Belajar Mencintainya

Belajar Mencintainya
Eps 19. Teman SMA


__ADS_3

Setelah mendengar kan penjelasan Reynald di pantai, tak lantas membuat Riyani lega, ntah apa yang sedang di fikirkan nya, dia masih menyimpan sesuatu dalam fikiran nya.


Hari demi hari di lalui Riyani dengan penuh kebahagiaan bersama Reynald, setiap hari ada saja kejutan yang diberikan Reynald padanya


Entah itu coklat atau setangkai bunga, atau es cream untuk Riyani, pokoknya Reynald bener-bener pria yang romantis


"halooo sayang, maaf ya hari ini kita gak bisa makan siang bareng, soalnya ada kerjaan mendadak keluar kota, mungkin 2 harian kamu gak apakan kalau aku tinggal" ucap Rey dari seberang telepon


"hemm gak papa Rey, aku bisa makan siang bareng Ellta" jawab Riyani dari balik telpon genggam nya


....


Waktu jam makan siang telah tiba, riyani makan siang bareng Ellta di salah satu cafe dekat kantor mereka


Riyani asik menikmati makan siang nya bersama Ellta, tiba-tiba ada sosok pria tegap bertubuh tinggi dengan kulit agak kecoklatan tapi tetap terlihat maskulin menghampiri mereka.


" hemm Riyani ya" ujar pria itu sambil memandang Riyani ada sedikit keraguan dalam pandangannya


"eehhh I iya benar, maaf dengan siapa ya?" tanya Riyani sembari mengernyit kan dahi nya mencoba mengingat sosok pria yang ada di depan nya


"ya Tuhan senang sekali aku bisa bertemu dengan mu di sini, kamu lupa sama aku Riy?" tanya sosok pria itu sambil menarik salah satu kursi kosong yang ada di meja mereka, dan langsung duduk tanpa menunggu di persilahkan.


Sedangkan Ellta yang berada di depan Riyani hanya memperhatikan mereka berdua


" aku Abrian Riy, teman SMA kamu, aku sudah mencari mu kemana mana Riy bahkan di media sosial, aku juga sampai mengunjungi rumah mu tapi,,,, kamu seperti hilang di telan bumi" ucap Abrian menjelaskan.


Matanya berbinar memandang ke arah Riyani, sosok yang dia cari selama ini


Riyani masih terpaku dan masih merangkai ingatan nya, tak percaya sahabat SMA nya yang dulu sangat dekat dengan nya tiba-tiba hadir di depan nya.


Dan banyak sekali perubahan pada fisik sahabat nya, dulu masih SMA Abrian adalah sosok laki-laki berkulit agak gelap meski sekarang masih agak gelap, tapi sangat terawat beda sekali dengan dulu, wajah nya juga banyak perubahan lebih berisi dan terlihat dewasa.


Jelas saja Riyani agak susah mengenali sahabat nya itu.


"Riy kemana saja kamu setelah lulus SMA, bahkan acara perpisahan saja kamu gak ada Riy" tanya Abrian yang tak sabar ingin mengetahui cerita sahabat nya itu.


" banyak hal yang terjadi Bri (panggilan Riyani kepada Abrian) aku telah lama meninggalkan kenangan hidup ku di kota itu."

__ADS_1


Ucap Riyani terlihat sendu.


Riyani menarik nafas nya dalam-dalam, kemudian menghembuskannya dengan pelan.


Tiba-tiba wajah Riyani berubah sedikit ceria dengan senyum tersungging di bibir nya.


"eehhh kamu apakabar Bri, dari tampilan Mu seperti nya kamu sudah sukses ya, kenalin donk ini temen aku Ellta, temen kantor aku sekaligus sahabat aku" jelas Riyani seolah ingin mengalihkan sesuatu, dari kesenduan di wajah nya dia berubah riang seperti tak pernah mengalami apa-apa.


Ellta dan Abrian saling berjabat tangan memperkenalkan diri


" boleh aku meminta Nomor handphone mu Riy, sudah lama sekali kita baru bisa bertemu banyak banget yang ingin aku ceritakan" pinta Abrian penuh harap


"hemmm tentu saja Bri, ini nomer handphone ku" sambil menyerahkan nomer handphone nya yang sudah bertuliskan nomer nya di sana


Tanpa ragu Abrian pun langsung mencatat angka-angka pada layar handphone Riyani


"oke terimakasih ya Riy, sebenarnya aku masih ingin ngobrol tapi kebetulan aku ada janji sama temen aku di sana" ucap Abrian sambil menunjuk salah satu ruangan private yang ada di cafe itu.


