BANGKITNYA PEMUDA MISKIN

BANGKITNYA PEMUDA MISKIN
20. apa itu nyuri ??


__ADS_3

Karyawan yang memang sudah mengenali Dimas dan sudah ditandai oleh mereka itu pun langsung tersenyum dan menyambut dengan baik.


"baik mas, tunggu sebentar kami periksa dulu emasnya ya mas.." ujar karyawan tersebut dengan senyum sumringai. Sarah dan Dion yang mendengar penuturan Dimas itu pun langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Dimas.


"eh, ngapain kamu ke sini..?? kamu mau beli emas ya...?? memangnya kamu ada uang gitu.." tanya Sarah dengan sombongnya ke arah Dimas.


Namun Dimas yang mendengar celotehan dari Sarah itu memilih untuk mengabaikannya. ia langsung mengeluarkan HP iPhone 12 pro max dari dalam sakunya dan duduk memainkan hp-nya. Sarah yang melihat HP mahal yang ada di tangan Dimas itu pun langsung terkejut, begitu pula dengan Dion.


"eh, nyuri dari mana HP iPhone itu..?? kamu kan miskin nggak mungkin kan kamu bisa membeli HP semahal itu..??" ujar Sarah yang ternyata sukses membuat Dimas mengalihkan pandangannya ke arah Sarah.


"nyuri ?? Apa itu nyuri..?? maaf ya Mbak, saya nggak kenal dengan istilah nyuri..?? karena memang saya tidak pernah mencuri. malahan, Anda yang sering kibulin saya. lagi pula, saya ini orangnya pekerja keras, jadi sudah pasti lah saya bisa membeli handphone semahal ini. memangnya Anda, yang selalu sukanya menghina dan merendahkan orang dan juga menipu serta memanfaatkan orang lain tanpa perasaan." ujar Dimas dengan santainya.


namun penuturan Dimas malah memancing api kemarahan dari Sarah.


"eh !! nggak usah berlagak deh lo...!!!! lo itu cuma orang miskin di sini !!! yatim piatu dan gak punya keluarga.!!! bisa-bisanya lo itu ngomong gue menghina dan merendahkan elo..!!! karena memang pada dasarnya eloh itu adalah orang miskin dan pantas untuk dihina.!!!" ujar Sarah dengan suara meninggi. Dimas yang mendengar penuturan yang penuh dengan emosi itu tersenyum sinis.


"tapi kalau bukan karena orang miskin ini yang selalu lo hina dan rendahkan, emangnya dari mana lagi lo bisa mendapatkan tas mahal seperti itu, sepatu mahal seperti yang kamu kenalkan saat ini. baju mahal juga. semua itu adalah hasil keringat dan jerih payahku. jadi sadar diri lah, lagian, gaya elit tapi akhlak sulit. bisanya cuman manfaatin orang dan menghina orang. biasanya ya, kalau orang yang seperti itu menandakan bahwa ia tidak mampu alias miskin tak bisa berusaha hehehe. lawak banget sih lo.." ujar Dimas lagi.


Sarah yang lagi-lagi mendengar penuturan santai Dimas, kembali mengepalkan tangannya. ia tidak terima dikatakan perempuan yang cuma bergaya elit namun akhlak sulit.

__ADS_1


"kau-" baru saja Sarah ingin melanjutkan kata-katanya, seorang karyawan yang barusan tadi pemeriksa emas tersebut kembali.


"maaf sudah menunggu lama tuan, emas ini sudah selesai saya periksa dan sama seperti sebelumnya. Tapi ukurannya yang sepertinya jauh lebih besar dari yang kemarin. harga emas ini terjual dengan harga 160 miliar." ujar karyawan tersebut yang sukses membuat Sarah membulatkan matanya mendengar nominal fantastic itu. tak hanya Sarah namun Dion yang masih ada di sampingnya juga ikut terkejut.


"apa !!! mbak yakin 160 miliar..!!!" ujar Sarah langsung diangguki oleh karyawan tersebut.


Dimas pun langsung tersenyum sinis ke arah Sarah. Ia yakin, Sarah matanya pasti akan merah setelah mendengar nominal uang tersebut. dan beruntungnya, beberapa hari yang lalu, mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi.


