Balas Budi Hancurkan Mimpi

Balas Budi Hancurkan Mimpi
SIBUAH BIBIR WARGA KAMPUS


__ADS_3

Seminggu sudah Amara berpacaran dengan Mulyadi,mereka sering terlihat bersama pulang dan pergi.


Saat mengajarpun pandangan Mulyadi tak lepas dari kekasihnya itu,


mereka mulai mencurigakan bagi warga kampus yang melihatnya.


Hingga pada suatu hari,muncullah pertanyaan oleh seorang dosen perempuan yang mengajar di kelas Amara.


"Amara ini adiknya pak Mulyadi ya"


Novi yang sering ceplas ceplos tak sengaja menjawab pertanyaan itu


"Ya bukan lah bu, Amara ini kan pacarnya pak Mulyadi"


semua orang dikelas itu terkejut mendengar jawaban Novi


"hustttt kau ini sembarang berbicara saja"bisik Amara


"astagaaa aku tidak sengaja Mara"


balas Novi


"Benarkah itu Amara?"


"tidak bu,Amara hanya berboncengan dengan pak Mulyadi karna memang satu arah bu"


"Ya sudahlah,mari kita lanjutkan pembelajaran"


setelah pembelajaran selesai,Amara berjalan keluar dan mengomel pada Novi


"kau ini memang keterlaluan,kalau mereka semua tau,habislah aku"


"Maff deh,gak sengaja,bibir ni gak ada remnya,tapi kalau mereka tau apa masalahnya?memang kenyataankan!


"kenyataan-kenyataan kepala bapak kau,kalau mereka tau pasti aku dan Mulyadi akan menjadi bahan pembicaraan dosen disini.


Benar saja dosen yang tadi mendengar ucapan Novi,memberi tau semua dosen di ruangnya,bahkan ada yang berpikir jika Mulyadi tidak akan fokus dalam mengajar mahasiswanya,hari demi hari Amara mulai jadi perbincangan,bukan dari kalangan dosen saja tapi juga dari mahasiswa,ada yang tidak segan berkata buruk pada Amara.


"Amara kau pacarnya pak Mulyadi ya?"

__ADS_1


"bukan,gosip dari mana kalian dengar"


"gosip?"


"semua orang dikampus ini telah membicarakanmu dengan pak Mulyadi"


"Kalian sudah mulai mencurigakan,pergi pulang pun bersama,jangan-jangan juga tidur bersama"


"heh temanku tak seburuk yang kalian kira" ucap Novi marah.


"rendah sekali selera pak Mulyadi"


Amara lansung menangis,dan memeluk Novi


"sudah kuduga semua akan seperti ini"


"sudahlah,mereka tidak mengenalmu,kau adalah pilihan yang baik bagi pak Mulyadi"


karna kejadian tersebut Amara tidak mau bertemu Mulyadi,ia selalu memberi alasan pada Mulyadi agar tidak menemuinya,bahkan Amara tidak pulang dan pergi bersama Mulyadi,Amara slalu menghindari Mulyadi,bahkan pesan dan panggilan Mulyadi tak dibalasnya.


Mulyadi mulai berpikir apa yang terjadi dengan Amara,ia ingin sekali menemui Amara dan bertanya ada apa dengan Amara,Mulyadi meminta tolong pada Novi agar Amara menemui Mulyadi setelah pulang kuliah.


Hanya lelah menunggu,Amara tak menemui Mulyadi ia masih sedih dan sakit hati dengan ucapan orang-orang disekitarnya.


benar saja,mereka berdua bertemu.


Amara yang berniat menghindar segera dihalangi Mulyadi.


"Jangan menghalangiku"


"kenapa slalu menghindariku"


"bukan alasan bapak"


"bapak?"


"ada apa denganmu Amara"


"kau tidak tau sakit hatiku"

__ADS_1


"Apa yang terjadi?"


Melihat Amara yang menangis ia mencoba membawanya pergi agar orang yang melihat tak berpikiran lain padanya,karna Amara menangis.


"naiklah mari kita jelaskan baik-baik" ucap Mulyadi,mereka berdua pergi dan menjelaskan yang terjadi.


mereka masuk kedalam sebuah cafe,pertama mereka hanya diam-diam saja.


"mengapa mengajakku kesini?aku akan ke kampus"


"libur saja hari ini"


"tidak mau"


"jangan keras kepala,pesanlah menumu"


"aku tidak lapar"


"Ya sudahlah biar aku yang memesankan untukmu,jangan sampai tidak memakannya"


"aku tidak mau,kau yang memesannya"


"kalau kau tidak makan,kau akan ku tinggalkan disini"


"kenapa kasar sekali,padaku"


Amara mulai meneteskan air mata,


"sudahlah sayang,abang minta maff,kenapa Amara seperti ini"


"semua orang membicarakan kita dikampus,ada juga yang menghinaku"


"kenapa tidak membicarakannya pada abang?"


"aku tidak mau melihat abang terlibat dalam masalah ini"


"masalah Amara adalah masalah kita berdua,sekarang kita cari saja jalan keluarnya"


"bagaimana seharusnya?"

__ADS_1


"abang tidak mau berpisah dengan Amara,sekarang begini saja kita tidak usah bertemu dikampus,agar tidak ada lagi pembicaraan orang lain terhadap kita.


Amara mengiyakan ucapan kekasihnya itu.


__ADS_2