BANGKITNYA PEMUDA MISKIN

BANGKITNYA PEMUDA MISKIN
7. Dono masih belum percaya dengan penglihatannya


__ADS_3

"Mas tunggu sebentar ya, kami harus memanggilkan manajer toko terlebih dahulu. Tapi tetap akan saya periksa terlebih dahulu ya mas. mohon bersabar sebentar.." ujar salah satu penjaganya lagi. Sementara yang lainnya telah berlalu pergi untuk memanggil manager toko mereka.


"Iya Mbak, nggak apa-apa lanjutkan saja." Ujar Dimas lagi. Sementara Dono masih belum percaya ketika melihat bongkahan emas itu.


"Dim, Dari mana kamu mendapatkan emas sebesar itu..?? Kamu nggak nyuri kan..??" Tanya Dono sambil berbisik di telinga Dimas. Dimas yang mendengar penuturan Dono langsung tersenyum.


"Tenang saja Don, emas itu emas mentah dan jika pun ada yang memiliki emas ini, mereka pasti tidak akan memiliki emas sebesar ini. jadi kamu tenang saja. itu emas murni milikku kok." Jawab Dimas dengan pelan dan juga berbisik ke arah Dono.


Dono yang masih belum percaya memutuskan untuk tidak bertanya lagi. takutnya ketika mereka berbisik-bisik nanti malah dicurigai lagi. Tak lama, shopkeeper Nya pun datang bersamaan dengan datangnya manajer bersama dengan pegawai lainnya.


"Maaf mas, menunggu lama. Emas yang mas miliki ini adalah emas murni dan asli." Ujar salah satu penjaga yang melayani mereka.


 sementara manajer yang mendengar penuturan itu pun langsung terkejut. padahal Ia tadi juga sudah terkejut ketika salah satu dari mereka menyampaikan hal ini.


"Benarkah ?? Coba sini saya periksa lagi.." ujar sang manajer tidak percaya karena itu merupakan emas murni yang bernilai jutaan dalam setiap gramnya. Akhirnya manajer tersebut kembali melakukan pemeriksaan dan benar saja emas itu adalah asli dan juga murni.


"Wah, tentu saja tuan-tuan. Ayo ayo sebelah sini kita bicarakan ini di dalam saja.." ujar sang manager langsung memerintahkan Para stafnya atau bawahannya untuk melayani kedua pelanggan mereka dengan baik.


"Mari tuan-tuan. Silakan masuk dan berbicara langsung kepada manajer kami." Ujar salah satu petugas itu sambil membawakan emas murni itu dengan sarung tangan dan juga diletakkan di atas baki. Dono sendiri menggaruk-garut kepalanya ketika mendapatkan pelayanan seperti ini.


"Baiklah. Ayo Don masuk.."ujar Dimas lagi.


 mereka berdua pun langsung mengikuti pelayan tersebut masuk ke dalam ruangan yang sama dengan manager toko emas itu. sementara manajer sendiri, telah menyiapkan hal-hal yang ia butuhkan di sana untuk membahas masalah emas ini.

__ADS_1


"Silakan duduk tuan-tuan." Ujar sang manager dengan hati-hati.


takutnya orang yang saat ini berada di depannya adalah orang penting dan bukan orang sembarangan. Tentu saja Dimas bukanlah orang sembarangan, melainkan seorang pendekar sakti mandraguna dan jenius di dunia persilatan dan begitupun di sini.


Dono dan Dimas pun mendudukkan tubuh mereka di atas sebuah sofa yang begitu empuk dan yang baru pertama kali mereka berdua rasakan.


Nyatanya, walaupun Dimas di dunia persilatan memiliki kekayaan, tetapi dia juga belum pernah merasakan tempat duduk yang begitu empuk seperti ini. Namun walaupun begitu, Dimas tak terlalu kentara menunjukkan kekagumannya kecuali Dono. Tapi walaupun begitu, Dono pun masih mampu menguasai ekspresinya.


"Maaf tuan. Pembayaran emas ini bisa dihitung dalam per gram saja. Setiap 1 gram akan dihargai dengan harga rp 9.100.000. " tutur manager tersebut.


