Belajar Mencintainya

Belajar Mencintainya
Bab 18.curhat


__ADS_3

Di kamar mandi Reynald mengguyur tubuhnya dengan air,dia sudah merasakan ketegangan saat bersama Riyani tadi, untung saja dia keburu disadarkan oleh Riyani, sehingga hal-hal yang tidak harusnya terjadi benar-benar tidak terjadi


Setelah selesai mandi, Rey melihat Riyani sedang menonton tv tapi aneh nya pandangan Riyani seperti kosong


"sayang, lagi nonton apa?" tanya Reynald sambil mengeringkan rambut nya


Tak ada jawaban dari Riyani


"seperti nya dia melamun" batin Reynald


"sayang, kamu lagi nonton apa sehh?" Reynald kembali bertanya, tapi kali ini dia merangkul pundak Riyani


"eehh iya ya sa sayang Ini lagi nonton film" jawab Riyani terbata-bata karna terkejut dengan kehadiran Reynald


"sayang, kamu ini anggap aku apa sehh?" tanya Reynald sambil menggenggam tangan Riyani dan merubah posisi duduk nya tepat berhadapan dengan Riyani


"tentu saja kekasih aku sayang, kamu koq nanya nya begitu sehh" Jawab Riyani sambil tersenyum lembut kepada Reynald


"kalau benar aku kekasih mu, kenapa sedikit pun kamu tidak pernah bercerita tentang hidup mu, tentang apa yang sedang kamu rasakan saat ini aku ingin kamu berbagi dengan ku sayang" kata Reynald sambil mencium punggung tangan Riyani.


"hemm iya maafin aku sayang, mungkin aku hanya terlalu lelah dikerjaan, jujur saja aku bukanlah orang yang bisa bekerja di bawah tekanan, itu akan sangat mempengaruhi ku, kepalaku akan terasa sakit jika aku tertekan." ucap Riyani mulai Membuka diri


"aku dengar bos mu sangat galak dan suka marah sesuka hatinya, apakah itu benar sayang?" tanya Rey sambil terus menggenggam tangan Riyani


"dia itu sebenar nya bos yang baik hanya saja dia gak bisa membedakan antara urusan pribadi dan kantor, dan sedikit tempramen,kalau ada masalah di luaran atau dengan kantor orang terdekat nya yg akan kena masalah, siapa lagi kalau bukan aku" ucap Riyani menjelaskan dengan wajah nya yg berubah murung


"tapi itukan memang biasa terjadi dalam dunia kerjaan sayang, kalau kamu gak sanggup lagi menghadapi itu dan mau resign aku masih sanggup untuk menanggung kehidupan mu, jujur aku gak bisa lihat kamu bersedih" ucap Rey sambil mencium punggung tangan Riyani yang sejak tadi digenggam oleh Reynald


Mata Riyani mulai berkaca kaca dia sangat terharu dan senang sekarang dia sudah memiliki orang yang sangat mencintai dan menyayangi nya


"gak perlu sayang, aku masih sanggup koq bertahan di kerjaan, sayang gak usah khawatir, aku seperti ini juga gak akan lama, besok-besok aku akan melupakan nya" ucap Riyani sambil memandang lekat wajah Reynald


"gimana kalau malam ini kita istirahat di sini saja besok baru kita pulang, sayang tenang saja, aku gak akan ngapa -ngapain"


Ucap Reynald meyakinkan


"hemm baiklah, janji ya sayang gak akan seperti tadi?" tanya Riyani meyakinkan kembali


"siap sayangkuuuu"

__ADS_1


"tapi gak papa kan aku tidur sambil memeluk mu, hanya memeluk gak lebih" pinta Rey


Riyani pun hanya mengangguk sambil menahan malu


Mereka pun berpelukan sambil menonton acara tv dan sesekali bercanda tawa sampai akhirnya mereka terlelap.


....


Keesokan hari nya Riyani terbangun menghadap ke arah Rey yang masih tertidur pulas, awalnya dia agak sedikit terkejut melihat ada seseorang di samping nya tapi tanpa menunggu lama ingatan nya pun kembali, bahwa semalam mereka memang tidur di kamar hotel berdua.


