Balas Budi Hancurkan Mimpi

Balas Budi Hancurkan Mimpi
MULYADI MEMBUAT MASALAH


__ADS_3

Dari panjang lebar pertanyaan Mulyadi dalam sebuah pesan,tak satupun yang ditanggapi Amarah.


Hari terus berlalu waktu semakin cepat berputar,Amara yang semakin hidup bahagia bersama Syarif menjalani hari-hari bersama.


Dikampus tempat Amara menuntut ilmu,memang belum ada yang mengetahui jika Amara telah menikah kecuali Novi,


Amara hanya takut jika memberi tahu dirinya telah menikah ia akan dihujat sama waktu ia ditinggal menikah oleh Mulyadi,Mulyadi yang sebenarnya masih mencintai Amara selalu mencari tau tentang Amara dimana ia tinggal dan siapa yang sering menjemput Amara saat pulang dari kuliah.


Hingga pada suatu hari,Mulyadi dan Amara tidak sengaja berjumpa di sebuah pusat perbelanjaan.Amara yang menyadari bahwa ia berpapasan dengan Mulyadi ia segera menghindarinya,tapi Mulyadi yang terus gigih mengejar mantan kekasihnya itu,akhirnya mereka bertemu berdua.


"rupanya mantan kekasihku,sudah jauh lebih membaik sekarang,hingga telah bisa memasuki tempat ini"


"apa maksudmu?"


"kenapa kau slalu menghindariku?"


"hehhhh Mulyadi,kau itu sudah beristri jangan kau mengganggu hidupku lagi!"


"aku tidak mengganggu mu,aku hanya bertanya kenapa kau sudah bisa masuk ketempat ini,bahkan pakaian dan penampilanmu pun telah jauh berbeda dari dulu,aku juga sering melihatmu dijemput oleh mobil oleh seorang pria, jangan-jangan kau menjual diri"


plaaaaaaaakkkkkkkkk tamparan hebat mendarat di pipi Mulyadi,


"jaga omonganmu,aku tak seburuk yang kau kira,dan aku peringati padamu sekali lagi jangan pernah mengganggu aku lagi"


"aku hanya menanyaimu,semenjak kau kembali kau slalu menghindariku,aku hanya merasa canggung dengan perbuatanmu,aku minta maaf dengan ucapannya tadi aku tidak bermaksud berbicara begitu denganmu"


"hidupku telah tenang,aku berusaha melupakanmu setelah kau menyakiti aku"


Amara yang menangis pulang kerumahnya ,ia berdiam diri didalam kamarnya ia slalu mengingat ucapan Mulyadi yang mengatakannya menjual diri,tak lama suaminya pulang,tak ada jawaban dari dalam rumah ketika ia pulang,saat membuka pintu ternyata pintu tak dikunci oleh Amara,ia yang merasa cemas berlari menuju kamarnya dan melihat istrinya yang tengah menangis.


"Apa yang terjadi sayang,kenapa menangis?"


ia tak menjawab pertanyaan suaminya,ia lansung memeluk suaminya,karna memang tempat ternyaman bagi dirinya saat ini adalah pelukan suaminya.


"Apa yang terjadi katakanlah,ada yang mengganggu mu?"


"tidak,aku hanya tidak ingin kau jauh darimu"


"sayang... jangan seperti ini,kita berjumpa setiap hari bukan"


Amara tak mau mengatakan jika dirinya telah dilukai oleh ucapan Mulyadi.


"bagaimana kalau kita pindah saja kerumah kita,agar kamu bisa tenang"


"tidak sayang,aku disini saja,tapi jika kamu tidak nyaman,kembalilah,aku bisa tinggal disini sendiri dan kembali ketika libur"

__ADS_1


"jika aku yang jauh darimu aku yang akan merasa kesepian"


Syarif sudah tak bisa berpisah dengan istri yang dulu tak ia sukai,karna kebaikan Amara saat ini untuk berjauhan dan tidak bertemu seharipun tak sanggup baginya.


Mulyadi yang penasaran dengan hidup Amara saat ini tengah berusaha mencari tau tentangnya,ia berniat akan mengikuti Amara sepulang ia kuliah,Mulyadi memang masih mencintai Amara dan istri yang ia nikahi hanya pelarian baginya,karna saat itu jika ia menikahi Amara ia tak akan mungkin mendapat restu,dan ia juga akan malu menikahinya,Amara hanya memiliki hidup yang tergolong miskin,dulu hp saja ia tak punya,dan kekampuspun hanya bergoncengan dengannya.