Dono yang mendengarkan penuturan itu langsung membelalakkan matanya. emas batangan sebesar itu tentu saja akan lebih dari 10 gram atau 100 gram. Lalu berapa ratus juta yang akan didapatkan oleh Dimas..?? Itulah pemikiran Dono.


(gila !!! OTW jadi Sultan mendadak anak ini..) buatin Dono sambil menggelengkan kepalanya.


"Beratnya 1,5 kg tuan.." penuturan sang manager Langsung kembali membuat Dono terkejut dan menyemburkan air dalam mulutnya yang kebetulan sedang meneguk air teh yang disediakan di sana.


"Apa!!! 1,5 kg.. hah..!!!." Ujar Dono sambil mengarahkan pandangannya ke arah Dimas.


Anak ini benar-benar menjadi kaya dalam sehari setelah putus dari sarah wanita pengerat itu. Dimas yang mendengar penuturan tersebut langsung tersenyum, ia dapat memberikan kisaran harga emas tersebut sekitar 1, atau sekian m yang akan ia dapatkan dari menjual emas ini.


"Ya sudah kalau begitu, tunggu apa lagi tuan.. Saya ingin menjualnya.." Dimas kembali masih tetap dengan keputusannya.


Manager itu pun tersenyum senang. karena ia mendapatkan emas mentah yang akan diolah sendiri dan tentunya harganya akan ditambah 10% dari harga emas yang ia beli ini.

__ADS_1


"Baiklah Tuan, uang nya akan segera saya siapkan." Setelah itu sang manager Dengan semangatnya langsung menyiapkan uang milik Dimas tersebut.


Tapi, karena Dimas tidak memiliki kartu penyimpanan uang atau ATM, sang manager langsung mendampingi dinas untuk membuka kartu miliknya agar lebih mudah membawa uang banyak dengan kartu tersebut. Dan dengan bantuan manajer itu pula, semua urusan telah selesai dalam waktu yang singkat dan uang itu telah resmi menjadi milik dinas seutuhnya. Setelah itu mereka kembali ke tempat parkiran motor milik Dono tersebut.


"Don, kita masih memiliki beberapa jam sebelum masuk kuliah. Sebaiknya temani aku ke tempat penjualan HP aku ingin membeli HP pengeluaran terbaru untuk digunakan."ujar Dimas kepada temannya itu.


 Dono sendiri masih belum percaya dengan apa yang terjadi. Ia hanya ikut saja ke mana Dimas membawanya. Dan tak lama mereka sampai di konter penjualan HP. Di sana mereka agak dipandang sebelah mata oleh para pegawai yang bekerja di tempat itu.


"Mas, di sini adalah tempat orang-orang membeli HP mahal.. Kalau mas berdua tidak mampu sebaiknya jangan mengotori tempat ini." Ujar salah satu pegawai konter tersebut dengan sombongnya.


Dimas yang mendengar penuturan sombong itu pun langsung mengerutkan keningnya.


"Maaf Mbak, kami datang ke sini juga untuk membeli HP.. bukan untuk bertemu dengan mbak." Jawab Dimas tanpa takut. sementara Dono yang mendengar penuturan Dimas langsung terkekeh.


"Iya saya tahu, anda ke sini untuk membeli HP.!! Memangnya Anda sanggup membeli HP di sini Jangankan beli HP harga 5 juta, palingan rp100.000 aja anda tidak punya." Ujar pegawai itu lagi dengan sombongnya.


"Wah songong sekali Mbak ini.. Mbak ini mau jualan atau mau menilai orang..??". Seru dono yang agak tersinggung dengan penuturan pegawai konter itu.


"Ya terserah saya dong. Lagian saya bekerja di sini bukan untuk melayani orang miskin seperti kalian!! udah sana pergi." Ujar pegawai toko itu lagi. Dono pun lagi-lagi dibuat geram.


"Anda baru jadi pegawai saja sudah songong !! Ka-" penuturan Dono langsung terputus akibat penuturan Dimas.


"Sudah biarkan saja. Sebaiknya kita pindah ke konter yang lain saja, ayo masih ada di sebelah sana.." ujar Dimas menengahi sahabatnya karena tidak ingin Dono terpancing emosi.

__ADS_1


__ADS_2