
Tanpa tersadar Riyani tertidur dengan pulas sampai pagi menjelang, dia terbangun dengan keadaan panik. Karna di fikir nya hari ini dia kesiangan ke kerjaan.
Setelah menenangkan kan diri sejenak dan mengambil handphone nya dia sadar kalau hari ini adalah hari sabtu. Dan ada beberapa pesan dari Reynald sejak semalam juga ada beberapa panggilan tak terjawab dari nya.
Ada satu nomor baru yang Riyani tidak kenal siapa pemilik Nomor tersebut.
Sebelum mencari tau siapa pemilik nomor tersebut Riyani segera menelepon Reynald.
Mereka mengakhiri perbincangan di telepon karna perut Riyani sudah berbunyi, meminta untuk di isi makanan.
Dari perbincangan tersebut Riyani mendapatkan kabar dari Reynald kalau urusan nya di luar kota di perpanjang satu minggu lagi karna harus berpindah di kota lainnya dan kebetulan kota yang akan di tuju Reynald adalah kota tempat dimana dia berasal, dan tanpa Riyani tahu Reynald sekalian ingin membicarakan hubungan nya dengan Riyani kepada kedua orang Tua nya. Reynald ingin membuat kejutan buat Riyani.
Setelah selesai membersihkan diri Riyani bergegas pergi ke luar untuk mencari makanan, karna tampaknya Riyani melewatkan makan pagi nya karna hari sudah mulai siang, selama ada Reynald bersamanya Riyani tidak pernah melewatkan jadwal makan nya,baru ditinggal sehari oleh Reynald, riyani sudah tidak sarapan.
Riyani mengeluarkan motor metik nya untuk pergi ke Cafe langganan, sambil menunggu memanaskan mesin motor nya tak lama handphone Riyani berdering, tertera nomor baru di layar handphone Riyani
"seperti nya ini nomor handphone yang semalam menghubungi ku, siapa ya kira-kira"
Karna penasaran Riyani segera menggeser tombol hijau pada layar handphone nya.
Riyani : halooo
? : haiiii Riy ini aku abrian
Riyani : ooohh kamu bri, aku kira siapa
Ada apa bri?
Abrian: kamu sedang apa?
Riyani : aku baru saja ingin pergi makan
Abrian :kebetulan kalau begitu, aku sedang
ada di cafe B, aku tunggu ya
Riyani : oke baiklahhh
Riyani pun mengakhiri panggilan telepon nya dan segera menuju ke Cafe B.
__ADS_1
Sekitar limabelas menit Riyani sampai di cafe B dan langsung masuk, tapi dia tidak menemukan Abrian di sana
Riyani pun mengirim pesan kepada Abrian
" aku sudah di cafe tapi kamu gak ada" Riyani
"aku di lantai dua Riy, naik aja" Abrian
Riyani pun bergegas naik keatas dia melihat Abrian duduk di sofa cafe paling pojok, Abrian pun melambaikan tangan nya.
"lama ya nunggu nya?" tanya Riyani sambil duduk di depan Abrian
" aku memang dari tadi uwdah di sini sekalian ketemu dengan client" jawab Abrian
"aku sudah pesankan kamu makanan Riy, ayo kita langsung makan" ucap Abrian mempersilahkan Riyani makan
" wahhh kamu masih ingat ya makanan favorit ku" Riyani tersenyum karna melihat makanan yang tersaji di depan nya.
Ayam goreng, cah kangkung, sambal terasi juga jeruk hangat dan air mineral itu makanan favorit Riyani saat makan siang
"ayo makan lah, setelah itu kita ngobrol, banyak banget yang ingin aku obrolin bareng kamu" ucap Abrian yang juga segera makan diikuti Riyani yang langsung melahap makanan nya
Beberapa menit kemudian mereka selesai makan.
"hemm" jawab Riyani langsung menatap Abrian setelah selesai meminum minumannya
" kamu kemana saja Riy, kenapa tiba-tiba menghilang tanpa kabar, gimana kabar orang tua mu " tanya Abrian yang tak sabar ingin mendengar jawab sahabat SMA nya
" Bapak di kampung bri," Riyani menarik nafas nya dan menghembuskan nya dengan keras
Sedangkan Abrian masih setia menunggu dan mendengarkan cerita Riyani.
