Balas Budi Hancurkan Mimpi

Balas Budi Hancurkan Mimpi
SYARIF JATUH CINTA PADA AMARA


__ADS_3

Pagi harinya Syarif mengajak Amara untuk jalan-jalan,Amara awalnya menolak dengan alasan ia banyak pekerjaan.


"hari ini kau tak usah memasak,kita akan keluar,kau belum pernah jalan-jalan kan?"


"aku akan bekerja hari ini"


"kau ini keras kepala ya ,jika kau tak mau berhenti dari pekerjaanmu,terpaksa aku akan mengadu pada ibumu,berikan hp mu"


"untuk apa?"


"jika kau tau mau berhenti,maka akulah yang akan menghentikanmu,cepat kirimkan pesan pada bosku atauu....."


"kau jangan slalu mengancamku,kau yang slalu bersifat egois,apa sebenarnya tujuanmu?"


"aku kemari berusaha menghindari perlakuan kasarmu,lalu kau datang untuk menghentikan semua kegiatanku"


"Aku ini suamimu,semua hak ada padaku,jika kau tak mau menuruti permintaanku,aku akan mengungkap semua yang terjadi di antara kita pada keluargamu dan juga orang tuaku"


Syarif nampak begitu mengeraskan nada bicaranya,entah apa yang membuatnya ingin Amara berhenti bekerja.


"tentu kau sangat puas dengan penderitaanku"


"cepat kirimi bosmu itu pesan jika kau akan berhenti,dan segalah menuju mobilku"


Amara memasuki mobil,mereka berdua berangkat menuju sebuah perkampungan didekat pantai,Syarif berencana mengajak Amara untuk bermain kesebuah pulau.


"kenapa kita kesini?"


"aku hanya ingin sedikit tenang,aku ingin menikmati pulau,kita akan menyebrang,cepatlah naiki kapal ini"


Syarif duduk mendekati Amara yang tengah duduk memperhatikan air laut,Syarif memperhatikan istrinya,sebenarnya dalam hatinya ia merasa kasihan dengan Amara,ia tak bahagia dalam hidupnya,dan karna pernikahan yang terpaksa ia juga harus menerima sakitnya hidup bahkan perlakuan kasar dari Syarif,Syarif yang memperhatikan Amara,menetaskan air mata,ia telah menyadari betapa selama ini Amara telah berusaha untuk menjadi sebaik-baiknya seorang istri.


Ia telah menceritakan hidupnya yang keras,umurnya yang masih belasan tahun harus menerima semua benturan hidup.Entah Syarif yang mulai menyukai Amara atau hanya sebatas rasa kasihan,dan hari itu ia hanya berniat membahagiakan istrinya.


"Amara...tenangkanlah pikiranmu disini,cobalah sedikit bahagia"


"aku memang tengah mencobanya,apalagi dengan semua sikap tuan muda sepertimu"


sesampainya di pulau ternyata Syarif telah menyewa sebuah tempat penginapan,mereka duduk berdua ditepi pantai di atas pasir,mereka menceritakan dirinya masing-masing,dan bahkan mereka sudah begitu dekat,Syarif mengajak Amara berlari disepanjang tepi pentai di pulau itu,Syarif yang telah lupa dengan pertengkarannya dengan Amara ia memegang tangan Amara saat berlari,saat berlari mereka tidak sengaja jatuh,Syarif yang telah tertidur di atas pasir sedangkan Amara telah tertidur di atas badannya Syarif.


"Maffkan aku,aku tidak sengaja" ucap Amara


"kau slalu mengambil kesempatan untuk mendekatiku"


"kau ini benar-benar sudah gila,dari tadi kau yang mengajakku berlari dan kau juga yang terus memegangi tanganku tampa henti"


Amara yang kesal,berlalu saja meninggalkan Syarif dan menuju penginapannya,Amara membersihkan dirinya,dan istirahat.


Syarif yang baru datang dan mendakati Amara yang tidur,ia memperhatikan istrinya,ia berpikir ternyata Amara adalah wanita yang cantik,Syarif juga membersihkan diri,dan membaringkan badannya di tempat tidur disamping Amara,dalam hati Syarif mungkin telah mulai menyukai Amara,tapi ia tidak tau cara memulainya,Syarif tampa sengaja memeluk dan mencium Amara.

__ADS_1


Amara yang tertidur terkejut dengan pelukan itu,Amara membuka matanya dan melihat Syarif tengah memeluk dan mencium pipinya.Ia bangun dan lansung berdiri di samping tempat tidur.


