
Hari demi hari yang dijalani,kini Mulayadi makin gelap mata mencintai mantan kekasihnya,sepi dan cemburu membara-bara menemui jiwanya harap penuh untuk kembali, menggelora pada Amara.
"suatu saat akan kurebut kembali dirimu,karna memang milikku" ujarnya
rintik hujan makin deras menemui bumi,Mulyadi menatap tajam pada air hujan yang berjatuhan,dari belakang istrinya datang dan memeluknya,
"apa yang sedang kau saksikan suamiku? bukankah sembilu telah berlalu dan kita akan bahagia bersama?"
"apa yang telah kau ucapkan?"
mulayadi melepaskan dekapan tangan istrinya .
"kau ini kenapa?ada yang salah denganku?"
"tidak,tidak ada yang salah,hanya aku yang terlalu bodoh mengikuti hidup yang begitu kejam"
"maksudmu"
"benar cinta tak bisa dipaksakan,begitupun dengan cintaku dan hadirmu"
"kau semakin tidak jelas"
Rena menatap Suaminya dengan tajam
"Hubungan kita yang tidak jelas"
"Kau benar....benarrrrr"
tak sampai ucapannya Mulayadi telah memotong ucapan Rena
"iya aku benar-benar mencintai masalaluku"
Bak di sambar petir,seisi ruangan makin dingin,tatapan Rena semakin kosong dan tajam pada suaminya
__ADS_1
"kau jangan becanda denganku"
"sudah saatnya aku mengakui semuanya,aku mencintainya,"
"siapa dia?"
"kau tak perlu tau,ini hanya aku dan hatiku"
"aku berhak tau,bahkan semua tentang dirimu,dua tahun pernikahan lalu hari ini kau mengucapkan ini padaku"
"Hahahah kau terlalu kaya untuk dinikmati,salahkan orang tuaku,bukan aku,kita hanya sebatas perjodohan,dan aku sibodoh ini hanya hadir mengisi hidupmu yang kosong dan meninggalkan pujaan hatiku yang malang"
"bedebah"
Rena yang kesal mengambil vas bunga di meja dan melemparnya ke jendela
prakkkkkkkkkkkkknkk
"dan aku yang paling bodoh,telah bersama pria jahat sepertimu"
"hari ini silahkan jika kau mau meninggalkan aku"
Mulyadi berlalu dan meninggalkan ruangan iti,Rena yang berdiri jatuh tertunduk dan menangisi diri
"Apa yang tengah terjadi,Tuhan jawab aku"
"bedebah itu mengkhianatiku dan orang tuaku tuhan,dan dia mengucapkan wanita lain didepanku"
"tidak..... tak seorangpun bisa mengambil kebahagiaanku,termasuk wanita itu,dan tidak akan kubiarkan ia menemui suamiku,akan kucari dan aku habisi"
Dua hari berlalu,Rena dan Mulyadi memang semakin menjauh,Mulyadi terlalu sering menjauhi istrinya,tak ada kasihan padanya.
Rena mulai mencari tau siapa wanita yang mendekati suaminya,bahkan ia juga berani mendatangi kampus tempat suaminya mengajar.
__ADS_1
"ada apa kemari?" ucap Mulyadi ,terkejut melihat kedatangan istrinya
"aku hanya ingin melihat suamiku,dan menatap nya,beberapa hari ini kau kurang memperhatikan istri cantik mu ini"
"kau benar-benar sudah gila"
"memang,gila karna kelakuanmu yang jahat"
"pulanglah cepat"Mulyadi menarik tangan istrinya agar keluar dari ruangan nya"
"kau kasar sekali padaku"
"kau yang membuatku seperti ini, kau datang tampa seizinku"
"kenapa kau takut,jika nanti wanita itu aku temukan"
"ucapanmu semakin tidak masuk akal"
"aku akan pergi,dan tentu saja akan kembali menemui masalalumu yang kau ucap indah,dan tentu saja akan ku hancurkan wanita yang telah merebut kebahagiaanku"
tampa basa basi Rena meninggalkan Mulyadi,hari demi hari Rena mencari tau tentang masalalu Mulyadi.
Hingga pada suatu hari,Rena bertemu salah satu teman Mulyadi di sebuah pusat perbelanjaan
"Kak Nada"
"Rena,apakabar?
"kabar baik kak,kakak gimana?
"kakak juga baik,makin hari,makin bersinar saja kelihatannya"
"hahaha Kakak biasa saja "
__ADS_1