Hingga suatu hari Mulyadi benar-benar mengikuti Amara hingga sampai dirumahnya,ia tak mau lansung kerumah Amara,yang terpenting baginya ia telah mengetahui rumah Amara.


Diminggu pagi,Mulyadi berniat akan kerumah Amara untuk bertemu dan minta maaf pada Amara,sampai di depan rumah Amara ia terkejut ada sebuah mobil mewah yang diparkir didepannya.


"mobil siapa ini,jangan-jangan benar Amara telah menjual dirinya"


Mulyadi mengetuk pintu rumahnya,dan terkejut yang membuka pintu ternyata adalah Syarif yang hanya mengenakan celana pendek rumahan.Syarif memang tidak mengetahui wajah Mulyadi karna ia sering melihatnya berbicara dengan istrinya hanya dari jauh.


"maff cari siapa ya bang?"


"maff Amara nya ada?"


"ada tunggu sebentar saya panggilkan,sayang.... ada yang mencari kamu ni"


"iya bentar,suruh masuk dulu"


Mulyadi terkejut mendengar ucapan Syarif yang memanggil Amara dengan panggilan sayang.


"masuk dulu bang,dia lagi masak didapur"


Amara yang keluar dari dapur,lansung terkejut melihat tamu yang datang adalah Mulyadi.


"Pak Mulyadi,kenapa bapak bisa kesini"


"saya ada perlu dengan kamu Amara jangan salah paham dulu"


Syarif terdiam mendengar jika orang yang ia persilahkan masuk adalah mantan kekasih istrinya.


"perkenalkan bang saya ,dosennya Amara dikampus"


"oo dosen Amara,saya suaminya Amara"


bak teriris pisau yang tajam hati Mulyadi mendengar ucapan Syarif yang mengatakannya suami Amara,ternyata Amara telah melupakannya bahkan telah memiliki seorang suami,yang telah berhasil menggeser posisi nya dihati Amara.


"Amara tidak pernah mengundang,dan tidak mengatakan jika ia telah menikah"


"Iya pernikahan kita terjadi saat Amara sempat berhenti kuliah"


"lalu ada perlu apa bapak kesini?"

__ADS_1


"saya hanya meminta maaf dengan ucapan saya kemarin pada Amara,saya tidak berniat berbicara seperti itu"


"sudah saya maafkan,ada lagi yang ingin bapak bicarakan"


"tidak kalau begitu saya pamit dulu,mari Amara,bang"


Selepas kepergian Mulyadi Amara dimarahi suaminya karna telah tidak berbuat sopan pada tamunya.


"kamu kok gak sopan begitu sih"


"kok kamu malah nyalahin aku"


"bukan nyalahin kamu,tapi lihat cara kamu ngomong seperti itu dia jadi pergi seperti di usir"


"memang tajuan aku seperti itu"


"tukan,kamu mulai gak bener kelakuannya,aku gak pernah lo ngajarin kamu kek gitu,nanti jadi kebiasaan"


"kamu kok jadi belain dia"


"bukan begitu, susah banget ngomong sama kamu"


"susah apanya coba,kamu kok gitu sih sama aku"mata Amara mulai meneteskan air mata.


ia kesal dan memasuki kamarnya,


"sayang,jangan seperti ini,aku cuman gak mau kamu milikin sifat jelek"


"kamu tau gak aku nagis pas kamu pulang itu karna siapa?"


"ya gak tau kan kamu gak cerita"


"karna dia ngomong aku jual diri"


"tapi kan aku gak tau sayang"


"karna kamu tadi udah marahin aku,sekarang kamu tidur aja diluar"


Amara menarik suaminya agar tidur diluar tapi,suaminya berhasil meluluhkan hatinya,ia memeluk dan mencium Amara.


"Yasudah tidurnya sama kamu diluar ya"


"kamu memang ya"


"maff ya sayang tadi aku udah marahin kamu,tapi apa yang kamu lakukan tadi emang salah,besok jangan diulangi lagi ya"

__ADS_1


Syarif mencoba mengajari istrinya jika yang dilakukannya salah.


__ADS_2