
Beberapa hari berlalu,pada satu waktu ,masuklah dikelas seorang dosen muda,pria asal Aceh Mulyadi namanya,ia merupakan ketua prodi ilmu hukum,pertama kali ia mengenalkan dirinya.
"Perkenalkan saya Mulyadi,ketua prodi ilmu hukum,saya disini mengajarkan mata kuliah hukum agraria,yang menjelaskan tentang penguasaan bumi,saya berumur 30 tahun,dan berasal dari Aceh"
tiba-tiba Novi mengangkat tangan nya dan bertanya
"Bapak madih sendiri atau sudah menikah?"
"pertanyaanmu yang tidak berbobot saja" ucap salah satu teman pria dikelasnya.
"saya masih sendiri dan belum menikah"jawab pak Mulyadi
"Silahkan kalian buat grup whatsapp untuk mata kuliah ini,dan jadikan saya adminnya"
Amara terdiam dan memikirkan bagaimana caranya dia tidak memiliki whatsapp,jangankan itu,hp android saja ia tak punya.
"Kenapa mara" tanya Novi
"Tidak apa-apa" sambil tersenyum "
padahal dalam hatinya sangatlah terluka,apa yang harus ia katakan,sesampainya dirumah ia bercerita pada Rey adik sepupunya,
__ADS_1
"aku tidak punya android untuk belajar jadi malas untuk kuliah"
"sudahlah kita satu berdua saja,mana nomor hp kakak,akan aku download aplikasi whatsapp bisnis jadi kita bisa bergantian main hp"
"sungguh,terimakasih adikku " Amara tersenyum sambil memeluk adiknya itu
ketika pak Mulyadi memeriksa anggota grup ternyata kurang satu orang,itu whatsapp nya Amara,
pak Mulyadi ingin menanyakan pada orangnya lansung ketika di kelas pada saat mata kuliah nya.
pagipun datang,seperti biasa ada mata kuliah Agraria hari ini dikelas Amara,pak Mulyadi mulai bertanya,
"Apakah semua dikelas ini sudah masuk di grup whatsapp"
tak berhenti pak Mulyadi memandang Amara,hatinya bergetar,
"siapa nama kamu"
"Amara pak"
"berikan nomor whatsapp mu biar saya saja yang memasukkan"
__ADS_1
Amara datang kedepan dan memberikan whatsapp nya pada pak Mulyadi,nampaknya pak Mulyadi menyukai Amara.
Ketika malam saat Amara mengajari Rey belajar,Rey memberi tahu kakaknya jika ada pesan dari seseorang,Amara membukanya ternyata pesan dari Pak Mulyadi,nampaknya dosen muda ini sengaja menanyai tentang tempat tinggal,dan dengan apa Amara ke kampus,benar saja saat mata kuliahnya pak Mulyadi tak berhenti memberi perhatian pada Amara.
Hanya sayang Amara belum menggubrisnya ,karna Amara sudah punya Angga yang kini masih bersamanya,meskipun Angga jarang mengabari dan memberi pesan.
Setiap hari ada yang ditanyakan pak Mulyadi pada Amara,tentang tugas Amara, yang tidak Amara mengerti,minta bantuan Amara,Mengirimi Amara pesan,bahkan ia sudah berani menawari diri untuk memboncengi Amara untuk kekampus.
Tak ada penolakan oleh Amara ia juga senang,jika diboncengi dosennya,jadi ia bisa dengan aman pergi ke kampus.
Novi pun sudah mulai curiga dengan pak Mulyadi dan menanyai hubungan pak Mulyadi dan Amara
"Mara ada hubungan apa kamu dengan pak Mulyadi?"
"tidak ada,hanya saja ia menawariku untuk pergi bersama kekampus karna satu tujuan"
"sepertinya kau menyukainya ?" tanya Novi
"tidak"
"Sudah jangan berbohong ,lagian jika iya bagus itu,nanti katakan padanya beri kita nilai a" mereka tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Amara memang merasa nyaman dengan pak Mulyadi apalagi pak Mulyadi juga memperhatikannya,tapi ia masih mencintai Angga,ia akan setia pada Angga walaupun Agga jarang mengabarinya.