"Apa yang kau lakukan,kenapa kau memeluk dan menciumku"


"aku tidak melakukan apa-apa hanya memeluk dan menciummu"


"kenapa kau melakukan itu"


"karna aku ini suamimu,apa yang aku lakukan padamu memang hakku bukan"


"kau jangan berlaku se enaknya padaku"


"kau menyukainya kan,lagipula sebelumnya kau juga bertindak selayaknya istriku"


"itu sebelumnya bukan sekarang"


"apa bedanya sebelumnya dan sekarang,kau tetap istriku yang sah"


"bedanya aku ini adalah calon mantan istrimu"


Lama Syarif menatap istrinya itu,lalu ia mendekati,dan memeluknya,ia berniat mengubah semua perkataanya,ia hanya ingin dekat dengan Amara.


"Amara berikan hakku untukku,kita sudah bersama beberapa bulan ini,lupakan lah sifatku dan aku akan memperbaiki semuanya,entah kenapa aku tidak siap jauh darimu"


"apa yang terjadi denganmu?"


Amara yang mendengar ucapan Syarif sudah mulai takut dan hendak melarikan diri dari ruangan itu,tapi apalah daya saat hendak berlari,Syarif malah menarik tangan nya,ia terpaksa mengikuti semua permintaan Syarif malam itu.


dipagi hari ,Syarif yang memang telah mulai mencintai Amara,ia tak melepaskan pelukannya dari istri nya.


"sayang ikutlah pulang kerumah kita denganku,aku sudah mulai mencintaimu dan tidak mungkin bisa jauh darimu"


"saat ini aku belum bisa kembali"


"jika kau tak ingin kembali,aku juga akan menetap disini bersamamu"


"apakah hari ini kita akan pulang?"


"iya hari ini kita akan kembali"


Mereka berdua kembali ke kontrakan Amara,sejak hari itu Amara sudah tinggal dengan Syarif,Amara yang sebetulnya juga telah lama menyukai Syarif kini telah benar-benar menjadi istri Syarif tampa keterpaksaan,mereka menjalani peran masing-masing.


Saat dikampus Amara menceritakan kejadian yang membuatnya kini telah jatuh hati pada suaminya pada Novi.


"Nov aku dan Syarif sudah berbaikan,seminggu yang laku aku kepulau dengannya"


"Apa,lalu kau telahhhh............."


"iya sudah,dan kini ia telah tinggal dikontrakanku,dan harus pulang pergi untuk bekerja"

__ADS_1


"astagaaaaa benar-benar kau ini,hati-hati nanti bisa hamil hahahahaha"


"kau jangan terlalu keras nanti orang-orang disini mendengarnya"


"Iya,disini banyak sekali ember yang bocor aku hampir saja keceplosan"ucap Novi


"kau tenang saja,aku tidak mungkin akan sampai hamil"


"lalu bagaimana urusanmu dengan pak Mulyadi,apakah sudah selesai?


"kau jangan memperkeruh suasana hatiku,aku sedang bahagia,tentang dirinya aku sudah tak peduli"


Dan ternyata Syarif yang pulang cepat bekerja juga menjemput istrinya,ia memberi pesan bahwa ia telah sampai didepan kampus Amara.Novi juga ikut mengantar Amara bertemu Syarif.


"Hai Nov apakabar"


"Baik bang,mau jalan-jalan berdua ni ya?


"Hahaha istri bikin kangen,bawaannya pengen cepat pulang Nov,iya kan sayang?


"heleeehh sayang,,,,,,,hati-hati tu nanti istrinya hamil lagi pas kuliah"


"bagus dong jadi tambah betah dirumah"


"terserah kalian lah"


"Nov kamu mau bareng gak"ucap Amara


"iya Nov"


"next time ya,ada perlu ni ama temen keluar"


"gaya loo,cepet nikah udah,biar kayak kita"


"gini amat pengantin baru,nanti berantem lari deh ngadu ke gua"


"Yaudah kita balik ya Nov"


"ok bye"


setelah Syarif dan Amara pulang,Mulyadi mendekati Novi,


"siapa Nov yang bersama Amara"


Ia tidak ingin keceplosan lagi dan memberitahu jika Amara sudah menikah.


"anuu pak,itu kakaknya Amara,saya pulang dulu ya pak"


Mulyadi tidak puas dengan jawaban Novi,dan mengirimi Amara pesan dan bertanya dengan siapa Amara pulang.

__ADS_1


__ADS_2