Balas Budi Hancurkan Mimpi

Balas Budi Hancurkan Mimpi
Awal Kesulitan Hidup


__ADS_3

Hari hari yang dilewati begitu sulit,ibu Amara memutuskan jika Amara ikut saja bertani dengannya,memang tidak ada pilihan lain Amara terpaksa mengikuti permintaan ibunya,ia ikut bertanam padi disawah hari-hari begitu panjang dan melelahkan,bak tak ada harapan, hidup Amara begitu kelam,beberapa hari kemudian ada sebuah ajakan untuk Amara dari tetangganya,berjualan di kedai kopi dekat terminal,Amara begitu senang karna ia kembali mendapatkan tawaran pekerjaan,ia di antar tetangganya untuk bekerja,benar saja berjualan di kedai kopi rasanya agak sulit,karna Amara tidak terlalu suka tempat yang sering didatangi laki-laki,tapi apa hendak dikata pembeli kebanyakan para sopir truk dan pria hidung belang,hari itu Amara bertemu dengan ibu Ratni pemilik kedai kopi tersebut,ibu Ratni ramah sekali,ibu Ratni menyuruh anaknya agar mau berbagi kamar dengan Amara,sama seperti sang ibu, anak ibu Ratni sangat baik dan senang bisa berteman dengan Amara.


" Amara kenalkan ini Anin anak ibu,semoga kamu betah ya,bekerja disini".Ucap ibu Ratni


"Iya bu,terimakasih ibu sudah mau menerima saya bekerja disini".Balas Amara


Pagi hari Amara mulai bekerja dibantu oleh Anin.


" Nanti kalau ada yang menganggu kak Amara,jangan di iyain ya kak,disini banyak supir-supir yang kurang ajar".


" Iya Anin,disinikan ada Anin juga,jadi kakak tidak begitu takut.


lalu datanglah seorang pria dewasa yang memesan kopi dan makanan,


"Anin siapa ini,karyawan baru ibumu?" datang dan menunjuk Amara


"Iya...."(memelas)


" Cantik sekali kau dik,siapa namamu?"


" Amara pak"


"Panggil aku abang jangan pak"(dengan senyum sinis)


tapi Amara tak menggubris omongan pria tersebut ia hanya melanjutkan pekerjaannya,setiap hari memang begitu ada saja yang menggodanya,sampai suatu saat ibu Ratni mendapatkan masalah,ia dan suaminya bertengkar karna terlilit hutang,untuk gaji Amara pun tidak ada,tibalah kembali Amara berhenti bekerja,dan memutuskan untuk pulang,sampai dirumah Amara terus berpikir apalagi yang harus ia lakukan ,mencari pekerjaan sangat sulit hari ini.


" Bagaimana kalau kau ikut tantemu saja,dia sudah banyak membantu kita,dia kaya dan rumahnya besar,walaupun mulut dan perkataannya kasar,tapi itung-itung untuk balas budi kita" ucap ibu Amara


" Balas budi bu?" Tanya Amara


"Waktu sapi kita mati,dia yang memberi ayah kau uang,dia juga yang memberi kau dan adik-adik kau sepeda dan baju".

__ADS_1


"iya dan semua pemberian itu bekas anaknya,yang sudah jelek dan harus mereka buang bu,ibu lupa dia dan adik -adiknnya ayahku yang menyekolahkan,untuk pernikahannya pun juga sapi ayah yang di bawa dari kandang kita".


"Sudahlah lupakan,lagi pula ayahmu sekarang mana mampu memberi kita uang yang banyak,kau tak kasihan dengan adik-adik kau.


Amara terdiam sembari berpikir panjang".


"Sudahlah Amara kau ikut saja dengan tantemu,ini jalan juga untuk kita,dia juga sudah bicara pada ayahmu akan memasukkanmu bekerja ditempat yang bagus dan gajinya cukup lumayan".


Keesokan harinya Amara disuruh Ibunya ke Kota Padang untuk kerumah tantenya,dengan menangis Amara terpaksa pergi dari rumah karna dipaksa ibunya,ia tidak tau akan pergi kemana,hanya bermodalkan nomor hp dan uang dua puluh ribu rupiah,naik didalam bus diperjalanan ia tak habis pikir hidup nya akan seperti ini,sampai di padang,didekat pasar ia menunggu jemputan kakak sepupunya,ia duduk didepan toko serba 35,merenungi nasib nya yang menyedihkan,ia duduk disana selama dua jam,barulah kakak sepupunya datang menjemputnya dengan mobil.


