Belajar Mencintainya

Belajar Mencintainya
Bab 17. Kecupan


__ADS_3

"sudah sayang, aku sudah kenyang nanti kalau kupaksa malah akan muntah" ucap Riyani sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"ya sudah kalau begitu, aku makan dulu kamu istirahat aja dulu" ucap Reynald sambil menikmati makanan nya


Riyani hanya mengangguk kemudian mengambil remote TV dan mencari siaran tv yang bagus untuk di tonton.


Setelah selesai makan Reynald pun bersantai di sofa sambil memperhatikan Riyani yang sedang menonton acara tv, entah apa yang di tonton nya Rey lebih suka memperhatikan wajah Riyani


"sayang sudah selesai makan nya? " tanya Riyani tanpa menoleh ke arah Rey sama sekali


"iya sudah sayang, aku mau mandi ya, badan aku gerah" ucap Reynald sambil menuju ke kamar mandi


"iya" jawab Riyani singkat sambil menonton tv


Tak lama kemudian Rey keluar dari kamar mandi, dia hanya menggunakan handuk yang dililit kan di pinggang nya


"kyaaa... Sayang kenapa gak pakai baju" teriak Riyani yang ditahan sambil menutup matanya dengan selimut karna terkejut melihat Rey yang bertelanjang dada


"kenapa memang nya, aku kan gak telanjang, masih pakai handuk" ucap Rey santai sambil mengibaskan rambut nya karna basah, dia pun duduk di sofa sambil menimati teh yang di buat sebelum mandi.


"pakai baju sayang nanti kamu masuk angin lohh" ucap Riyani dari balik selimut beralasan,.


Dia memang khawatir kalau Rey sakit karna masuk angin, tapi dia lebih khawatir lagi dengan perasaan dan jantung nya yang berdetak sedikit lebih kencang karna melihat dada bidang Rey, juga perut nya yg rata dan berotot.

__ADS_1


Wanita normal mana pun tak akan kuat melihat pemandangan indah itu.


"iya-iya bawel loh sayang ini, padahal habis pingsan malah tambah bawel" ucap Rey, sambil menggunakan baju dalam nya


"sial menggunakan itu apa bedanya tetep saja terlihat seksi, sabar-sabar Riyani pura-pura gila aja dehh hehehehe" batin Riyani senyum-senyum sendiri


"sayang, sepertinya aku sudah sehatan, kita pulang aja yuk" ajak Riyani sambil beranjak dari tempat tidur


"baguslah kalau sayang sudah sehat, tapi maaf sayang badan ku terasa capek banget, mungkin Juga pengaruh telat makan" ucap Rey sambil merebahkan badannya di tempat tidur


"serius sayang,jangan bilang kalau sayang gantian sakit" tanya Riyani sedikit panik sambil memegangi kening Reynald


"aku gak sakit cuma lelah aja sayang" ucap Reynald dengan mata terpejam


Tingkah nya membuat Reynald gemas


"kamu kenapa sayang, gak suka apa berlama-lama denganku?" tanya Reynald sambil menarik tubuh Riyani yang sedang duduk di pinggir tempat tidur.


Tak ayal wajah mereka pun beradu, sangat dekat membuat jantung Riyani berdetak sangat kencang, begitu pula dengan Reynald.


Reynald begitu takjub melihat kemolekan bibir Riyani dari jarak yang dekat.


Reynald memberanikan diri untuk mendekap Riyani dan mendarat kan kecupan lembut di bibir Riyani, hanya sebuah kecupan membuat wajah Riyani bersemu merah, karna tak ada penolakan dari Riyani, Reynald pun mulai mencium bibir Riyani dan ******* nya dengan lembut, Riyani pun membalas ciuman Reynald dengan mesra. Mereka pun beradu dengan mesranya berciuman dengan sangat lama.

__ADS_1


Tanpa sadar tangan Reynald meraba bagian dada Riyani, Riyani terkejut dan melepaskan diri dari Reynald.


"kamu mau apa sayang, jangan sampai sejauh itu, aku belum mau!!" kata Riyani sambil berdiri dan duduk di sofa memperbaiki pakaiannya yang hampir terbuka


"maafkan aku sayang, aku terbawa suasana, aku tidak ada maksud sampai kesana, jujur aku tidak bisa menahan diri sayang, maafkan aku" jawab Reynald sambil mendatangi Riyani dan mulai bersimpuh di depan Riyani, meminta maaf


Dia sadar dia sudah kelewatan, dia merasa menyesal, mau bagaimana lagi tubuh Riyani yang yang membuat Reynald tidak bisa menahan nafsunya, sejak awal setiap dekat dengan Riyani, nafsu nya memuncak dia tidak paham kenapa bisa seperti itu, selama ini tidak terjadi apa - apa karna baru kali ini mereka berduaan dalam satu Ruangan.


"baiklah, aku maafkan tapi tolong jangan terulang lagi ya sayang" pinta Riyani pada Reynald


Sejujurnya dia sendiri pun tak kuasa menahan nafsunya, riyani adalah wanita normal dan usianya juga sudah tidak muda lagi wajar saja kalau dia hampir terbawa suasana.


"iya sayang aku akan berusaha untuk menjaga nya" ucap Reynald sambil mengecup kening Riyani


"terima kasih sayang" ucap Riyani sambil mengusap wajah Reynald


"bagaimana aku bisa menahan nya tatapan mata nya saja membuat aku lemas," batin Reynald


"tahan Riyani, kamu harus bisa tahan jangan memancing, kalian belum sah" batin Riyani.


"aku kekamar mandi dulu ya sayang" ucap Reynald


"iya" jawab Riyani sambil merebahkan badannya di tempat tidur, dia merasa lelah setelah kejadian tadi.

__ADS_1


__ADS_2