Belajar Mencintainya

Belajar Mencintainya
Bab 6 Hari Minggu


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 09.00 pagi handphone Riyani yang tergeletak di samping nya tiba-tiba berdering


Dengan rasa kantuk dengan susah payah Riyani mencari sumber suara


"halooo" jawab Riyani dengan suara seraknya karna baru bangun tidur


"halooo cantiq,baru bangun ya? " sapa Reynald dari seberang telepon


"he eh" jawab Riyani singkat sambil berusaha tersadar dari kantuk nya


"siap-siap ya 1jam lagi aku jemput, kamu sudah janji kan semalam mau temani aku ke supermarket" kata Reynald dari seberang telepon


"hahhh memang nya hari ini? , aku kira bsok atau lusa" dalam sekejap mata Riyani pun terbelalak dan kantuk nya pun hilang


"ya hari ini lahh cantik, ini tuh hari minggu dan kita libur gak ada kerjaan kan?" ucap Reynald santai


"ya sudah satu jam lagi aku jemput" tanpa menunggu jawaban dari Riyani, Reynald menutup telepon nya


"hahh itu manusia menyebalkan sekali uhhhff" gumam Riyani dan langsung bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap


Satu jam kemudian beneran Reynald sudah ada di depan kost Riyani untuk menjemput nya, kira-kira menunggu 15 menit an akhirnya Riyani keluar dengan wajah bantal nya


"kamu manis juga ya kalau baru bangun tidur gini" kata Reynald menggoda Riyani


"apaan sehhh" jawab Riyani sambil manyun dan tersipu malu


"kita sarapan dulu ya, dimana sarapan pagi yang enak di sini?" tanya Reynald


"mau makan apa memang nya? " tanya Riyani yang sedari tadi sudah duduk di atas motor Reynald yang tak juga bergerak


"Apa aja yang penting menurut mu enak? Kata Reynald


" ya uwdah jalan gihh ntar aku tunjukin jalannya, ada tuh nasi kuning yang enak banget menurut aku " jawab Riyani dengan santai


Sebelum jalan Reynald memperbaiki kaca spion motor nya dia mengarahkan kaca spion nya agar bisa melihat wajah Riyani setiap saat.


Di perjalanan sebentar2 Reynald memperhatikan wajah wanita yang di bonceng nya, lagi asek memperhatikan wajah Riyani dan jalan tiba-tiba Riyani pun sadar kalau lagi perhatikan


"mas - mas itu spion gunanya untuk melihat arah belakang mas bukan wajah saya" candaan Riyani sambil senyum-senyum.

__ADS_1


Yang di candain malah melempar senyumnya kearah Riyani


"dia manis banget sehhh, terus sok romantis gitu lagi haduhhh,,, jangan yan ingat-ingat dia sudah ada yang punya" kata Riyani dalam hatinya


"koq melamun non ini kita jalannya kemana lagi?" tanya Reynald sambil memperhatikan wajah Riyani


"ohhh iya terus aja itu bentar lagi sampai itu yang ada Spanduk nasi kuning ***" jawab riyani sambil menunjuk tempat makan yang mereka tuju


Mereka pun tiba dan segera memesan sarapan pagi


"temani aku belanja ya?" pinta Reynald


"iya, emang mau buat apa sehh koq sibuk mau belanja segala?" tanya Riyani


"kemarin itu aku ada pencapaian di kantor sebagai rasa Syukur aku pingin masak-masak dan memanggil beberapa temen deket, tapi pinginya masak rumahan, sejak tinggal di sini gak pernah makan masakan rumahan" kata Reynald menjelaskan


"ohhh begitu terus yang masak siapa? Tanya Riyani sambil menikmati nasi kuning nya yang sudahh datang


" ya dirimulah non, biasa perempuan kan bisa masak" jawab Reynald sambil tersenyum


"akutuh bisa nya cuma masak air" jawab Riyani sambil tertawa kecil


Setelah mereka selesai makan akhir nya mereka langsung ke supermarket membeli keperluan untuk memasak


" mau masak apa ini?" tanya Riyani sambil sibuk memilih Bumbu2 dapur


"hemmm ayam ikan dan kerang" kata Reynald


"baiklah" jawab Riyani sambil berlalu mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan


"katanya gak bisa masak, tapi hapal banget sama bumbu-bumbuan" gumam Reynald dalam hati sambil tersenyum memperhatikan Riyani yang sedang sibuk berbelanja


"sudah beres tinggal bayar, kamu yang pergi bayar ya bos aku capek, aku tunggu di sana" kata sambil menunjuk kursi tunggu ya ada di supermarket tersebut


"siap nyonya" kata Reynald sambil memberi hormat ke Riyani yang di sambut dengan senyum oleh Riyani


Setelah selesai berbelanja, mereka pun tiba di rumah kontrakan Reynald lumayan besar, mereka langsung menuju dapur


Riyani pun dengan sigap menyiapkan bahan masakan dan memasaknya

__ADS_1


Reynald pun dengan sabar membantu Riyani di dapur sambil sesekali memperhatikan Riyani


"kamu capek?" tanya Reynald sambil mengusap kening Riyani dengan tissue


"eehhh enggak koq, aku seneng masak-masak gini" jawab Riyani sedikit salah tingkah dengan perlakuan Reynald


"nehhh minum dulu aku gak mau kamu dehidrasi gara-gara masak buat aku" kata Reynald sambil memberi minum ke mulut Riyani


Riyani pun kaget dan tak bisa menolak


Tak lama kemudian masakan pun telah jadi semua dan sudah di hidang kan di meja makan


Reynald sibuk menghubungi teman-temannya via chating


Tak lama kemudian handphone Reynald berdering


Awalnya Reynald enggan mengangkat tapi panggilan itu tak mau berhenti meski sudah di Riject oleh Reynald


"koq gk diangkat?" tanya Riyani heran


"oohh gak papa.,aku kamar bentar ya kamu gak papa di sini sebentar?" tanya Reynald


Riyani pun hanya mengangguk


"hemmm mungkin telepon dari pacarnya, kayaknya aku harus menghindar habis ini.,aku gak mau jadi orang ketiga di hubungan mereka" gumam Riyani dalam hati dengan raut wajah kecewa dia sudah mulai ada sedikit rasa kepada Reynald, tapi Reynald sudah punya pasangan dia gak mau jadi perusak


Didalam kamar Reynald pun mengangkat telepon dari Dewi


"halooo sayang kenapa telepon aku di Riject?" tanya suara dari seberang telepon


"kalau aku Riject berarti aku lagi sibuk" jawab Reynald sedikit kesal


"kamu sama siapa di sana, pasti sama perempuan ya pasti kamu uwdah punya pacar di sana?" tanya dewi beruntun dan teriak-teriak histeris


"kamu bisa tenang gak, kamu selalu saja begitu, aku capek aku sudah gak sanggup hadapin sikap mu." kata Reynald sedikit emosi


Reynald langsung menutup telepon nya dan tidak menghiraukan dewi yang mungkin sekarang lagi histeris


Tidak lama teman-teman Reynald pun datang mereka langsung makan bersama

__ADS_1


Wajah Riyani sudah mulai berubah dia tau kalau Reynald tadi menerima telepon dari kekasih nya, dan mereka bertengkar itu membuat Riyani gak nyaman seolah olah jadi biang masalah mereka.


__ADS_2