BANGKITNYA PEMUDA MISKIN

BANGKITNYA PEMUDA MISKIN
16. tak percaya sepenuhnya


__ADS_3

Sesampainya di rumah kontrakan Dimas langsung menghubungi Dono lagi untuk membantunya memberikan baju perempuan. karena Dimas sendiri bingung, kepada siapa ia harus meminta tolong. Sementara perempuan ini tidak bisa ditinggal.


Tut


📱"halo Don.. dimana..??" sapa Dimas. ia tentu harus berbasa-basi dulu.


📱"ini, aku sedang mangkal. kebetulan baru balik dari rumah.. ada apa Dim..??" tanya Dono.


📱"ini Don. aku boleh minta tolong lagi ngak..?? tolong belikan aku baju perempuan yang lengkap. untuk usia dan ukurannya, sama dengan ibu kamu. bisa don..??" tanya Dimas lagi. Dono yang ada disebrang sana mengerutkan keningnya. tapi, ia langsung buru-buru setuju


📱"oke. oke. tenang aja." ujar Dono lagi.


📱"okelah kalau begitu. aku tunggu di kontrakan ya.." ujar Dimas lagi. setelah itu mereka langsung mengakhiri panggilan.


setelah menghubungi sahabatnya Dono, Dimas kembali menatap ke arah perempuan tersebut yang juga sedang menatap dirinya sambil mendekap erat kakinya di bawah, Karena posisi perempuan itu sedang duduk sementara Dimas sedang berdiri.


Dimas benar-benar merasakan ada perasaan akrab dalam hatinya dan darahnya sekaligus mendidih melihat kondisi perempuan ini. ia sendiri bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan pemilik tubuh tersebut.


(kenapa dari tadi, tubuh ini selalu memberikan rasa yang begitu asing sekaligus membuat emosi, kalau melihat tampilan perempuan paruh baya ini. ada apa sebenarnya..??) batin Dimas saat itu.


Dimas pun berkali-kali menarik nafasnya dengan gusar. Ia kemudian memikirkan Bagaimana cara mengetahui identitas perempuan ini. apakah dirinya harus mengembalikan perempuan tersebut ke rumah sakit jiwa..??

__ADS_1


"mmm... sebaiknya aku coba periksa saja perempuan ini dulu, hitung-hitung untuk melatih kemampuanku saat ini. mana tahu aku bisa menyembuhkannya." monolog Dimas lagi. Dimas pun langsung mengambil posisi duduk dan sejajar dengan perempuan itu.


"ibu... nama Ibu siapa..?? mau nggak saya periksa Ibu dulu..?" tanya Dimas seperti mengajak ngomong anak kecil.


Namun, bukannya menjawab pertanyaan Dimas, wanita paruh baya itu malah menangkup kan kedua tangannya di pipi Dimas sambil terus menatap mata Dimas dengan berkaca-kaca.


"putraku !!! putraku maafkan mama..!! sekarang musuh-musuh papamu yang berusaha menghancurkan keluarga kita telah berhasil menangkap dan menawan Kakak dan papa mu nak. dan mama sendiri dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. padahal mama tidak sakit jiwa... hiks... akhirnya mama bisa bertemu denganmu.. hiks.. maafkan mama ya nak. kamu pasti hidup sangat kesulitan selama ini.." ujar wanita paruh baya itu dengan suara menghibah yang sukses kembali membuat perasaan Dimas tak karuan.


untuk menghindari perasaan yang membuat jantungnya berdebar-debar, Dimas langsung tersenyum dan berkata.


"benarkah seperti itu..?? Tapi sayangnya, aku memang tak mengetahui siapa kedua orang tua ku. oh ya, Kalau begitu mari saya periksa dulu ya.." ujar Dimas lagi kepada wanita paruh baya itu.


Dimas pun langsung mengambil tindakan dan memeriksa denyut nadi perempuan tersebut dengan seksama. di sana, Dimas memang tak menemukan bahwa perempuan itu gila hanya saja memang perempuan tersebut merasa sedikit depresi tapi hebatnya masih mempertahankan ke warasannya.


"tentu saja nak, tentu saja. nama Mama adalah Larasati amandala, papa kamu bernama Bastian berney. Tapi saat ini, suami mama sudah ditangkap dan dikurung oleh saudara sepupunya sendiri karena perebutan harta. dan sekarang mama tidak tahu bagaimana kondisinya begitu pula dengan Putra pertama Mama kakakmu.." ujar perempuan itu yang ternyata bernama Larasati.


