BANGKITNYA PEMUDA MISKIN

BANGKITNYA PEMUDA MISKIN
8. percaya diri sekali


__ADS_3

Akhirnya dengan perasaan dongkol, Dono mengikuti sahabatnya ke counter sebelahnya yang tidak jauh dari sana. Konter kedua ini mereka dilayani dengan baik.


"Silakan mas, mau pilih HP yang mana.." ujar pegawai konter tersebut karena sudah mendengar tadi keributan antara pembeli dan pegawai konter yang tepat berada di sebelahnya.


Dimas pun langsung melihat-lihat, sementara di samping seberangnya langsung terdengar suara mencibir dari pegawai toko yang ada di sebelahnya.


"Sok-sokan memilih HP, padahal tidak mampu beli, huh dasar..!!" ujar pegawai itu lagi. namun pegawai yang melayani Dimas dan Dono tidak mengubrisnya sama sekali. ia tetap fokus kepada keduanya.


"Tolong keluarkan HP terbaik yang dimiliki konter ini saya butuh 2." Ujar Dimas dengan tegas.


Mendengar itu pegawai konter langsung. namun langsung bergerak cepat.


"baik Tuan, tunggu sebentar.." akhirnya, Tanpa babibu pegawai konter tersebut langsung mengeluarkan HP yang bermerek Apple tergigit dan menyerahkannya kepada Dimas.


"Ini adalah HP iPhone 12 pro max yang kami miliki. Harganya 20 juta tuan." Dono yang mendengar harga HP tersebut langsung membelalakkan matanya.


(mahal banget dah.. !! mending beli HP Android yang murah aja.. bisa makan berbulan-bulan ini kalau cuma beli hp mahal..) batin Dono.


Baginya, dari pada uang 20 juta dibelikan HP lebih baik uang itu digunakan untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Dimas pun langsung mengambil dan membuka mengamati HP tersebut setelah minta izin kepada penjualnya.


Dimas juga meminta HP itu dengan warna yang berbeda dan langsung diberikan oleh sang pelayan penjaga toko itu. Setelah Dimas mengamati dan memeriksa dengan kekuatan mata batin yang ia miliki akhirnya Dimas pun membeli handphone tersebut.


"Kalau begitu saya beli yang ini saja, dua-duanya." Ujar Dimas sambil menyerahkan kartu kredit yang dimilikinya.

__ADS_1


Walaupun saat ini, kartu kredit yang digunakan bukanlah kartu tertinggi, namun kartu tersebut tentu saja diyakini menyimpan banyak nominal di dalamnya. Pegawai Yang di sebelahnya yang awalnya meremehkan dan menatap dengan tatapan merendah seperti itu langsung terkejut, karena ia baru saja menolak pelanggan Sultan.


"Apa !! mana bisa seperti itu..!!" Ucap pelayan tersebut dengan terkejut ketika melihat kartu tersebut telah sukses digesek dan berhasil melakukan pembayaran. Dono yang melihat ekspresi dari wanita pegawai itu langsung tersenyum sinis.


"Memangnya kenapa..?? Makanya jangan selalu memandang orang itu dari sampulnya saja. Orang yang datang ke konter ini tentu saja mereka yakin dapat membeli, kalaupun tidak, tidak sepatutnya Anda bersikap seperti itu." Ujar Dono sangat puas melihat ekspresi dari pelayan pertama yang merendahkan mereka.


"Sudah, tidak usah diladeni. Ini ambil satu untukmu." Ujar Dimas dengan santai.


Sementara Dono yang juga mendapatkan atau dibelikan IPhone oleh sahabatnya langsung membulatkan matanya. seumur-umur, ia tidak pernah berani membayangkan akan memiliki HP secanggih ini.


"Eh, ni bocah. Lu ngapain beliin gua iPhone bro. Walaupun HP gue ketinggalan zaman, Tapi ini masih bisa dipakai. kamu ini buang-buang duit aja tau nggak !!!." Ujar Dono yang sebenarnya juga mau memiliki handphone mahal itu, tetapi menurutnya, uang yang digunakan oleh Dimas itu benar-benar mubazir hanya untuk membeli iPhone saja.


