yang sembab,sampai dikamar Amara bertemu dengan Nadia.


"Hmmm enak pacaran,sampai lupa bertemu kami ya......"


"Aku pergi selepas magrib,tak satupun manusia kujumpai di jalan,mana Naila?" Amara sangat mengiba dan tertunduk.


" Kambuh lagi si Angga,memang kau harus mengganti pacar,Naila tempat si Ulfa tu katanya menginap disana,baju dan barang-barangnya sudah dikumpul,kita juga ,hari terakhir kita disini mandi dulu sana,habis itu baru kita beres-beres barang.


Setelah mandi Amara mengumpulkan barangnya dengan Nadia,karna besok mereka akan pulang kampung dan tidak kembali lagi ke kosan itu.


"Apa rencanamu setelah ini"


" Iya aku akan mencari kerja juga" jawab Amara


pagi telah datang,Naila juga sudah datang diantar temannya dikosan,mereka bertiga akan berpisah hari ini,Nadia dan Naila satu kampung dan juga sepupuan ,sedangkan Amara beda kampung dengan mereka.


"Aku pulang dulu,ayahku sudah datang, tadi meminjam motor tetangga dan harus cepat dikembalikan".


" Aku akan merindukanmu mara"ucap Nadia


"Aku juga" ulas Naila(mereka bertiga berpelukan)


"Bermainlah kerumahku"


Nadia dan Naila juga bersalaman pada Ayah Amara,dan Amara berpamitan dengan Naila,Nadia,ibu kos dan penghuni kos.


Sampai dirumah Amara menaruh barang-barangnya dikamar,lalu ibunya masuk kekamar Amara


"Apa yang akan kau kerjakan setelah ini?"


"Aku akan mencari pekerjaan bu"


" Adikmu tiga-tiganya bersekolah

__ADS_1


Nia akan masuk sma,Dinda akan masuk smp,lalu Vania juga harus membeli buku baru di sekolah dasar".


" Ibu tenang saja,aku akan membantu,kemarin Sari mengajakku bekerja ke Kota Payakumbuh,katanya disana ada toko sepatu,aku akan ikut bu".


"Bagus itu,kapan kalian berangkat,ibu senang,walaupun umurmu masih 17 tahun,tapi kau harus jadi contoh yang baik bagi adik-adikmu".


ibu Amara sangat bahagia karna anaknya akan bekerja.


"Minggu depan bu,Sari juga membawa Maria,aku akan bekerja keras bu",


Walau dalam hatinya sangat pedih,karna ia ingin melanjutkan kuliah,tapi adik-adiknya membutuhkan biaya.


keesokan harinya Nadia memberi pesan pada Amara jika dia dan Naila akan berkunjung besok hari ke rumah Amara dan mengajak Amara berenang,Amara sangat senang.


Hari yang ditunggupun datang Amara menyiapkan makanan untuk mereka walaupun seadanya,mereka bertiga pergi berenang,menghabiskan waktu hingga sore datang.


Setelah selesai berenang,mereka makan mie rebus di rumah Amara lalu berpamitan untuk pulang.


Keesokan harinya,hal yang tak disangka.Amara menerima pesan dari mereka,jika mereka tengah berada di bandara,mereka akan berangkat ke Jakarta untuk bekerja hari ini,bak disambar petir dengan sangat pedihnya,Amara menangis sekeras-kerasnya,ternyata mereka sengaja membawa Amara menghabiskan waktu bersama agar Amara bahagia.


"Sudahlah jangan terlalu bersedih,Naila dan Nadia juga harus menjalani hidup masing-masing,kau juga harus,minggu depan kau juga akan bekerja ke Payakumbuh".


"Iya bu,aku harus mengikhlaskan mereka pergi bekerja,aku harus kuat seperti mereka,dan mengejar masa depan"


Dan tiba waktunya Amara berangkat bekerja bersama teman nya Sari dan Maria,Amara berpamitan dengan ibu dan ayahnya.


Ini pertama kali Amara bekerja jauh dari orang tua,umur yang masih muda dari teman-temannya dia mencoba tersenyum,memandangi danau dan perjalanan menuju Payakumbuh,Sampai Payakumbuh dia masuk ke sebuah toko sepatu yang berlantai tiga,ia terheran-heran sangat bagus dan mewah sekali,dia bertemu ibu pemilik toko dan berkenalan,dan ibu itu menunjukkan kamar Amara dan Maria dilantai tiga,sedangkan Sari bersama Mawar temannya disana,lalu Amara beristirahat untuk bekerja esok hari.


Ia melihat Maria menggunakan Hp bagus,dan berguman akan membelinya suatu saat nanti,Maria agak sombong pada Amara.Pagipun datang ibu yang punya toko lalu menjelaskan jika pekerjaan mereka hari ini adalah di gudang berdua.


" Kalian anak baru hari ini di gudang ya" ucap pemilik toko


" Apa yang harus kami kerjakan bu?"


tanya Amara


"Bersihkan gudang dan susun barang-barang yang baru datang"


tak disangka pekerjaan berat dimulai,mereka masuk ke sebuah gudang yang besar menyusun barang-barang mengangkat kardus-kardus besar yang berisikan sepatu dan sendal,dari pagi sampai malam mereka membersihkannya dan terus di awasi oleh ibu pemilik toko,besok hari Amara dan Maria di suruh didepan untuk belajar melayani pembeli,dengan pakaian lusuh Amara keluar,mata ibu toko selalu tertuju padanya,dia slalu kena marah dan disuruh kegudang,sampai di gudang air matanya menetas,setiap hari hanya dia yang bekerja sendiri di gudang dan slalu di awasi.


Suatu hari Amara kehabisan uang untuk makan,Maria membeli ayam geprek sedangkan Amara hanya melihat saja dan memakan nasi putih untuk menghilangkan rasa lapar tampa rasa kasihan,Maria hanya melanjutkan makannya,setelah Maria kembali bekerja Amara duduk di tempat sampah di ujung kamarnya melihat kotak sambal punya Maria yang masih ada sisa sambalnya,Amara mengumpulkan sisa dan memakannya sambil meneteskan air mata.Sungguh sudah tak sanggup hari-hari berlalu Amara berniat pulang karna sudah tidak tahan bekerja mengangkat kardus dan sering kena marah oleh pemilik toko.Pemilik toko memberinya uang padanya lima puluh ribu rupiah untuk pulang.


Dari Payakumbuh dia naik bus ke Bukittinggi muda belia,menyandang tas,badan kecil berjalan dan linglung mencari bus untuk pulang ke Solok,hatinya menangis tak tau kemana arah tujuannya,tapi berkat kuat dan bantuan tuhan,ada yang mendatanginya.


"Mau ke Solok dek?" tanya seorang Sopir


"Iya pak,saya mau ke Solok"


Biar saya bawakan tasnya

__ADS_1


"Terimakasih"(sambil berjalan menuju bus )


Sampainya di Solok Amara meminta maff pada ibunya,dan berjanji pada ibunya akan mencari pekerjaan yang lain.


__ADS_2