Nyonya Larasati berbicara dengan tatapan yang begitu meyakinkan seolah-olah ia sudah yakin kalau pemuda yang ada di depan matanya saat ini benar-benar anaknya yang hilang beberapa puluh tahun yang lalu.


flashback mengenai asal usul Dimas sebenarnya


saat itu, dua bulan setelah kelahiran Dimas, saudara sepupu dari tuan Bastian berney langsung berulah akibat pembagian harta warisan yang menurutnya sangat-sangat tidak adil. ditambah lagi, 60% property milik kakek mereka dipercayakan kepada tuan Bastian Berney untuk dikelola. belum lagi harta benda atau kekayaan yang dibangun oleh kedua orang tua tuan Bastian, sehingga membuat semua aset milik Bastian berney benar-benar di luar nalar. hal itulah yang mengundang kecemburuan dari saudara sepupunya yang bernama Alberto cirus itu.

__ADS_1


waktu itu, mereka semua sedang berkumpul di rumah besar keluarga tuan berney. semua kerabat mereka diundang tanpa terkecuali. walaupun itu bukanlah pesta perayaan atau semacamnya. melainkan hanya ingin menjalin silaturahmi saja antar keluarga.


tapi ternyata, kesempatan itu malah dimanfaatkan oleh Tuan Alberto Cyrus untuk menculik putra kedua dari tuan berney yaitu Alvaro berney yang saat ini bernama Dimas.


Tuan Alberto pun langsung melancarkan aksinya dan mengutus serta membayar seseorang untuk menyingkirkan anak tersebut dan melenyapkannya dari dunia ini agar halangannya untuk menguasai harta saudara sepupunya itu tidak banyak. sekaligus mengalihkan serta melemahkan pertahanan dari tuan berney itu.


pelan-pelan, ia harus menyingkirkan satu persatu dari mereka dan itu ia mulai dari anak bungsu saudara sepupunya. tapi, karena orang yang diutus oleh Tuan Alberto itu tak tega melenyapkan bayi yang tidak berdosa itu, akhirnya ia membuang bayi itu di tempat sampah yang kebetulan ditemukan oleh seorang wanita paruh baya yang memang saat ini tengah mengolah panti asuhan. dan dari situlah cerita kehidupan Dimas dimulai.


dan setelah beberapa bulan mereka mencari keberadaan si kecil Alvaro, namun mereka tak kunjung mendapatkannya, karena semua jejak benar-benar telah disusun dengan baik oleh Tuan Alberto. hingga akhirnya, Tuan Bastian dan istrinya terus melakukan pencarian tapi malah berujung ditipu oleh Tuan Alberto dan dikurung serta disiksa di tempat yang mereka tidak tahu. sementara sang istri, langsung dimasukkan dalam rumah sakit jiwa. walau nyatanya, dirinya tidak gila.


flashback off


Dimas yang mendengar semua cerita tersebut merasa beberapa dari cerita itu memang ada kecocokan mengenai asal usulnya. namun, ia tidak ingin percaya begitu saja. lagi pula, ia sudah cukup nyaman dengan kehidupannya saat ini. tetapi kalau memang semua cerita itu benar adanya, dia pun tidak akan menolak menerima kedua orang tuanya kembali dan mencari keberadaan ayah dan kakaknya. lagi pula, mereka tidak membuangnya.


saat Dimas masih berusaha mencerna semua hal yang diceritakan oleh Nyonya Larasati, tiba-tiba Dono langsung mengetuk pintu kontrakan. yang sukses menyadarkan Dimas dari lamunannya.


tok tok tok


"Dim, kamu di dalam..?? aku sudah membawakan baju pesanan mu." ujar Dono dari arah luar.


Nyonya Larasati yang mendengar suara laki-laki langsung membuatnya kembali memeluk kaki Dimas. dia takut dan khawatir kalau orang yang mengetuk pintu kontrakan Dimas itu adalah orang-orang yang sedang memburunya saat ini.

__ADS_1


"masuk aja Don, tidak dikunci..!!" teriak Dimas karena tidak bisa melangkahkan kakinya akibat rangkulan kuat dari Nyonya Larasati.


ceklek


__ADS_2