Agak lama Riyani memandang Rey yang tidur dengan pulas nya, sambil memandang lekat wajah pria yang sekarang selalu hadir dalam kehidupan nya


"hemm meski dalam keadaan tidur kamu masih terlihat tampan, kenapa pria tampan dan lebih muda umur nya ini bisa menyukai ku?" tanya nya dalam suara pelan karna tak ingin membangun kan Rey,.


Reynald terlihat benar-benr lelap dalam tidurnya.


Riyani pun bergegas bangun dan mandi, setelah selesai melakukan rutinitas pagi nya di kamar mandi, Rey belum juga terbangun dia masih tidur dengan pulas nya


Riyani yang sudah rapi pun kembali berbaring di samping Reynald, sambil kembali memperhatikan wajah Reynald.


"sepertinya dia benar-benar kelelahan sampai tidur sepulas ini" ucap Riyani dengan suara pelan


Tiba-tiba sang pemilik wajah pun bergerak, dan membuka matanya


" selamat siang pak Rey, kita sudah melewatkan sarapan pagi " jawab Riyani sambil sedikit manyun, dia sudah sangat kelaparan menunggu Rey


" hehehe sorry ya sayangku, seperti nya aku benar-benar lelahh, oke aku akan mandi kemudian kita pergi makan, aku gak mau kamu pingsan lagi karna kelaparan hehe, bisa tambah lama kita di sini, dan itu gak baik kalau terlalu lama di sini


Aku takut gak bisa tahan diri kalau terlalu lama dengan mu sayang "


ucap Reynald sambil mengacak rambut depan Riyani dan kemudian beranjak langsung ke kamar mandi


" aah sayang, rambut aku berantakan neh " Riyani manyun sambil memperbaiki rambut nya


Setelah selesai semuanya mereka pun keluar dari hotel dan kemudian mencari makan pagi yang kesiangan atau makan siang yang kepagian karna waktu masih menunjukkan jam setengah Sebelas.


Setelah selesai makan, mereka sepertinya belum mau berpisah.


"sayang inikan hari minggu gimana kalau kita ke pantai, aku sudah lama banget gak jalan-jalan kepantai" pinta Reynald

__ADS_1


"boleh, tapi pulangnya jangan terlalu ke sorean ya, besok kan kita harus kerja, aku gak mau kita kelelahan" ucap Riyani


Tak lama kemudian setelah perjalanan yang lumayan jauh akhir nya mereka tiba di salah satu wisata pantai yang ada di kota tersebut.


Mereka berdua menyusuri bibir pantai sambil bergandengan tangan, seolah-olah takut akan kehilangan satu sama lain.


Tak jauh dari bibir pantai ada sebuah kedai yang menyediakan makanan ringan dan tentunya es kelapa muda, cocok sekali dinikmati saat suasana siang di pinggir pantai


"hemmm Rey, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Riyani


"tentu saja sayang, tanya lah apa yang ingin kamu tanyakan" jawab Rey sambil menyelip kan anak rambut Riyani ke belakang telinga nya


"jujur sampai sekarang aku masih bingung apa yang membuatmu suka dengan ku, aku yakin kamu bisa koq mendapat kan yang lebih baik dariku, paling tidak usia yang tidak terpaut jauh seperti kita" ucap Riyani mengeluarkan pikiran nya yang sedikit mengganggu perasaan nya


Rey menghela nafas panjang


"aku juga gak ngerti tentang perasaan ku, yang jelas selama dekat dengan mu aku merasakan nyaman, bagiku itu sudah cukup.


Aku gak pernah mempermasalahkan usia, aku memang lebih muda tapi aku bisa jagain kamu, sayangin kamu dan lindungin kamu sayang.


Hubungan kita masih terbilang baru, tolong biarkan aku buktikan perkataan ku ke kamu, aku akan berusaha membuktikan nya "


Jelas Reynald ke Riyani sambil memegang erat kedua tangan Riyani.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah mau kasih semangat aku buat nulis lagi, kemarin sempat berhenti karna aku fikir cerita ini gak ada yang baca

__ADS_1


Maaf kalau ceritanya masih agak berantakan karna ini karya pertama aku,, aku hanya senang menulis, dan sangat bersyukur bisa menuangkan tulisan ke dalam aplikasi ini, dan lebih bersyukur lagi ada yg nungguin update an nya


Terima kasih happy reading 😍😍😍😍


__ADS_2