"Ya sudah mbak, bungkus uangnya..." ujar Dimas sambil memperlihatkan aplikasi m-banking di handphone mahalnya itu.


" baik mas, tunggu sebentar..." karyawan tersebut pun langsung memproses uang milik Dimas dan mengeluarkan surat bahwa emas murni itu telah bersertifikat. setelah itu, karyawan tersebut langsung mentransfer sejumlah uang di m-banking milik Dimas.


akhirnya nominal uang senilai 160 miliar masuk ke dalam m-banking milik Dimas. Dimas pun langsung tersenyum puas dan kemudian meninggalkan tempat tersebut.


"Iya sudah mbak. makasih banyak ya, mari Mbak.." setelah itu Dimas langsung berlalu dari sana, dan meninggalkan Sarah dan Dion yang masih terbengong-bengong mendapati kenyataan, kalau Dimas si anak yang selalu mereka hina miskin itu memegang uang dengan jumlah yang fantastis. Sarah yang masih belum mempercayai itu langsung bertanya kepada karyawan yang melayaninya tadi.


"mbak sebentar Mbak, Mbak kenal dengan pria yang barusan tadi..??" tanya Sarah kepada karyawan tersebut.


"Iya Mbak, sudah dua kali mas itu datang ke sini dan menjual emas murni seperti ini. Namun, yang pertama ia menjual bongkahan emas sebesar tinju anak bayi. dan sekarang, ia kembali menjual emas lebih dari itu."ujar karyawan tersebut sedikit memberitahu. Sarah saja yang baru mendengar sepenggal mengenai Dimas yang menjual emas langsung dibuat shock.

__ADS_1


(wah !! ini tidak bisa dibiarkan. aku harus mendapatkan Dimas kembali. Aku yakin, dia masih mencintaiku. aku bisa menggunakan itu untuk mengaitnya dan kembali padaku. sehingga uang hasil penjualan emas yang ia dapatkan akan diberikan kepadaku sepenuhnya hehehe..) batin Sarah sambil tersenyum licik.


Dion yang masih berada di sampingnya juga menyadari akan hal itu. dirinya juga bukanlah orang yang paling kaya, tentu dia juga ingin mendapatkan uang 160 miliar itu. keduanya pun langsung bersitatap. namun Sarah buru-buru menarik Dion dari sana.


"di, kamu tahu kan apa yang harus kita lakukan..?? kita harus mendapatkan uang 160 miliar itu, bila perlu emas yang disimpannya." ujar Sarah to the point kepada Dion.


"Iya. aku rasa juga seperti itu. sebaiknya kamu kembali lagi kepadanya dan keruk semua uangnya. aku juga akan meminta maaf dan mengajaknya kembali bersahabat denganku. jadi kita bisa menikmati uang itu sama-sama hehehe.." ujar Dion lagi. ternyata keduanya sama-sama tergila-gila dengan uang yang saat ini dipegang oleh Dimas.


Tapi, tentu saja mereka tidak akan bisa mendapatkan itu semua. karena saat ini, Dimas bukan lagi Dimas yang dulu yang gampang dikibuli dan haus akan kasih sayang.


****


kini Dimas dan Dono telah sampai di kontrakan tepat pada jam 09.00 malam. tanpa menunggu apapun, Dimas langsung masuk ke dalam rumah sambil membawa beberapa belanjaan bahan pangan untuk mereka dan juga dibantu oleh Dono Untuk memindahkan kasur baru tipis itu yang baru mereka beli tadi.


"mama..!! Mama Larasati.." panggil Dimas dari luar.


Nyonya Larasati yang mendengar panggilan itu pun langsung beranjak dari posisi duduknya saat ini. Ia juga tak pernah beranjak dari tempat duduknya setelah Dimas dan Dono meninggalkan kontrakan. dirinya juga dipenuhi dengan rasa cemas khawatir dan takut. namun, setelah mendengar suara Dimas dari luar membuatnya kembali bersemangat.


ceklek

__ADS_1


Nyonya Larasati pun langsung memeluk tubuh Dimas dengan erat, seolah-olah Nyonya Larasati memang merasakan rindu yang teramat berat untuk Dimas.


__ADS_2