" Setahun setelah kita lulus sekolah mama ku meninggal Bri karna sakit tumor di payudara yang sudah lama di Sembunyikan nya. Aku sempat berusaha menghubungi Mu, tapi kata orang rumahmu kamu kerja di lokasi . Mama ternyata sudah lama sakit tapi dia gak pernah cerita, mungkin dia gak mau aku berfikir gimana caranya buat ngobatin dia, mungkin Juga dia terlalu setres, kamu tahukan gimana Bapak ku" Riyani terdiam sejenak matanya tidak mengeluarkan air mata tapi tampak sekali kesedihan yang mendalam dimatanya.
"ya ampun Riy, maafin aku karna gak ada saat masa-masa tersulit mu, waktu itu sehabis kita lulus aku langsung di tawari kerjaan, karna sibuk mengurus keperluan aku lupa mengabari mu" Abrian terlihat sangat menyesal
" gak papa bri jaman itukan komunikasi tidak semudah sekarang kita hanya menggunakan telepon rumah." kata Riyani sambil tersenyum menutupi kesedihan nya
" setelah mama gak ada aku ribut dengan Bapak, aku nyalahin dia atas meninggal nya mama, dan bapak pergi ke kampung, aku jual rumah di kota itu dan duit nya aku bagi dua, aku kirim buat bapak, dan aku pergi ke kota ini dan di sinilah aku menjalani hidup baruku, mencoba melupakan semuanya " Riyani tersenyum tegar dan mengeluarkan nafas ya dengan keras sambil bersandar di sofa cafe.
__ADS_1
" terus gimana komunikasi kamu dengan bapak? " tanya Abrian
" aku hanya menghubungi tante atau saudara sepupu aku untuk menanyakan kabar bapak, egois mungkin tapi aku masih belum bisa melupakan perbuatan bapak ke mama bri."
Riyani terdiam sejenak.
"Sudah cukup cerita tentangku bri, gimana dirimu sekarang masih suka menutup diri seperti dulu hehe" tanya Riyani berusaha mengakhiri cerita hidup nya sambil tersenyum ke Abrian
"aaahhh Riy kamu tahu aku dari dulu hanya terbuka denganmu. Dan aku sungguh-sungguh minta maaf tidak bisa menemanimu saat kamu benar-benar sedih, maafin aku Riy, sahabat macam apa aku ini, dulu saat aku terpuruk kamu selalu ada buat ku" terlihat guratan kekecewaan pada wajah Abrian
Kecewa karna tak bisa bersama Riyani pada saat-saat tersulit nya
"sudah lupakan, aku sekarang sudah baik-baik saja bri, aku mau dengar cerita tentang mu ayo ceritakan"
" baiklah baik, kamu tahu Indah salah satu cewek cantik dan tajir di sekolah kita dulu?" tanya Abrian
"hemm iya aku ingat, kenapa memang nya apa hubungannya dia dengan cerita hidup mu?" tanya Riyani balik
"aku sempat pacaran sama dia, tapi cuma enam bulan hahahaha" jelas Abrian sambil tertawa lepas
"aahhh serius kamu bri, kenapa cuma enam bulan?"
"mungkin kami gak cocok, dia anak orang kaya Riy, aku gak sanggup ikutin gaya hidup nya hahaha" Abrian masih saja tertawa sambil menjelaskan ke Riyani
"aku juga heran koq dia mau sihh sama kamu, dulu ngelirik kamu aja kayaknya dia ogah hahaha" Riyani pun ikut tertawa
"waktu itu kami gak sengaja bertemu di Acara temen kerjaku, dari situ kami mulai dekat dan waktu ku ajak jalan dia mau, kami sering jalan bareng dan aku coba nembak dia eeehh di terima" ucap Abrian sambil tersenyum.
Siang itu mereka berbincang bincang dan tertawa lepas sambil memesan beberapa makanan kecil lainnya
"Riy kamu uwdah punya pacar?" tanya Abrian
"sudah Bri, dia sekarang lagi ada tugas kantor di luar kota" jelas Riyani
" kamu bahagia Riy?" tanya Abrian lagi
" hemmm aku bahagia Bri" jawab Riyani sambil mengangguk kan kepalanya
"syukurlah kalau kamu bahagia, kalau kamu gak bahagia dan putus dengannya segera hubungi aku, biar aku yang gantiin dia" ucap Abrian dengan wajah serius nya.
__ADS_1
Maafkan jika masih banyak kesalahan dalam penulisan ini adalah karya pertamaku
Happy reading