
Amara telah memberitahu pada orangtua dan mertuanya jika ia akan kembali berkuliah,mereka setuju karna Syarif juga telah mengizinkannya.
Amara juga telah mengabari pihak kampus dan mereka juga akan bersedia membantu Amara yang tertinggal selama sebulan lebih,dan ia juga telah mendapat pekerjaan di kota padang.
Minggu pagi Amara tengah mengemasi barang-barangnya ia juga telah mendapatkan kontrakan untuk tempat tinggal.
"Syukurlah kau cepat pergi dari rumah ini,ini uang untukmu selama disana"
"aku tak membutuhkan uangmu"
"ya sudah,aku akan mengantarmu"
"tidak perlu aku bisa pergi sendiri"
"sombong sekali"
"terimakasih sudah membawaku kerumah sakit,nanti ketika aku punya uang akan diganti uangmu"
"iya"
Amara yang telah selesai mengemasi barangnya,dan segera pergi menuju Padang,sampai di Padang ia mengabari Novi jika ia kembali kekampus dan akan bekerja disebuah minimarket pada malam hari.
Novi yang senang jika temannya itu kembali,segera menemuinya.
"Amara kenapa kau tidak tinggal dirumah saja?"
"aku malas merepotkanmu"
"kau seperti orang jauh denganku"
"aku kan bekerja,wanita cantik,kalau tidak bekerja dengan apa kubiayai hidupku"
"suamimu itu,dia kan orang kaya,masa tidak menafkahimu"
__ADS_1
"lupakanlah,dari awal sudah kukatakan padamu ini hanya sebatas perjodohan dan pernikahan yang terpaksa"
"lalu tugas kau sebagai istri ,jangan-jangan........"
"iya,dia belum pernah menyentuh ku dan aku masih utuh"
"sudah gila kalian berdua,mempermainkan pernikahan"
Amara menarik nafas panjang dan menceritakan yang telah terjadi
"huuuhhhhhhhhuffffffffffffftttttttttt "
"dia telah menamparku,kami bertengkar,sampai aku masuk rumah sakit karna kehujanan,saat ia menyeret dan mendorong ku diteras rumah"
"gila dia,lalu kau diam saja"
"tak ada yang bisa aku perbuat,tahun depan aku akan menjadi janda,ia akan menceraikanku"
"kau yang sabar ya Amara,kau harus kuat"
Esoknya Amara sudah mulai berkuliah kembali,walau banyak pertanyaan dan mata yang menatapnya,Amara tak memperdulikannya,malam hari Amara mulai bekerja,tak ada istirahat baginya,pada saat mata kuliah yang di ajarkan oleh Mulyadi Amara tampak ragu untuk bertemu dengannya,bahkan ia tak melihat Mulyadi sedikitpun,Amara juga telah masuk di grup whatsapp kelas dan mata kuliah Mulyadi.
Tapi kali ini Amara telah memiliki hp sendiri,ia telah membeli android dari uang amplop tamu undangan yang didapatnya saat menikah dengan Syarif,bukan hanya Amara Mulyadi juga canggung bertemu dengan Amara.Sebenarnya ia merasa bersalah pada Amara,bahkan Novi jika pernah mengatakan padanya jika Amara berhenti kuliah karna fustrasi akibat ditinggal nikah olehnya.
Disisi lain Syarif merasa kesepian dirumah,kadang ia sering melihat kamar Amara,tak ada yang mencuci baju,membersihkan rumah,dan yang memasak untuknya,sebenarnya Syarif adalah pria yang baik ,hanya saja ia tidak dekat dengan istri nya itu,ia berniat mengabari Amara dan menanyakan kabarnya tapi ia hanya gengsi.
"aku telah keterlaluan dengannya,jika aku minta maff pasti ia akan merendahkan aku"
"sudahlah besok aku beri saja alasan jika ibuku menanya kabarnya,tapi ibuku kan bisa menelvonnya"
Saat kuliah Amara tidak sengaja bertemu dengan Mulyadi,Amara selalu menghindarinya,Mulyadi mencoba minta maff pada Amara melalui pesan di Whatsapp,tapi Amara hanya membaca pesannya dan tak membalasnya.
Karna rasa bersalah dan canggung saat mengajar Mulyadi mencoba berbicara pada Amara saat bertemu.
__ADS_1
"Amara tunggu...."
Amara tidak mendengarnya,ia mempercepat jalannya.
"tunggulah Amara ada yang ingin saya sampaikan"
"ada apa pak,jika masalah kuliah bapak bisa mengatakannya sekarang"
"tidak Amara,ini masalah kita berdua"
"Saya tidak mau berbicara disini,nanti jika ada yang melihat saya dituduh menganggu suami orang"
Amara lalu meninggalkan Mulyadi yang tengah berdiri didepannya.
sampai dikontrakkanya,telvon nya berdering,ternyata itu telvon dari suaminya
"Apalagi?kau mau memarahiku lagi,atau mau menghinaku"suara Amara mulai terdengar menangis.
"kau ini sudah gila ya,menuduhku yang bukan-bukan,aku hanya mau menanya kabarmu,ibumu mempertanyakan keadaanmu terus"jawab Syarif berbohong
"katakan aku baik-baik saja,dan jangan menghawatirkan aku"
"lalu kenapa kau menangis"
"tidak apa-apa,kau tidak ada lagi kan yang ingin ditanyakan,Yasudah aku ingin bekerja"
Amara lansung mematikan telvonnya,ia masih memikirkan Mulyadi yang ingin berbicara padannya,hatinya sungguh masih mencintai Mulyadi tapi tidak ada yang bisa ia perbuat mereka sudah sama-sama menikah.
"perempuan aneh,bagaimana bisa ibuku menikahkan aku dengan wanita gila sepertinya,tapi kenapa ya ia menangis"
"mungkin saja karna kehabisan uang,
sudahlah tak perlu aku pikirkan"
__ADS_1
Sebulan sudah Amara tidak pulang kerumah dan tak menghubungi Syarif,ia tak pulang tak sesuai ucapannya,Syarif berniat akan mengunjunginya,memberikan Alasan lagi jika ibunya mengirimi nya beras.
Syarif meminta alamat Amara,tapi Amara tak mau memberikannya,Amara menyuruh Syarif mengirim beras kiriman ibunya lewat travel,Syarif kehilangan akal untuk mencari Alamat istrinya itu,akhirnya ia berencana untuk mencari Amara kekampus nya saja.