
Mendengar hinaan Sinta terhadapnya, Amara tidur menghadap dinding kamar itu,sambil menangis hingga ia tertidur.
Pagi harinya Amara akan berangkat kekampus,ternyata sudah ada pak Mulyadi menunggunya di depan gang perumahan elit itu,Amara bahkan terkejut melihatnya yang telah duduk di atas motor menunggu Amara.
"Bapak menunggu Amara" tanya Amara
"iya Amara"dan tersenyum pada Amara
"bapak sudah menunggu dari tadi ya pak,maff ya pak"
"mmm tidak ,tidak lama sebelum Amara datang,ayo kita kekampus"
mereka berbincang diperjalanan,pak Mulyadi menawari Amara untuk mengikuti organisasi di kampus,tapi Amara menolaknya.
"Amara tidak ingin ikut organisasi dikampus?"
"tidak sepertinya pak,Amara mungkin akan banyak pekerjaan dirumah,tante Amara akan membuka rumah makan katanya kemarin"
Amara sempat mendengar jika tantenya akan membuka rumah makan,di dekat rumah sakit yang dekat dengan gang rumahnya,dan semua pekerjaan rumah akan ditumpukan padanya,bahkan tantenya sempat berkata,jika pekerjaan rumah telah selesai Amara juga akan ikut membantunya bekerja disana,tak akan ada waktu bermain baginya.
"Amara kalau kita tidak dikampus ,Amara panggil bang Mulyadi saja"kata Mulyadi pada Amara,
padahal umurnya 12 tahun lebih tua dari Amara.
"hehehe segan pak,Amara tidak biasa" ucap Amara
"biasakan saja Amara,anggap bapak ini abang amara bahkan sahabat,teman dekat,dan bisa juga menjadi ttm"
Amara terkejut mendengar ucapan terakhir abang Mulyadi ini,apa maksudnya,tapi Amara tidak mau menanyakan,Amara bahkan berniat akan menceritakan pada Novi tentang ucapan dosen muda itu.
"Mara nanti atau kapan-kapan abang menelvon Amara boleh kan?"
pertanyaannya semakin tidak masuk di akal,seorang dosen pada mahasiswanya,nampaknya Mulyadi memang benar-benar telah menyukai Amara dia tidak segan-segan lagi untuk mendekati Amara.
"Boleh bang,tapi jika Amara tidak mengangkatnya,berarti Amara sedang bekerja"
"tapi jangan telvon di whatsapp ya,karna Amara tidak punya android,Amara satu berdua menggunakan hp dengan sepupu Amara bang",ulas Amara lagi
"iya Amara,Terimakasih ya Amara"
"sama-sama bang,Amara juga berterimakasih,karna bang Mul sudah memboncengi Amara ke kampus"
"kitakan serah Amara,jadi wajar saja,dan jika Amara perlu jangan sungkan -sungkan meminta bantuan abang" ucap Mulyadi.
sampai dikampus Amara izin untuk memasuki ruangannya,karna ada kuliah pagi ini,Amara juga bertemu Novi didekat lobi,mereka sama-sama masuk keruangan.Mereka duduk berdekatan Amara berada di depan Novi.
"stststst " suara Novi mengodei Amara dari belakang.
"Apa?"
"cerah sekali nampaknya calon istri pak dosen" Novi menggoda temannya.
__ADS_1
Amara menatap kebelakang dan mengepalkan tinju ke arah temannya,
Novi tertawa kecil melihat sikap temannya itu.
"nanti akan ku ceritakan sesuatu padamu diluar"ucap Amara
"ok"Novi memberi jempol dan mengedipkan mata pada temanya itu
setelah mereka keluar ruangan betul saja Novi yang penasaran lansung menarik tangan temannya itu untuk duduk di sebuah kursi panjang,
"apa sih yang mau kau ceritakan?tanya Novi
"ia menyuruhku memanggilnya bang Mulyadi,dan mengucapkan ,anggap saja abang ini ttm nya Amara"
"astagaaaaaaa,benar ia bicara seperti itu?"Novi kaget mendengar cerita Amara
"benar" ucap Amara
"ia benar-benar telah menyukai temanku yang lugu ini,siap-siap ya,kau ku panggil ibu Mulyadi"
"kau benar-benar sudah gila,mana mungkin ia menyukaiku" ulas Amara
"tidak ada yang tidak mungkin ,perlakuannya padamu itu sudah menunjukkan ia menyukaimu,mana ada sekarang boncengan gratis,kecuali bonus gojek hahhaha"
"kau ini becanda saja"jawab Amara kesal
"tapi kau juga menyukainya kan?"
