
Awalnya tante Amara memang tidak senang,jika ponakannya ini kembali untuk mengenyam bangku pendidikan,tapi ia juga berpikir takutnya Amara mengadu pada ayahnya,tampa pikir panjang lagi mereka pergi melihat kampus Amara.
Letaknya jauh,terletak di jalan tol menuju bandara,Amara dan tantenya lansung menuju ruang BAAK untuk mendaftarkan nama Amara dan mengurus beasiswanya,diperjalanan pulang tante Amara menawarkan agar Amara tahun besok saja kuliah di kampus swasta yang bagus,tapi Amara menolaknya karna ia berpikir pasti alasan tantenya saja.
"tahun besok saja kuliah,akan tante carikan kampus yang lebih baik dan bagus,banyak kampus swasta di kota ini"
"tidak tan disini saja,aku senang tan,dan akhirnya aku bisa kembali untuk menempuh pendidikan"
"kalau kau bicara begitu,terserah saja"dia mengeluarkan nada tidak suka.
awal kuliah telah dimulai,inilah yang namanya ospek,Amara bangun pagi-pagi sekali dan mengerjakan semua pekerjaan rumah,Amara kira ia akan di antar tantenya,ternyata tidak Amara malah disuruh sendiri untuk ke kampus,
"Tante akan mengantarku kan?"
"naik ojek sajalah sampai gang depan,baru sampai dijalan raya kau naik angkot ke kampus"
Wajah amara murung,ia berdiri didepan rumah,clingak clinguk memperhatikan jalan komplek itu,untung ada pak Adam yang menanyai Amara dan menawarkan Amara agar di antar sampai jalan raya.
__ADS_1
"Mau kemana Amara" tanya pak Adam
"Mau ke kampus pak"
"Amara sudah kuliah?"
"heheheh iya pak,baru mendaftar"
"lalu menunggu tantenya disini?" memperhatikan kedalam pagar rumah tante Amara
"Tidak pak,lagi nyari ojek,Amara kan baru disini jadi tidak tau ojeknya mangkal dimana"
"mmmmm nanti malah merepotkan bapak"!
"tidak Amara,ayo bapak antarkan,nanti bapak ajari cara naik angkot disini"
sebenarnya pak Adam sudah mengetahui sikap tante Amara,ia merasa iba pada Amara yang polos,kadang pak Adam juga mendengar tante Amara memakinya,mengangkat jemuran yang banyak,kadang ia juga kewalahan dengan Rio yang rewel.
__ADS_1
Sesampai di jalan raya pak Adam menunggu Angkot bersama Amara,pak Adam ingin mengajarkan Amara cara memilih angkot ke tujuan nya.Amara memberi uang pada pak Adam,tapi pak Adam menolaknya
"pak Adam ini ongkosnya"
pak adam lalu mengembalikan uang itu pada Amara
"Tidak Amara,bapak kan tadi mau mengantarkan Amara,simpan saja uangnya untuk keperluan Amara"
"Terimakasih ya pak,bapak sudah membantu Amara"
"Sama-sama Amara,lain kali kalau ada apa-apa bilang sama bapak ya"
"iya pak"
lalu angkot tujuan ke kampus Amara pun datang,pak Adam memberi tau sopir angkot Agar Amara di turunkan di kampusnya,pak Adam juga memberi tau Amara angkot apa yang harus ia naiki ketika pulang kuliah nanti.
Sampai dikampus Amara duduk di lobi kampus,ia berkenalan dengan Novi,bahkan lansung akrab,mereka sama-sama mahasiswa baru yang akan melakukan ospek,mereka begitu dekat sekali,mereka saling menceritakan diri masing-masing,saatnya mulai berkumpul mengenali lingkungan kampus.
__ADS_1
Tiga hari berlalu,ospek pun berakhir,saatnya Amara memulai awal perkuliahan yang sesungguhnya,Amara sudah mulai rajin belajar meski pulang kuliah ia akan bekerja bak pembantu,tapi semangatnya tak putus,makian,amarah selalu harus ia dengarkan tiap hari.