Belajar Mencintainya

Belajar Mencintainya
Bab 1 Pagi yang cerah


__ADS_3

Alarm handphone Riyani berdering dengan kerasnya, dengan Mata yg masih terasa berat dia berusaha bangkit dari tidurnya,


"hemmm hoammm, bisakah aku tidur lagi sebentar saja?"


gumam nya bicara sendiri untuk mengusir rasa kantuk nya, seperti hari2 biasa kala mengusir kantuk di pagi hari riyani mengutak atik handphone nya kurang lebih setengah jam setelah itu dia bergegas ke kamar mandi dan Siap2 berangkat kerja.


Riyani adalah anak tunggal dan di kota ini dia hanya tinggal sendiri karna ayah nya tinggal di kampung halaman, Ibunya sudah lama meninggal dunia.


Setelah selesai mempersiapkan diri untuk bekerja Riyani pun berangkat kerja menggunakan motor metik nya.


Sepanjang perjalanan ke kantor melewati jalanan yg kanan kirinya ditumbuhi pohon hijau yg rindang, menambah sejuk dan cerahnya pagi itu


perjalanan dari rumah ke kantor memakan waktu sekitar 25 menit, sepanjang perjalanan riyani bersenandung, dia memang selalu nampak bahagia, tak pernah terlihat sedih itulah riyani selalu menghadirkan tawa disekitar teman2 nya.


Tak terasa Sampai lah riyani di kantor nya seperti biasa sudah ada security yg menyambut riyani.. "selamat pagi mba riyani" sapa security yg bernama pak Edo itu


"selamat pagi pak, apakabar bapak hari ini?"


Tanya riyani "alhamdulillah sehat mba.. Semoga mba jga selalu sehat ya"


"amin terimakasih bapak doanya" jawab riyani sambil berlalu dengan senyum ceria nya


"hayyy yan, kamu uwdah sarapan?kita sarapan bareng yuk" Ellta sahabat riyani di kantor langsung mengajak nya sarapan


"hemmm belum laper ell, ntar lunch bareng aja ya" jawab riyani sambil tersenyum merayu pada sahabat nya itu

__ADS_1


"oke baiklah, jam istirahat kita lunch bareng" kata Ellta sambil beranjak meninggal kan Riyani


"oke sayang" jawab riyani sambil menyiapkan pekerjaannya di meja kerja nya.


Riyani bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan yg di pimpin seorang wanita single parent yg terkenal galak cerewet.


Tapi Riyani selalu saja bisa mengambil hati bos wanita nya itu, dan selain sebagai sekretaris, riyani juga sangat di percaya untuk urusan pribadi bos nya itu bahkan isi dari dalam tas nya hanya Riyani yg hapal tata letak nya


Bos Riyani jarang datang ke kantor jadi semua urusan di handle oleh Riyani dan orang kepercayaannya


PUTRA adalah orang kepercayaan bos Riyani


Berkulit putih berwajah klimis dan tampan tak jarang membuat sabagian karyawan lain iri karna kedekatan Riyani dan Putra, meski mereka dekat untuk urusan pekerjaan.


Hari ini tampaknya Bos Riyani tidak ke kantor lagi


" hmmm tampaknya hari ini bos gk kekantor lagi ka..."


Kata Riyani pada Putra yg sedang duduk di samping nya


"iya dia lagi ada urusan mendadak, kerjaan di sini kamu sama aq yg handle"


Jawab putra tanpa melihat Riyani sambil sibuk mengamati laptop nya.


Putra memiliki ruangan sendiri tapi dia lebih senang duduk di samping Riyani yg kebetulan meja nya berada di depan Ruangan bos Riyani.

__ADS_1


"ka nggak kerja di dalam ruangan kaka? Tuhh ruangan luas, kaka doyan nya sempit2an disini, ntar itu ruangan di huni kunti baru tau rasa" tanya Riyani agak sedikit kesal, karna gerak nya terbatas kalau ada putra Duduk di samping nya


"biarin aja enak di sini kunti nya cantik dan semok hahaha" jawab putra dengan santai nya sambil melirik kearah Riyani yang memanyunkan bibir nya


Riyani memang berbadan semok dengan kulit nya yg putih pantat nya yg menonjol selalu jadi perhatian para kaum adam jika melihat nya.


Putra pun kadang diam2 suka memperhatikan Riyani.


Sedang asik bekerja tiba2 handphone Riyani berdering terlihat di layar "ibu stary"


"halo ibu selamat pagi" jawab Riyani


"pagi Riyani, saya hari ini tidak ke kantor tolong saya, nanti siang ada karyawan dari perusahaan 'Central Asia' yg mau ambil berkas di ruangan saya yg kemarin sudah saya tanda tangani, kasih kan ke dia." suara ibu stary dari seberang telepon.


"baik bu segera saya siapkan" jawab Riyani sambil berjalan menuju ruangan bos nya


"oke sudah itu saja, yg lain nya urus seperti biasa kalau ada apa2 telp saja ibu" kata bu stary meng instruksi kan


"siap bu" jawab Riyani sambil mengecek berkas yg di maksud ibu stary


"oohh iya Riyani.. Putra ada? Saya mau bicara sama dia " tanya bu stary


"ada bu" Riyani bergegas keluar memberikan handphone nya ke pada putra


" iya bos.. Oke siap.. Baik bos " jawab putra

__ADS_1


" ini handphone mu, habis makan siang aku keluar ada urusan dengan bos "kata Putra sambil memberikan handphone ke Riyani.


__ADS_2