"alah dari wajahmu itu sudah jelas,tapi karna kau hanya punya pacar di kampung siapa namanya aaaaa aaaa ooo iya Angga"
"sudah jangan kau sebut-sebut lagi dirinya,kami sudah putus"
"baguss itu" Novi tersenyum
"kok bagus?"tanya Novi kaget
"iya bagus jadi ketika pak Mulyadi mencintaimu,kau bisa membalas cintanya.
"kau ini" pungkas Amara.
Setelah berbincang-bincang panjang mereka pulang kerumah masing-masing.
Mulyadi sering menghubungi Amara,dan pada suatu hari ia mengajak Amara untuk keluar berjalan-jalan,Amara yang sudah suntuk dan jarang jalan-jalan mengiyakan ucapan Mulyadi,kali ini ia mencari Alasan agar diizinkan untuk keluar rumah,karna tantenya tau jika Amara tidak ada kuliah hari ini.
"tan hari ini aku,ada tugas kuliah,dan bimbingan bersama dosen,aku izin keluar ya"
"ada-ada saja tidak kuliah,tapi ada tugas,selesaikan semua pekerjaan rumah lalu pergilah,jangan lama-lama cepat pulang"
"iya tan,terimakasih"ucap Amara bahagia.
setelah menyelesaikan pekerjaannya Amara pergi menemui Mulyadi yang telah menunggu nya di depan gang,ia tersenyum dan mereka lansung pergi .
__ADS_1
Amara di ajak pergi melihat pantai oleh Mulyadi,sampai disana mereka berbicang-bincang,saling menceritakan diri masing-masing,sampai akhirnya Mulyadi mengungkapkan perasaannya.
"Amara ada yang ingin abang sampaikan pada Amara"
"Apa bang"
"Amara jangan terkejut,abang paham kita adalah seorang dosen dan mahasiswa,umur kita jauh berbeda,kita justru baru berkenalan beberapa bulan,tapi Amara semanjak pertama kali abang menanyakan whatsapp Amara,Abang telah menyukai Amara"
Amara terdiam,dan dalam hatinya ia sangat senang,walaupun baru berpisah dari Angga tapi ia sudah lama nyaman dengan Mulyadi.
"Apakah Amara mau menjadi pacar Abang?"terus Angga
"apakah itu serius atau hanya candaan" tanya Amara
"itu benar Amara abang benar-benar menyukai Amara,tapi abang baru hari ini berani mengungkapkan nya pada Amara,jadi bagaimana,apakah Amara mau?
Amara mengangguk,pertanda mengiyakan ,Mulyadi sangat senang ia berjanji akan menyayangi Amara.
"Abang akan slalu menyayangi Amara"
"bersikaplah selayaknya dikampus pada Amara,agar Amara tidak canggung saat belajar"
"tentu sayang" balas Mulyadi
Hari itu mereka menghabiskan waktu berdua,berfoto,berkeliling,Amara nampak bahagia dari yang biasanya,setelah berjalan-jalan hari itu Amara di antarkan Mulyadi untuk pulang awalnya Mulyadi ingin mengantarkan sampai kerumah tante Amara,tapi Amara tidak mau,ia takut dimarahi tantenya,akhirnya Amara hanya di antar dekat rumah tantenya.
Malam hari tiba-tiba Novi menelvonnya,tidak seperti biasanya,
"heh lagi di mana"ucap Novi
"ya dirumah"balas Amara"
"gua jadi curiga deh sama postingan snap whatsapp nya pak Mulyadi"ucap Novi
"kenapa emang" jawab Amara penasaran
"yang foto cewek ditutupin tapi,gua gak bisa dikecoh,sama jam tangannya si cewek,kayak jam tangannya temen gua tu,apalagi caption nya A tambah lope"
Amara tertawa mendegar penjelasan Novi "hahahha masa sih gitu"?
"kalian udah jadian?"
"Ayooo tebakkk !"
"kalau seperti itu,kayaknya udah ni"
"hahahha udah" jawab Amara
bener-bener ya kau,gak ngasih tau gua.
Mereka lalu membicarakan bagaimana Amara dan Mulyadi sampai berpacaran.
__ADS_1