"Sudah. tidak usah banyak protes. Ayo jalan, kita masih harus kembali ke kampus. karena sebentar lagi Waktu kuliah kita tiba." ujar Dimas lagi.


Akhirnya dengan perasaan yang tidak menentu, Dono mengambil iPhone yang salah satunya diperuntukkan untuk dirinya dan menyimpannya dengan perlahan di dalam tasnya. seolah benda tersebut adalah barang yang benar-benar harus dilindungi oleh Dono.


 Setelah itu, mereka berdua langsung meninggalkan gadung konter tersebut dan kembali ke kampus. Dono sendiri masih terdiam seolah apa yang dialaminya saat ini hanyalah mimpi.


***


Tak terasa akhirnya kegiatan kampus hari ini pun selesai. Dono dan Dimas lagi-lagi keluar bersamaan dari dalam kelas. Namun tidak sengaja di depan mereka ada Sarah dan teman-temannya. Tampaknya mereka juga baru selesai kuliah dan jalan berlawanan dari arah mereka.


"Eh Sarah, bukannya itu mantan lo ya..?? Mantan pacar si miskin yang gak punya apa-apa hahaha.." ujar loli tepat di depan mata dimas. Sementara mereka semua pun berdiri menghadang jalan dimas dan Dono.

__ADS_1


"Iya tuh, sepertinya keputusan bagus saat Lo mutusin dia Sar. Lihat saja, makin hari tampilannya makin katrok aja. Juga bajunya tidak ada yang bagus apa selain baju lusuh dan lama seperti itu." Ujar Dita menyambung penuturan dari loli.


Sementara Sarah sendiri, ia mendengar Dimas digunjingi di depan mata Dimas sendiri Langsung tersenyum sinis.


"Udah pasti dia kehabisan duit lah. Dia kan miskin nggak punya apa-apa. jadi otomatis baju saja dia nggak akan terbeli.. hahaha. Lagian lu ngapain sih berdua ngehadang jalan kita.!!! Kamu tuh masih berharap aku balikan lagi sama kamu gitu..??" Ujar Sarah dengan percaya diri.


sementara Dono mengepalkan tangannya mendengar Dimas dihina seperti itu. Sementara Dimas sendiri yang melihat kepercayaan diri dari Sarah langsung tersenyum dan kemudian mengangkat tangannya dengan pelan.


Orang mungkin akan menyangka kalau Dimas pasti akan membelai pipi sarah atau mengusap rambut Sarah seperti biasa dengan penuh kasih sayang. Sehingga mereka semua melayangkan tatapan jijik dan begitupun dengan Sarah, ia mencoba untuk menjauh.


namun ternyata, dugaan Mereka salah besar, karena Dimas mengangkat tangannya untuk menyingkirkan perempuan-perempuan yang lebih dulu menghadang jalan mereka.


Set


"Minggir. Dasar nggak ada etika. Nggak lihat apa orang mau lewat.!!. dan satu lagi jangan sok cantik deh..!! karena aku Dimas sudah tak tertarik lagi. Lagian itu sudah basi kok." Ujar Dimas dengan dingin dan juga ucapan yang datar dan menusuk.


Sehingga siapapun yang mendengar suaranya itu akan merasa terlena, Begitu juga dengan Dono yang melihat perubahan sikap dari temannya itu, dan lagi-lagi dirinya berdecak kagum. Setelah mengatakan hal itu Dimas langsung melanjutkan langkahnya diikuti Dono di belakangnya sambil mencibir ke arah Sarah dan teman-temannya.


"Wleeeekkk. Emang enak, makanya jangan percaya diri dulu.." ujar Dono mencibir ke lima perempuan itu.


Sarah yang melihat perlakuan seperti itu tentu saja tidak terima, ia menghentakkan kakinya dan pergi dari sana. padahal, ia tadi sudah berlagak akan marah kepada Dimas, ternyata rencananya itu malah terpatahkan.


"Bro.. kamu hebat banget bro.. gitu dong !! Coba aja dari dulu kamu bersikap seperti itu, pasti Sarah dan teman-temannya tidak akan injak-injak kamu." Ujar Dono dengan rasa senang dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2