
"maaf, sudah lama ya nunggu nya" tanya Riyani sambil menghampiri Reynald yang sudah menunggu nya di parkiran
"gak papa sayang, aku tau kamu lagi sibuk, maafin aku ya, tadi karena telepon kamu gak kamu angkat, aku khawatir jadi aku terpaksa chat putra, buat nanyain kamu, gak apa-apa kan?" tanya Reynald
"gak apa-apa koq, lagian ka Putra juga sudah tahu hubungan kita" jawab Riyani menjelaskan
"ini aku bawain sayang makanan aja, sayang makan di kantor aja ya, nanti kerjaan mu gak beres gara-gara makan siang kelamaan, kena omelan lagi tuhh sama bos" kata Reynald sambil menyerahkan makanan yang terbungkus rapi ke Riyani
"makaseh ya sayang sudah ngertiin, kalau gitu aku langsung kembali ke kantor ya" ucap Riyani sambil mengecup pipi Reynald dan langsung berlalu meninggal kan Reynald yang terpaku melihat tingkah Riyani
"tumben dia bisa mesra begitu hehehe, perlakuan nya buat aku makin sayang" gumam Reynald dalam hatinya sambil mengelus pipi bekas kecupan Riyani
Hari makin sore, waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja, hari ini Riyani sangat kelelahan meladeni permintaan bos nya, untung nya besok adalah hari libur jadi dia sudah berniat untuk istirahat seharian.
Di parkiran sudah ada Reynald yang menunggu nya. Mereka pun segera pergi meninggalkan kantor Riyani
Di perjalanan
"kamu lelah banget ya sayang" tanya Reynald
Sambil memperhatikan wajah Riyani dari spion motor nya
" he eh" jawab Riyani singkat
__ADS_1
"kita mau kemana sayang" tanya Riyani dengan lemas, melihat arah jalan bukan arah ke kost nya
"kita makan dulu ya jadi pulang sayang langsung istirahat" jawab Reynald
"oohhh, iya" jawab Riyani sambil kembali menaruh kepala nya di pundak Reynald
Sesampainya di rumah makan, Rey merasa pundaknya terasa berat, badan Riyani tak bergerak malah terasa berat, Rey memanggil Riyani tapi tak ada sahutan, Sontak saja hal itu Membuat Rey panik, dia langsung menstandar kan motor nya dengan baik kemudian dia coba membangun kan Riyani dengan lembut nya
"sayang, ayo bangun kamu kenapa?" tanya Rey dengan lembut sambil memegang pipi Riyani
"ehhmm iya sudah sampai ya" tanya Riyani lemas
"badan kamu panas sayang, kita ke Rumah sakit ya" kata Reynald panik setelah memegang kening kekasih nya
"gak usah, sayang aku gak apa-apa, aku cuma perlu istirahat" jawab Riyani lirih dengan suara yang lemas seperti menahan sakit
"di dekat sini seperti nya ada hotel, tidak apa kalau aku membawa mu kesana?" tanya Rey hati-hati karna takut kalau kekasih nya berfikir yang tidak-tidak
Dia tidak mungkin membawa Riyani ke kost karna jaraknya lumayan jauh, melihat kondisi Riyani sekarang tidak memungkin kan untuk membonceng nya
Riyani hanya bisa mengangguk dia hanya ingin berbaring, kepalanya bener-bener sakit
Jarak mereka dari hotel tidak jauh setelah melakukan cek in, mereka menuju kamar, belum sampai di kamar Riyani tiba-tiba lunglai dan rebah, Rey dengan sigap menangkap tubuh Riyani dan menggendong nya.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar Rey langsung merebah kan tubuh Riyani diatas tempat tidur dia mengambil handuk kecil yang sudah dia pesan, memberi nya air hangat kemudian menaruh nya di kening Riyani
Sudah beberapa jam Riyani belum juga sadar, Rey makin panik tak henti-henti nya dia mengganti handuk kecil yg basah di kening Riyani.
Karna lelah menunggu Riyani yang tak kunjung sadar, Rey pun tertidur di sofa yang ada di dalam kamar hotel.
"hemm hufttt kepala ku masih pening, dimana ini?" ucap Riyani sambil memegang kening nya dan mencoba mencerna kejadian hari ini
Dia ingat mau pergi makan bareng Reynald, kemudian kepalanya terasa sakit, karna sakit mereka akhir nya ke hotel, setelah itu Riyani tidak ingat lagi apa yang terjadi, yang dia ingat kepalanya sakit tak tertahan, dan kemudian semuanya menjadi gelap.
Belum sempat Riyani menyadari keberadaan Reynald, tiba-tiba Rey terbangun karna lapar, jelas saja tanpa terasa waktu sudah malam, karena Riyani pingsan mereka tidak jadi makan.
"sayang... Kamu sudah sadar, syukurlah aku sangat khawatir, gimana keadaan mu sudah agak enakan, maaf aku ketiduran tadi" ucap Rey sambil mengusap kening Riyani
"iya sayang, maaf aku merepotkan mu, sudah agak mendingan hanya pening sedikit" jawab Riyani sambil berusaha tersenyum
"ya sudah aku pesen kan makanan ya, kamu pasti lapar kan?" tanya Rey sambil mengambil handphone nya untuk memesan makanan
Tak lama kemudian makan an pesanan Reynald pun datang, dia langsung mengambilkan untuk Riyani dan menyuapinya
"sayang gak usah, aku bisa makan sendiri, kamu juga pasti laper kita makan bareng-bareng aja, aku sudah sehat koq" ucap Riyani
Dia tau kalau Rey juga lapar, dia bisa mendengar suara perut kekasih nya itu
__ADS_1
Tapi Rey tidak mengindah kan ucapan Riyani dia terus aja menyuapi Riyani
"tenang aja aku bisa menyuapi sayang, sambil makan koq, sudah sayang fokus makan aja, biar cepat sehat".