"Masuk lah,maff Amara agak lama,kakak dari kampus" ucap Bunga kaka sepupu Amara


" Tidak apa-apa kak"


Bunga sangatlah cantik jauh dari Amara,dia juga seorang mahasiswi di universitas negri yang terkenal di kota itu,gadis kota yang kaya raya,blasteran , ayahnya memang orang Cina,berbeda dengan Amara yang hitam manis karna kepanasan,hanya gadis desa dari keluarga yang sederhana,Ayah Amara adalah kakak kandung Ibunya Bunga,memang jauh berbeda kehidupan ayah Amara hanya seorang petani miskin,sedangkan saudaranya ada yang menjadi guru,pengusaha,pemilik bengkel,dan dokter bedah.


Keluarga Amara memang sangat tersisihkan,Amara tidak pernah datang jika ada acara keluarga karna nenek dan kakek Amara seperti orang yang melihat taik dan jiji pada Amara dan keluarganya.


sampainya dirumah Bunga,Bunga lansung mengajak Amara masuk.


Sinta adalah adik Bunga yang sama besar dengan Nia adik Amara,memang sopan Amara tidak duduk di atas sofa melainkan di lantai,


"Salaman dulu dengan om mu" (Amara bersalaman dengan om nya)


"Kau akan bekerja,sudah aku katakan pada ayahmu,lebih baik kau mencari uang daripada menyusahkan orang tua". ucap tantenya


" Iya Amara,nanti om masukkan kerja di pt karet ya" ulas omnya


"Iya om,Amara memang sangat butuh pekerjaan"


" Kau makanlah dulu Amara,ambil saja sendiri di dapur"

__ADS_1


" Iya tan"


setelah makan,Amara langsung mencuci piring,dan menyapu rumah,dia memang memiliki rasa dan sadar diri yang tinggi,malampun datang ia tidur dikamar Sinta,


"Hi Sinta apa kabar?"


Sinta :" Baik"(seperti tidak suka)


Sinta memang tidak menyukai Amara yang miskin,tapi untuk memecahkan keheningan Amara slalu berbicara


"Sudah kelas berapa Sinta?"


Sinta :"Kelas 2 smp"


Amara dengan sedih hati karna menerima sifat dingin Sinta ia tidur dibawah dengan alasan karpet,ia merasa tidak apa-apa dengan keadaan ini.


Keesokan paginya Amara dibangunkan tantenya untuk menjaga anak bungsunya Rio yang baru berumur 3 tahun,Rio sangatlah nakal,suka mengamuk jika permintaannya tidak dituruti,tapi lain dengan Amara Rio sangat sayang pada Amara begitu juga dengan Rey Anak ketiga tante Amara,dia sangat menyayangi Amara seperti kakak kandungnya sendiri.


"Kau dirumah jaga adikmu,ini uang jajannya( tantenya memberikan uang pada Amara?"


" Iya tante"


Sambil bermain dengan adiknya Amara bekerja mencuci piring,membersihkan rumah,dan mengajak adiknya bermain air agar ia bisa mencuci baju di kamar mandi,


hari demi hari semakin sulit hidup amara bagaikan baby suster,


bekerja tampa henti,jika kedapatan tidak bekerja di rumah Amara akan kena marah oleh tantenya.Pekerjaan yang dijanjikanpun belum ada kabar beritanya,hidup Amara begitu sulit,ia ingin bertemu ibunya tapi Tantenya tidak mengizinkannya pulang,rindu semakin berat tapi ia tak berputus asa,bekerja keras tampa di gaji .


Pada suatu hari datanglah kerumah adik sepupu ayah Amara,ia menawarkan Amara untuk berkuliah,Amara sangat senang dan Tante Amara mau saja tapi ia kali ini malah menawarkan pekerjaan di suatu restoran terkenal di Padang


" Cobalah melamar kerja di Restoran,siapa tau kau diterima"

__ADS_1


"Tapi aku juga akan mendaftar kuliah tan,lagian juga kuliahnya dua kali dalam seminggu,dan ada beasiswa juga,nanti jika aku tidak diterima bekerja aku bisa melanjutkan pendidikanku"


Walaupun tante Amara tidak suka tapi ia terpaksa mau mengikuti permintaan Amara,dia berpikir jika nanti Amara mengadu di rumah,Amara sering kali kena Marah oleh tantenya,ia melakukan semua pekerjaan rumah dan ia harus bangun lebih awal dan tidur terakhir,karna harus menutup dan membuka garasi mobil,menunggu semua mobil dirumah pulang baru ia bisa tidur.


__ADS_2