Riyani hanya mengangguk dan mempersilahkan Abrian untuk pergi


Setelah kepergian Abrian.


"aishhh kenapa lagi panggilan mu ke aku berubah biasanya juga yan atau memanggil lengkap" ucap Riyani sewot


Karna itu hanya panggilan Abrian kepada nya sejak mereka bersahabat di SMA


"Hahaha, kenapa sewot non, panggilan itu bagus juga kedengaran nya di telinga ku" tawa Ellta menjahili Riyani


"apanya yang bagus itu hanya panggilan biasa aja, sebaiknya kamu panggil aku seperti biasanya, gak usah aneh-aneh dehh" sahut Riyani sambil sedikit melotot kan matanya kearah sahabat nya, dan hanya mendapat kan gelak tawa dari Ellta


Jam makan siang pun berakhir, sebelum mereka kembali ke kantor Reynald sempat menghubungi Riyani menanyakan apa Riyani sudah makan apa belum, Riyani pun menceritakan tentang pertemuan nya dengan sahabat Sma nya, begitulah mereka tak akan menutupi hal yang terjadi, semua mereka cerita kan di sela-sela kesibukan masing-masing, mereka menyempatkan untuk saling bercerita tentang apa yang mereka alami saat tidak bersama.


Waktu jam pulang kerja pun tiba, Riyani hendak bersiap pulang, tiba-tiba handphone nya berdering


"halooo sayang, sudah mau pulang ya?" tanya Reynald dari seberang telepon


"iya sayang ini lagi menuju loby kantor" jawab Riyani

__ADS_1


"sayang belum pesan taxi online kan?"


Tanya Reynald lagi


"belum rencana depan kantor baru aku pesan sayang"


Sebelum ada Reynald, riyani biasa menggunakan motor nya untuk pergi kekantor, tetapi selama ada Reynald Riyani selalu diantar jemput oleh nya, tadi pagi Reynald hanya sempat menjemput nya pergi kerja, tak di sangka dia mendapat kerjaan keluar kota.


"kenapa memang nya Rey" tanya Riyani yang masih terhubung telepon dengan Reynald


"aku sudah pesan kan taxi online buat mu sayang mungkin sekarang sudah di depan kantor mu, mobil nya warna putih dengan plat xx xxxx xx" ucap Reynald menjelaskan


"ya ampun Rey, sampai segitu nya kamu mikirin gimana aku pulang , aku masih bisa koq pesan taxi online sendiri" ucap Riyani merasa terharu bahkan saat jauh pun Reynald masih sempat-sempat nya memikirkan bagaimana dia pulang.


"harusnya sudah tugas ku mengantarkan mu pulang, tapi mau gimana lagi, aku gak bisa jadi cuma itu yang bisa aku lakukan buat mu."


"terimakasih sayang, mobil yang kamu pesan sudah ada tuhh di depan kantor, aku pulang dulu ya sampai kost aku kabarin"


"oke sayang, kamu hati-hati ya, I love u sayangku"


"I love you too sayang"


Mereka pun mengakhiri perbincangan telepon mereka, Riyani segera masuk ke mobil yang sudah di depan oleh dan menuju ke kost an nya,.


Setelah beberapa menit Riyani sampai di kost nya, tak lupa dia mengirim pesan ke Reynald bahwa dia telah sampai di kost an, tanpa menunggu chat balasan Reynald dia pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Selesai membersihkan diri Riyani berbaring di tempat tidur nya yang terlihat sangat nyaman setelah satu harian beraktifitas.


Sambil berbaring Riyani kembali teringat masa-masa sekolah nya dulu, masa dimana dia sangat dekat dengan Abrian.


Pikiran Riyani melanglang jauh ke masa lalu, tak lama dia pun tertidur dengan sangat pulas nya.


.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih para reader yang masih setia menunggu update an karyaku yg tak seberapa ini 🙏🙏🙏. Mohon di maklumi jika ada salah2 dalam penulisan author masih anak baru hehehe 😂😂😂


__ADS_2